NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 POV Lihat Calon Ibu Tirinya Alisya Lagi "Cosplay" Jadi Badut.

...🌹🌹🌹...

Pagi di penthouse Arkeas kali ini tidak diawali dengan perdebatan soal kopi atau parfum. Sebaliknya, suara tawa melengking khas bayi dan suara "aneh" Zolla memenuhi ruang tengah yang biasanya sesunyi galeri seni itu.

Arkeas, yang baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan celana kain hitam serta kaos putih polos yang melekat sempurna di tubuh atletisnya, berdiri mematung di ambang pintu koridor. Matanya menyipit, mencoba memproses pemandangan di depannya.

Di atas karpet bulu yang harganya setara motor matic terbaru, Zolla sedang telungkup. Dia memakai bando telinga kelinci yang entah dibeli di mana, sambil menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan.

"Ayo, Alisya! Kejar Kelinci Zolla! Hap! Hap!" seru Zolla dengan suara yang sengaja dicemprengkan.

Alisya, sang pewaris tunggal kekayaan InjitAsmo, sedang merangkak dengan kecepatan penuh, tertawa sampai air liurnya menetes, mencoba menangkap ujung baju Zolla.

"Duh, Tuan Putri kecil ini tenaganya on fire banget ya! Capek nih kelincinya mau rebahan dulu," Zolla berguling telentang, lalu mengangkat Alisya ke udara, membuat bayi itu memekik kegirangan.

Arkeas bersandar di dinding, melipat tangannya di dada. Gengsinya mencoba untuk tetap dingin, tapi sudut bibirnya berkhianat. Ada rasa hangat yang menjalar di dadanya melihat Alisya—yang biasanya sangat pemilih soal orang baru—bisa sebahagia itu dengan Zolla.

"Zollana," panggil Arkeas, suaranya berat tapi tidak setajam biasanya.

Zolla kaget, refleks duduk tegak sampai bando kelincinya miring ke samping. "E-eh, Mas Arkeas! Sejak kapan di situ? Nggak ada suara langkah kakinya, kayak ninja aja!"

Arkeas melangkah mendekat, lalu duduk di sofa tepat di samping area bermain mereka. "Sejak kamu memutuskan untuk jadi kelinci sirkus di ruang tamu saya. Kamu nggak malu dilihat CCTV?"

Zolla membenarkan bandonya sambil nyengir tanpa dosa. "Ngapain malu? CCTV kan nggak bisa ketawa. Alisya tuh yang butuh hiburan. Tuan Papanya kan sibuk terus jadi patung es, jadi asistennya harus multifungsi dong. Bisa jadi pengasuh, bisa jadi badut, bisa jadi sasaran cemburu juga... eh!"

Zolla langsung menutup mulutnya, teringat kejadian "jemput paksa".

...🌹🌹🌹...

Arkeas mengalihkan pandangan, pura-pura sibuk merapikan letak bantal sofa. "Jangan bahas itu lagi. Sini, kasih Alisya ke saya. Kamu mandi sana, bau keringat kamu nempel ke anak saya."

"Dih, ini bukan bau keringat, Mas! Ini aroma perjuangan!" Zolla memberikan Alisya ke pelukan Arkeas.

Saat serah terima bayi itu, tangan Arkeas tanpa sengaja menyentuh jemari Zolla. Sentuhan itu singkat, tapi sensasi "listrik" yang sama kembali muncul. Arkeas segera menarik tangannya setelah Alisya aman di pelukannya.

"Alisya, jangan mau main sama tante-tante kelinci ini ya. Dia pengaruh buruk buat selera estetik kamu," bisik Arkeas pada anaknya.

Tapi Alisya justru menarik kerah kaos Arkeas dan menunjuk ke arah Zolla sambil meracau, "Ma... Ma... Ma!"

Hening seketika.

Zolla membeku. Arkeas apalagi. Jantungnya berasa kena glitch tingkat dewa.

"Dia... dia bilang apa tadi?" tanya Zolla dengan mata membulat.

