NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

...Gedung perkantoran yang biasanya tenang dengan irama kerja profesional itu mendadak berubah menjadi panggung sandiwara yang memuakkan. ...

...Abbas, yang merasa permainannya telah menang sempurna, mulai menunjukkan wajah aslinya sebagai serigala yang rakus....

...Abbas dan Annisa mulai berpesta pora menggunakan fasilitas perusahaan. ...

...Tanpa rasa malu, mereka mengadakan acara "penyambutan" sekretaris baru secara mewah di kantor, mengira Stella sudah tidak berdaya di ranjang rumah sakit. ...

...Botol-botol minuman mahal dibuka, dan tawa mereka menggema di lorong lantai eksekutif, memamerkan kemesraan ilegal di depan para karyawan yang hanya bisa berbisik penuh kebencian....

..."Mulai hari ini, apa pun yang kalian butuhkan, bicaralah pada Annisa," ucap Abbas dengan pongah sambil merangkul pinggang wanita itu di tengah lobi kantor....

...Keserakahan mereka tidak berhenti di kantor. Sore harinya, dengan kunci cadangan yang masih ia pegang, Abbas membawa Annisa ke kediaman pribadi keluarga Stella. ...

...Annisa mulai berani masuk ke rumah besar Stella dan membuang beberapa barang milik Stella ke dalam tempat sampah besar....

..."Gaun-gaun kuno ini sudah tidak pantas ada di sini," cetus Annisa sambil melempar koleksi syal sutra favorit Stella ke lantai. ...

...Ia merasa dirinya sudah menjadi nyonya rumah yang baru, bahkan berani duduk di meja rias Stella dan mencoba perhiasan yang tertinggal di sana....

...Namun, di balik kegembiraan semu itu, maut sedang mengintai mereka dari kegelapan. ...

...Vira terus bergerak di bawah radar, mengumpulkan bukti penggelapan dana bersama si kembar yang dilakukan Abbas dalam waktu singkat untuk membiayai gaya hidup Annisa....

...Dari sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari rumah, Axel dan Alexander memantau setiap pergerakan melalui kamera pengawas yang telah mereka pasang secara tersembunyi. ...

...Sementara itu, Vira berhasil meretas sistem akuntansi dan menemukan bahwa Abbas telah mentransfer sejumlah dana operasional ke rekening pribadi Annisa untuk membayar pesta mewah dan perhiasan yang baru saja dibeli....

..."Dia benar-benar menggali kuburannya sendiri," desis Alexander sambil menatap layar tabletnya yang menampilkan transaksi mencurigakan tersebut....

..."Biarkan dia merasa tinggi, Lex," sahut Axel dengan nada dingin. ...

..."Semakin tinggi dia terbang, semakin hancur tulang-tulangnya saat kita tarik jatuh ke bumi nanti."...

...Mereka hanya tinggal menunggu instruksi terakhir dari Stella untuk meledakkan semua bukti ini tepat di depan wajah Abbas, di saat pria itu merasa dunia sudah berada dalam genggamannya....

...Suasana di ruang VVIP rumah sakit kembali tegang saat Axel, Alexander, dan Vira melangkah masuk. ...

...Mereka membawa sebuah tablet yang berisi rekaman cctv rumah dan rincian transaksi penggelapan dana yang dilakukan Abbas. ...

...Stella menyimak setiap detailnya dengan wajah yang tenang, namun sorot matanya sedingin es....

...Setelah itu, mereka kembali ke rumah sakit dan melaporkannya kepada Stella....

..."Dia benar-benar membawa wanita itu ke rumah kita, Kak," ucap Alexander dengan tangan yang mengepal kuat. ...

..."Bahkan dia berani menyentuh barang-barangmu seolah dia pemiliknya."...

...Stella menarik napas panjang. Ia mengambil ponselnya, mencari sebuah kontak yang selama ini ia hormati. ...

...Ia ingin melihat, apakah masih ada sisa nurani di keluarga pria yang ia nikahi itu. ...

...Stella menghubungi orang tua Abbas dan menceritakan semuanya...

...Ia bercerita tentang pengkhianatan itu, tentang obat-obatan yang diberikan Abbas, hingga dirinya yang nyaris tewas karena henti jantung....

...Namun, di luar dugaan, suara di seberang telepon tidak menunjukkan rasa penyesalan atau simpati....

..."Seharusnya kamu berkaca, Stella! Suami mana yang tidak jengah kalau istrinya selalu merasa lebih hebat karena punya harta?" suara ibu mertuanya terdengar ketus dan tajam. bukannya membela, mereka malah menyalahkan Stella yang tidak becus dan kurang kasih sayang kepada Abbas. ...

..."Kalau Abbas selingkuh, itu pasti karena dia tidak mendapatkan kehangatan di rumah. Kamu terlalu sibuk jadi anak orang kaya sampai lupa melayani suami!"...

