NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(REVISI) BAB 15

Langit Seoul kembali mendung sore itu.

Bukan hujan deras, hanya awan berat yang menggantung rendah, membuat cahaya matahari terasa redup lebih cepat dari biasanya. Kim Ae Ra sibuk merapikan dokumen di mejanya, memastikan semua agenda besok tersusun rapi sebelum pulang.

Beberapa minggu bekerja di Aegis Corp perlahan mengubah ritmenya.

Tangannya kini bergerak tanpa ragu. Ia hafal kebiasaan CEO-nya, tahu kapan telepon harus disaring, dan bahkan mulai bisa menebak perubahan jadwal sebelum diminta.

Namun ada satu hal yang justru semakin sering mengganggunya.

Hujan.

Atau lebih tepatnya… setiap tanda hujan akan datang.

Ia menatap keluar jendela sebentar. Langit kelabu membuat dadanya terasa berat tanpa alasan jelas.

“Sekretaris Kim.”

Suara Hyun Jae Hyuk membuatnya tersadar.

“Iya?”

“Kau sudah selesai?”

“Hampir.”

Jae Hyuk berdiri di ambang pintu ruangannya, jas tergantung di lengannya. Pandangannya sekilas mengikuti arah mata Ae Ra menuju jendela.

“Hari ini mungkin hujan lagi,” katanya pelan.

Ae Ra mengangguk.

Tanpa sadar, tangannya menyentuh payung hitam yang bersandar di sisi meja.

Jae Hyuk memperhatikan gerakan kecil itu.

Dan ingatannya, tanpa izin, kembali pada malam bertahun-tahun lalu.

 

Hujan.

Lampu jalan yang redup.

Seorang gadis kecil duduk diam di tepi Sungai Han.

Seragam sekolahnya basah, rambutnya menempel di pipi. Ia tidak menangis. Tidak bergerak. Hanya menatap air gelap di depannya seolah dunia sudah terlalu berat untuk dipahami.

Jae Hyuk yang saat itu masih berseragam SMA berdiri cukup jauh.

Ia awalnya hanya lewat.

Namun sesuatu membuatnya berhenti.

Ia ingat rasa ragu itu.

Apa ia harus mendekat?

Apa ia akan dianggap aneh?

Beberapa menit ia hanya berdiri.

Lalu hujan semakin deras.

Tanpa berpikir panjang, ia membuka payungnya dan berjalan mendekat.

Ia tidak tahu harus berkata apa.

Akhirnya hanya satu kalimat yang keluar.

“Kalau hujan terus, kau bisa sakit.”

Gadis itu tidak menjawab.

Namun ia tidak pergi.

Dan untuk alasan yang bahkan tidak ia pahami saat itu, Jae Hyuk tetap berdiri di sana… sampai hujan reda.

 

“CEO?”

Suara Ae Ra menariknya kembali ke masa kini.

Jae Hyuk berkedip pelan.

“Iya.”

Ia berdeham kecil, menutupi pikirannya sendiri.

“Kita pulang.”

 

Malam membawa Ae Ra kembali ke toserba seperti biasa.

*Klining…*

Bo Ram langsung menyambutnya dengan energi penuh.

“Ae Ra! Aku baru dapat diskon es krim!”

Seo Jun berdiri di belakang kasir, tersenyum tipis.

“Kau terlihat lelah.”

“Sedikit.”

Ia duduk di kursi kecil, menerima minuman hangat dari Seo Jun.

Kehangatan sederhana itu membuat bahunya rileks.

Namun hari itu Seo Jun terlihat lebih diam dari biasanya.

Tatapannya sesekali mengarah ke luar toko.

Seolah menunggu sesuatu.

 

Di seberang jalan, sebuah mobil hitam berhenti.

Hyun Jae Hyuk memandang ke arah jendela toko.

Ia tidak berniat turun.

Hanya memastikan.

Namun kali ini perasaannya berbeda.

Ia tidak lagi sekadar penasaran.

Ia tahu.

Gadis itu memang Ae Ra.

Gadis di bawah payung bertahun-tahun lalu.

Dan semakin ia menyadarinya, semakin sulit baginya menjaga jarak.

Ia menghela napas panjang sebelum mobil kembali bergerak perlahan.

 

Di dalam toko, Seo Jun melihat pantulan lampu mobil yang menjauh.

Tatapannya berubah sesaat.

Tenang.

Namun waspada.

Ia tidak tahu alasan pastinya.

Tapi ia bisa merasakan satu hal—

hidup Ae Ra perlahan bergerak menuju sesuatu yang tidak lagi sederhana.

Dan kali ini, ia mungkin tidak bisa hanya berdiri diam.

Pagi itu suasana Aegis Corp terasa berbeda.

