Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlutut
"Siapkan mobil dan hubungi Asisten Mike untuk menemaniku ke rumah orang tua Kimberly!" Perintah Diego.
"Baik, Tuan Muda." Jawab pelayan tersebut dengan patuh.
Kemudian pelayan tersebut pergi meninggalkan Diego sedangkan Diego bersiap untuk pergi menjemput Kimberly. Sedangkan di tempat yang berbeda di mana Kimberly masih berada di rumah milik orang tuanya.
"Kenapa kamu diam saja? Apa yang Aku katakan benar, bukan?" Tanya Cintya dengan nada merendahkan.
"Kimberly, kamu itu memang terlahir hina. Seumur hidupmu, kamu hanya bisa Aku injak-injak." Sambung Cintya sambil tersenyum jahat.
Kimberly yang tidak bisa menahan emosinya langsung menampar pipi kiri Cintya dengan sekuat tenaga. Hal itu membuat Cintya memalingkan wajahnya ke arah samping sambil berteriak kesakitan.
"Dasar kamu gila! Berani-beraninya kamu memukulku!" Bentak Cintya sambil memegang pipi kirinya yang terasa perih.
"Kamu yang mulai bicara kurang ajar!" Bentak Kimberly sambil menatap tajam ke arah Cintya seakan ingin membunuhnya.
"Ayah." Adu Cintya sambil membalikkan badan dan berjalan ke arah Ayah Kevin lalu duduk disampingnya kemudian memeluk lengannya.
"Suamiku! Coba lihat, Dia sudah sangat keterlaluan! Cepat urus Dia!" Teriak Ibu Bela sambil menunjuk ke wajah Kimberly.
"Kimberly! Kamu sungguh keterlaluan!" Bentak Ayah Kevin sambil berdiri.
Setelah itu Ayah Kevin berjalan ke arah meja yang ada di belakang sofa lalu membuka laci meja tersebut. Setelah itu Ayah Kevin mengambil cambuk ukuran kecil yang biasa diguanakan untuk mencambuk Kimberly.
"Sekarang ini Aku menantu Keluarga Roberto. Kalau kalian berani menyentuhku, berarti kalian menantang keluarga Roberto." Ucap Kimberly.
"Kamu menantu Keluarga Roberto?" Tanya ulang Cintya dengan nada merendahkan.
"Di Keluarga Roberto, siapa yang peduli padamu? Apakah anak tirimu yang bisu itu? Atau suamimu yang lumpuh dan buta itu?" Tanya Cintya sambil tersenyum penuh kemenangan karena Keluarga Besar Roberto tidak ada yang peduli dengan Kimberly.
"Maksud kamu, suami lumpuh dan buta itu Aku, ya?" Tanya seorang pria tampan.
Kimberly sangat terkejut dengan suara familiar tersebut dan membuat Kimberly memalingkan ke arah sumber suara.
Sedangkan Ibu Bela dan Cintya langsung berdiri dengan wajah sangat terkejut begitu pula dengan Ayah Kevin yang langsung menatap ke arah sumber suara.
Tidak berapa lama mereka melihat Diego sedang duduk di kursi roda dengan di dorong oleh Asisten Mike dan dua belas bodyguard yang mengikuti mereka dari arah belakang.
"Tuan Muda Diego." Ucap Ayah Kevin dengan tubuh gemetar hingga cambuk yang dipegangnya jatuh ke lantai.
"Ternyata Tuan Baskoro masih ingat denganku." Ucap Diego dengan nada dingin sambil memainkan cincin sebagai penguasa Keluarga Roberto.
"Ah ... Tentu saja Saya ingat. Meskipun hanya sekilas tapi Saya pernah bertemu dengan Tuan Muda Roberto." Jawab Ayah Kevin dengan nada ramah tidak seperti tadi ketika berbicara dengan Kimberly.
"Kesan pertama yang Saya lihat, Tuan Muda Roberto sangat gagah dan mempunyai jiwa pemimpin. Jadi mana mungkin Saya melupakannya." Sambung Ayah Kevin sambil memaksakan untuk tersenyum.
"Hari ini Mommyku sengaja memberitahuku tentang proyek Pantai Belenza." Ucap Diego.
Ayah Kevin yang mendengar perkataan Diego langsung tersenyum bahagia pasalnya proyek Pantai Belenza pasti akan diberikan untuk dirinya.
"Kata Mommyku, proyek tersebut bisa diserahkan ke Perusahaan Baskoro. Demi Kimberly,Aku sudah menyiapkan dokumennya dan tinggal ditandatangani." ucap Diego.
Ayah Kevin, Ibu Bela dan Cintya langsung tersenyum bahagia dan menunggu kalimat selanjutnya dari mulut Diego.
"Tapi sekarang ... " Ucap Diego menggantungkan kalimatnya.
Ayah Diego terdiam sambil masih menunggu kalimat selanjutnya namun Diego masih terdiam. Hingga beberapa saat Ayah Diego mengerti kalimat selanjutnya dan langsung menatap ke arah istrinya.
"Apa yang kamu tunggu? Cepat berlutut!" Perintah Ayah Kevin sambil mendorong tubuh istrinya agar berlutut lalu menatap ke arah Cintya.
"Kamu juga berlutut!" Perintah Ayah Kevin.
"Tapi ...." Ucapan Ibu Bela dan Cintya terhenti.
Hal ini dikarenakan mereka berdua mendapatkan tatapan tajam Ayah Kevin. Sedangkan Kimberly yang melihat itu langsung tersenyum bahagia.
Akhirnya Kimberly bisa membuat dua wanita jahat itu dipaksa untuk berlutut di depan dirinya. Dirinya sangat senang bisa menikah dengan Diego karena kekuasaan Diego bisa membuat mereka tidak berkutik.