"Dia bilang... 'Mama'?" Arkeas menelan ludah. Wajahnya yang biasanya pucat kini mendadak merona merah sampai ke tengkuk. "Enggak. Mungkin dia mau bilang 'Makan'. Dia lapar. Ya, dia pasti lapar."

"Tapi Mas, dia nunjuknya ke saya!" Zolla mendekat, wajahnya berseri-seri. "Wah, Alisya pinter banget ya! Tahu aja kalau saya yang paling sayang sama dia!"

Arkeas menatap Zolla yang sekarang sedang menciumi pipi gembul Alisya. Jarak mereka jadi sangat dekat lagi. Arkeas bisa mencium aroma stroberi yang kini bercampur dengan wangi minyak telon Alisya. Kombinasi aroma yang mendadak jadi favorit baru bagi indra penciuman sang Scent King.

"Jangan ke-pede-an," gumam Arkeas, meski tangannya tanpa sadar merangkul pinggang Zolla agar gadis itu tidak jatuh karena terlalu semangat menciumi Alisya. "Dia cuma asal bunyi. Jangan dianggap serius."

"Tapi kalau saya beneran jadi Mamanya gimana, Mas?" tantang Zolla, menatap langsung ke mata abu-abu Arkeas yang dalam.

Arkeas terdiam. Gengsinya bertempur hebat dengan keinginan batinnya. Ia menarik Zolla sedikit lebih dekat, hingga napas mereka bersinggungan. "Kalau kamu beneran mau jadi Mamanya, berarti kamu harus siap jadi milik Papanya juga. Secara permanen. Kamu sanggup?"

Zolla tertegun. Ini bukan lagi soal bercanda. Tensi di antara mereka mendadak jadi sangat adult dan serius. Zolla bisa merasakan detak jantung Arkeas yang keras di telapak tangannya yang bersandar di dada pria itu.

...🌹🌹🌹...

Alih-alih makan di restoran mewah, Zolla mengusulkan untuk makan siang di balkon penthouse dengan menggelar tikar, ala piknik low-budget.

"Mas Arkeas, sekali-kali makan lesehan dong. Biar merakyat," ucap Zolla sambil menata nasi bungkus yang dia pesan lewat ojek online.

Arkeas mendengus, melihat setelan kemeja kerjanya yang mahal. "Kamu mau saya duduk di lantai? Pakai baju ini?"

"Iya! Lepas aja kemejanya, pakai kaos dalem doang juga nggak apa-apa, nggak ada yang lihat ini," celetuk Zolla asal.

Arkeas benar-benar melepas kemejanya, menyisakan kaos singlet putih yang memperlihatkan otot lengannya yang terbentuk sempurna. Zolla hampir saja tersedak nasi saat melihat pemandangan "roti sobek" yang samar di balik kaos tipis itu.

"Katanya disuruh lepas. Kenapa sekarang malah melongo?" ejek Arkeas sambil duduk lesehan dengan kaku.

Mereka makan sambil melihat pemandangan gedung-gedung Jakarta. Alisya tertidur di boks bayi lipat di samping mereka.

"Mas... makasih ya," ucap Zolla tiba-tiba.

"Buat apa?"

"Buat semuanya. Walaupun Mas galak, sombong, dan suka maksa, tapi Mas sebenernya baik. Makasih sudah bolehin saya dekat sama Alisya."

Arkeas berhenti mengunyah. Ia menatap langit sore yang mulai menguning. "Bukan saya yang bolehin. Kamu yang masuk ke hidup kami tanpa izin, Zol. Kayak virus... yang saya nggak mau cari antivirusnya."

Zolla tersenyum lebar, ia menyandarkan kepalanya di bahu Arkeas. Kali ini, Arkeas tidak menghindar. Ia justru mengusap kepala Zolla dengan tangan yang sedikit berminyak bekas nasi bungkus.

"Mas! Tangan Mas kotor!" protes Zolla tertawa.

"Biarin. Biar ada tanda kalau kamu punya saya," balas Arkeas dengan senyum miring andalannya.

...

(Bersambung ke Episode 16...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!