Bukan lebih ramai, tetapi lebih tegang. Bahkan sebelum Kim Ae Ra duduk di mejanya, ia sudah melihat beberapa staf berjalan cepat sambil membawa dokumen tebal. Percakapan dilakukan dengan suara rendah, namun ekspresi mereka cukup untuk menjelaskan bahwa sesuatu sedang dipersiapkan.

Pertemuan dengan Haesung.

Nama itu kini hampir terdengar setiap jam.

Ae Ra membuka agenda hari itu. Jadwal rapat dipadatkan, ruang konferensi utama sudah dipesan sejak pagi, dan tim legal terlihat keluar-masuk ruangan CEO lebih sering dari biasanya.

Ia menarik napas pelan.

Hari ini Pasti panjang.

Pintu ruang CEO terbuka.

Hyun Jae Hyuk keluar sambil merapikan manset kemejanya.

“Kopi.”

Permintaan singkat itu sudah cukup familiar.

Ae Ra berdiri, namun sebelum ia pergi, Jae Hyuk menambahkan,

“Dan kau juga ambil satu untukmu.”

Ae Ra berkedip.

“…Baik.”

Perhatian kecil itu masih terasa aneh baginya.

 

Menjelang siang, Han Sin Woo datang membawa map baru.

“Daftar final peserta dari Haesung sudah dikirim.”

Ae Ra menerima dokumen itu dan mulai membaca.

Nama direktur, analis, dan perwakilan strategi tercantum rapi.

Namun lagi-lagi, satu posisi masih kosong.

**Perwakilan Eksekutif — akan hadir langsung saat pertemuan.**

“Rahasia sekali,” gumam Ae Ra tanpa sadar.

Jae Hyuk yang mendengarnya hanya berkata,

“Itu berarti mereka ingin memberi kejutan.”

Nada suaranya tidak terdengar senang.

 

Hari berjalan lambat hingga sore.

Ae Ra hampir tidak punya waktu istirahat. Namun kali ini ia tidak merasa kewalahan. Ada ritme baru yang mulai ia pahami.

Saat ia membawa dokumen ke ruang CEO, ia melihat Jae Hyuk berdiri di dekat jendela.

Langit mulai gelap lagi.

“Hujan akan turun,” katanya tanpa menoleh.

Ae Ra ikut melihat keluar.

“Akhir-akhir ini sering sekali.”

Jae Hyuk terdiam beberapa detik.

“Ada orang yang tidak suka hujan.”

Ae Ra tertawa kecil. “Saya juga sepertinya begitu.”

Ia tidak melihat bagaimana ekspresi Jae Hyuk berubah sesaat.

 

Malam hari, Ae Ra kembali ke toserba.

Rutinitas yang kini terasa seperti jeda aman.

*Klining…*

Bo Ram sedang menata snack.

Seo Jun berdiri di dekat rak minuman.

“Kau terlambat.”

“Persiapan rapat besar.”

Ae Ra menjatuhkan tubuhnya ke kursi kecil.

“Aku bahkan tidak tahu kenapa aku ikut tegang.”

Bo Ram langsung dramatis. “Kalau perusahaanmu perang, aku pindah negara!”

Mereka tertawa.

Namun Seo Jun hanya tersenyum tipis.

“Apa nama perusahaan itu?” tanyanya santai.

“Haesung.”

Gerakan Seo Jun berhenti sepersekian detik.

Hampir tidak terlihat.

“Begitu,” jawabnya pelan.

Ia kembali bekerja, tetapi tatapannya menjadi lebih dalam.

 

Di luar toko, malam terasa sunyi.

Tidak ada mobil hitam kali ini.

Namun jauh di kantor Aegis, Hyun Jin Suk duduk sendirian membaca laporan pertemuan yang akan datang.

Nama Haesung membuatnya menghela napas panjang.

“Waktu yang buruk…” gumamnya.

Pikirannya melayang pada masa lalu yang ingin ia lupakan.

Api.

Kesalahan.

Dan seorang anak kecil yang selamat.

Ia menutup mata sejenak.

Takdir yang ia coba kubur bertahun-tahun lalu kini perlahan kembali mendekat.

 

Di toserba, Ae Ra berdiri di dekat pintu sebelum pulang.

Hujan mulai turun lagi.

Seo Jun menyerahkan payung.

Namun Ae Ra mengangkat payung hitam yang sudah ia bawa.

“Aku punya.”

Seo Jun memperhatikannya beberapa detik.

Payung itu bukan miliknya.

Ia tahu.

Dan entah kenapa, perasaan tidak nyaman muncul perlahan di dadanya.

Ae Ra melangkah keluar, tersenyum kecil sambil melambaikan tangan.

Lampu jalan memantulkan bayangannya di genangan air.

Tanpa ia sadari, pertemuan besar yang akan datang tidak hanya mengubah arah perusahaan…

tetapi juga masa lalu yang selama ini tersembunyi.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!