...Mendengar kalimat yang begitu kejam dan tak masuk akal itu, Stella tidak lagi menangis. ...

...Ia hanya tersenyum tipis—sebuah senyum yang menandakan putusnya semua ikatan batin yang tersisa....

...Tanpa membalas satu kata pun, Stella mematikan ponselnya dengan gerakan tegas ...

...Ia tidak butuh validasi dari orang-orang yang mendukung kejahatan anak mereka. Baginya, mereka semua sudah mati....

...Melihat putrinya yang membeku dalam diam, Papa Stella memeluk putrinya erat. ...

...Ia tahu betapa hancurnya hati Stella saat pengorbanannya selama ini dibalas dengan tuduhan yang menjijikkan dari orang tua Abbas....

..."Cukup, Sayang. Jangan dengarkan mereka lagi," bisik Papa dengan nada penuh wibawa. ...

..."Kamu tidak perlu belas kasihan mereka. Biarkan Papa yang membereskan semuanya. Mereka akan tahu apa artinya merendahkan keluarga kita."...

...Stella bersandar di dada Papanya, merasakan detak jantung ayahnya yang memberikan ketenangan. ...

..."Besok aku keluar dari sini, Pa," ucap Stella dengan suara rendah namun penuh intimidasi. ...

..."Besok, aku sendiri yang akan menyeret mereka semua keluar dari hidupku."...

...Suasana di ruangan itu mendadak menjadi lebih cerah saat pintu terbuka dan menampakkan sosok Askhan. ...

...Wajahnya yang tegang selama beberapa hari terakhir kini tampak jauh lebih rileks....

...Ia melangkah mendekat sambil membawa map medis yang berisi catatan perkembangan kesehatan Stella....

...Kedatangan Askhan yang membawa hasil lab Stella yang sudah mulai membaik menjadi kabar paling melegakan bagi semua orang di ruangan itu....

...Ia memeriksa grafik pada tabletnya, lalu memberikan senyum tipis kepada Stella yang duduk bersandar di ranjang....

..."Kondisi fisikmu menunjukkan kemajuan yang luar biasa, Stella. Organ vitalmu sudah stabil sepenuhnya," ujar Askhan sambil menunjukkan beberapa angka pada hasil lab tersebut. ...

..."Kadar obat tidur juga sudah hilang dari sistem tubuhmu. Racun neurotoksin itu sudah berhasil kita netralisir."...

...Stella menghela napas panjang, merasa seolah ...

...beban berat baru saja diangkat dari pundaknya. ...

...Ia menatap tangannya yang kini tidak lagi gemetar. Ketegasan kembali muncul di raut wajahnya yang cantik....

..."Besok aku harus ke perusahaan," ucap Stella dengan nada yang tidak bisa dibantah. Matanya berkilat penuh tekad. ...

..."Aku tidak bisa membiarkan mereka berpesta di atas keringat keluargaku lebih lama lagi. Aku ingin melihat wajah mereka saat aku berdiri di depan pintu kantor."...

...Papa dan si kembar saling pandang, mereka tahu tidak ada gunanya melarang Stella jika jiwanya sudah pulih seperti ini. ...

...Askhan mengangguk pelan, seolah sudah menduga keputusan itu....

..."Aku akan menemani kamu," ujar Askhan dengan nada protektif yang tulus. ...

..."Aku ingin memastikan kamu tidak terlalu lelah, dan secara medis, aku harus menjamin kamu tetap stabil selama menghadapi ketegangan di sana."...

...Stella menoleh ke arah Askhan, sedikit terkejut namun merasa hangat karena perhatian itu. ...

..."Tapi, bagaimana dengan pekerjaan kamu?" tanyanya cemas. ...

..."Kamu adalah dokter kepala di sini, Khan. Kamu punya banyak pasien yang butuh perhatianmu. Aku tidak ingin mengganggu tanggung jawabmu."...

...Askhan hanya tersenyum tenang, sebuah senyum yang menyimpan sejuta makna yang belum sempat ia ungkapkan. ...

..."Pasienku yang paling kritis saat ini adalah kamu, Stella. Urusan rumah sakit sudah aku delegasikan kepada timku untuk besok. Lagipula, aku tidak akan tenang membiarkanmu menghadapi serigala-serigala itu sendirian tanpa ada tenaga medis di sampingmu."...

...Papa Stella berdehem pelan, mengapresiasi loyalitas Askhan. ...

..."Terima kasih, Askhan. Dengan adanya kamu, saya merasa sedikit lebih tenang melepasnya besok."...

...Stella mengangguk, menyanggupi dukungan tersebut. ...

...Di dalam kepalanya, ia sudah menyusun skenario pertemuan besok pagi. ...

...Sebuah pertemuan yang akan diingat oleh Abbas dan Annisa seumur hidup mereka—pertemuan yang akan mengakhiri masa kejayaan semu mereka selamanya....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!