Kartel Varo Sinaloa
Pria 29 tahun yang tumbuh sebagai pewaris sementara Sinaloa Group sebab adiknya lah pemegang tahta tertinggi dalam keluarga yang telah berantakan tersebut sedangkan Varo adalah seorang mafia yang berhasil mendirikan kelompok besar sehingga dihindari oleh beberapa kelompok lain.
Valerie Ishana
Gadis 19 tahun yang merupakan putri dari seorang mafia, dia terpaksa harus ditahan karena ulah papanya yang mencari masalah dengan Kartel Varo Sinaloa, seiring berjalannya waktu melewati rintangan menemukan sebuah kebenaran dibalik misteri keduanya sering dipertemukan hingga perlahan rasa itu muncul dalam diri masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
1 jam berbincang bincang dengan andrey dan putri nya yang selalu mencari perhatian alfin namun alfin tak menghiraukan sedikit pun tingkah leksi yang sedang mencuri perhatian.. akhirnya mereka pamit karena banyak urusan yang harus diselesaikan
setelah benar benar menghilang dari balik pintu alfin menarik tangan lina dan mengambil tisu lalu mengelap tangannya. lina yang melihat itu bingung padahal tangannya tidak kotor tapi kenapa di lap
"fin perasaan tangan aku nggak kotor, kenapa di lap?" tanya lina dengan hati hati karena melihat raut wajah yang kesal diwajah alfin
"sebelah mana lagi yang dia sentuh, katakan!" ucap alfin dingin, wajah dinginyang hampir tidak pernah terpasang saat alfin sedang berdua dengan lina kini kembali entah karena hal apa
"dia siapa fin, aku nggak ngerti" tanya lina sungguh sungguh karena memang tidak menhert
"wanita kegatelan yang tadi" ucapnya ketus sambil mengelap sela sela jari lina
"ooh kak leksi, dulu sebelum aku kerja sama kamu aku udah sering digituin jadi nggak ada masalah buat aku" ucapnya santai
namun perkataan lina membuat hati alfin terasa sakit dan susah bernafas, dengan cepat alfin memeluk lina yang kini sudah berada didada bidang alfin,,,, baru kali ini alfin berani memeluk lina, walaupun mereka suami istri dan satu kamar tapi mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri, jangan kan melakukan hubungan, berciuman saja tidak pernah setelah alfin mencium paksa lina waktu itu
entahlah mengapa alfin melakukan hal itu, jika memang dia ingin melakukan nya bisa saja tapi dia sadar bahwa lina masih sangat mudah dan alfin tidak mau lina merasa trauma dan takut padanya. alfin merasa nyaman didekat lina dengan apa adanya
"maaf aku terlambat menemukan mu" ucap alfin yang masih mengelus rambut lina
"hey aku tidak ada masalah, lepas dari jeratan ayah tiri ku saja sudah lebih cukup bagi ku, kebebasan ku darinya satu hal paling indah" tutur lina menyentuh lengan kemeja alfin yang masih setia mendekapnya
"lina maaf, maafkan aku baru menemukan ki beberapa waktu yang lalu, maaf" ucapnya lagi merasa bersalah
"hey ini bukan salah mu, kamu senang punya istri cantik seperti ku? aah sepertinya semua orang akan senang" ucap lina membanggakan diri
mendengar perkataan lina, alfin langsung menbuang kepala yang sedang dia peluk tadi, lina meringis kesakitan
"aiiissshhh jadi laki nggak bisa halus dikit apa" ucap lina sambil merapikan rambutnya
"siapa bilang aku senang punya istri seperti mu? hiih yang ada kamu tu yang bangga sama aku karena punya suami tampan dan kaya ini,, iya kan" ucapnya tak mau kalah
"udah ah capek berantem, oo iya setau aku nanti siang kamu nggak ada jadwal makan siang kan? aku boleh nggak kerumah ayah?" tanya lina dengan antusias
"nggak, nggak boleh" jawab alfin ketus, tiba tiba raut wajahnya berubah menyeramkan
"boleh yaa, please suamii" ucap lina manja sambil memegang lengan kemeja alfin
"nggak!!" ucap alfin tegas dan hendak pergi
cup
lina mencium pipi alfin hingga membuat nya termenung beberapa detik lalu menyadarkan akal sehatnya
"nggak boleh, sekali nggak boleh ya nggak boleh kamu ya,,,,,"""
belum menyelesaikan kalimatnya nya tiba tiba bibir mungil berwarna merah mudah mel***at bibis tipis alfin,
alfin yang mendapat serangan mendadak terkejut dengan tingkah lina yang menurutnya sangat langka. tak lama lina melepaskan ciumannya namun alfin mersih tengkuk lina agar tetap berciuman. kali ini lina yang terkejut dengan tingkah alfin, alfin ******* bibir lina namun lina tidak bereaksi karena sejujurnya dia tidak mengerti cara berciuman, alfin membuka matanya dan melihat lina bengong
"buka!" titah alfin disela sela ciumannya
tanpa sadar lina mebuka mulutnya, alfin tersenyum karena melihat kepolosan lina dengan cepat alfin menyusuri bagian bagian mulut lina tanpa mendapat respon namun tidak mendapat penolakan, alfin terus saja mencium, ******* dan menyesap bibir lina sampai lina sulit bernafas
lina melepas paksa ciuman alfin
"hah,,, hah,,, hah fin aku nggak bisa nafas lagi" ucapnya mengelus dada dan menyadarkan kepala di bahu sofa
alfin tersenyum melihat lina "siapa duluan, jangan mancing mancing lin, aku juga pria normal, kucing mana yang nggak mau dikasih ikan asin" ucapnya santai ikut bersandar
"ya kan aku tadinya mau ngerayu siapa tau dikasih" ucapnya lina masih lemas
ternyata bibirnya sangat manis, kenapa aku tidak sadar selama ini memelihara ikan asin. batin alfin
"ya udah pergi gih" ucap alfin tanpa sadar
mendengar alfin memberi izin, lina berlari keluar ruangan tanpa sepatah kata pun
ngulangnya tiap episode sampe lebih dari 4x
apa iya kayak aq yg baru nemuin jd bawaannya maraton deh bacanya