Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikira hamil
"Siapa itu? " Tanya mama rianti dan berlari ke kamar mandi. Disusul Briyan dan Tiyo yang saling melempar pandangan.
Mama Rianti berjalan ke arah kamar mandi dan melihat ada seorang wanita yang sedang muntah disana.
"Siapa wanita ini? kenapa ada wanita diapartemenmu?!" Selidik mama Rianti pada briyan yang juga mengikuti mamanya ke kamar mandi.
"Isyana... Kamu tidak apa-apa? " Briyan mendekati Isyana. Dia merasa kasihan melihat wajah wanita itu memucat.
Ya... Isyana memutahkan semua makanan yang barusan dia makan. Asam lambungnya naik dikarenakan telat makan dan perutnya kaget tiba-tiba diisi makanan berat.
Isyana hanya sanggup mengangguk untuk memberi jawaban. Dia kembali lagi ingin memutahkan isi perutnya.
"Huwek... Huwek.... "
"Apa dia hamil?! " Tanya mama Rianti
"Kamu hamil? " Tanya Briyan pada Isyana.
"Ti... " Belum selesai Isyana menjawab, mama rianti sudah memotong omongannya.
"Kamu keterlaluan Briyan! Mama kecewa sama kamu! " Mama Rianti berjalan pergi dengan rasa kecewa dan marah.
" Ma... Aku bisa jelasin! " Teriak Briyan mengejar mama Rianti yang akan pergi dari apartemennya.
"Ma... Denger penjelasan Briyan dulu" Tiyo yang dari tadi mengikuti mama Rianti mencoba menengahi.
"Ma... " Briyan menarik tangan mamanya dan mamanya pun berhenti "aku bisa jelasin" Jelas Briyan.
"Kamu mau jelasin? Mama tunggu dirumah" Mama Rianti menarik tangannya dan berjalan keluar dari apartemen Briyan.
"Ma...! " Teriak Briyan dan ingin mengejar mama Rianti. Tapi Tiyo menghentikannya.
"Kamu jelaskan dirumah saja. Mama sedang tidak ingin mendengar penjelasan sekarang" Tiyo mencoba menenangkan Briyan. "Biar aku yang mengejar mama" Tiyo pun mengejar mama Rianti.
Briyan menghampiri Isyana yang masih dikamar mandi. Didepan kamar mandi Isyana mencoba berjalan dengan perlahan-lahan. Dia terlihat lemah dan pucat.
"Bagaimana keadaanmu? " Tanya Briyan yang membantu Isyana berjalan dan mendudukkannya di sofa.
"Aku tidak apa-apa" Jawab Isyana lemah sambil duduk di sofa. Briyan mengambilkan air hangat untuk minum Isyana.Dan duduk di sofa sebelah isyana.
"Bagaimana dengan mamamu? " Tanya Isyana setelah meminum air hangat pemberian Briyan. Isyana merasa agak baikan setelah meminum air hangat itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Tiyo yang masuk kembali ke apartemen Briyan.
"Nanti aku jelaskan" Ucap Briyan pada Tiyo.
"Bagai mana dengan mama? " Tanya Briyan pada Tiyo yang kawatir dengan mamanya.
"Mama tidak mau aku antar pulang. Ada sopir yang mengantarnya" Jelas Tiyo sambil duduk di samping Briyan
"Apa kau hamil? " Tanya Briyan pada Isyana
"Mana mungkin aku hamil! Kamu jangan menuduh sembarangan! Aku aja belum menikah! Jangankan menikah... Pacaran aja belum pernah. Bagaimana bisa aku hamil!" Tiba-tiba Isyana seperti mendapat tenaga tambahan. Dia menjawab dengan berapi-api.
"Oke... Oke... Aku tidak menuduh. Aku hanya bertanya." Briyan coba menenangkan Isyana. "Tapi kenapa kamu bisa muntah-muntah tadi? " tanyanya lagi.
" Perutku sakit seharian gak ada makanan hanya ada air putih saja. Lalu kamu datang membawa makanan ya...aku makan. Tiba-tiba aku muntah-muntah " Jelas isyana.
"Sepertinya asam lambungnya naik karena tidak makan seharian. Tiba-tiba diisi makanan berat jadi perutnya gak bisa menerimanya. Apa kamu punya penyakit maag" Tiyo coba memprediksi.
"Aku tidak punya penyakit maag. Baru kali ini aku merasakannya" Jawab Isyana
"Kenapa kamu gak pesen makan via online saja kalo kamu lapar? " Tanya Tiyo
"Aku gak punya HP..., aku gak punya uang,... dan aku gak bisa keluar. Aku gak tau pasword apartemen ini" Jelas Isyana sambil memelas
"Ish... Ish... Ish... Kelewatan kamu Briyan" Ucap Tiyo sambil menggelengkan kepalanya.
" Iya betul itu... " Isyana merasa memiliki pendukung
"Aku kan sudah minta maaf. Lagian juga sudah beruntung aku menolongmu semalam" Protes Briyan yang merasa disudutkan
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya