NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembur yang melelahkan jantung

Matahari sudah lama tenggelam. Langit di luar jendela kaca kini gelap gulita. Suasana kantor yang biasanya riuh, kini berubah menjadi hening total. Satu per satu karyawan sudah pulang, menyisakan hanya cahaya lampu neon dari beberapa ruangan saja.

Namun tidak dengan Zea. Ia masih terpaku di depan komputernya, matanya terasa perih dan kepalanya pusing memandang deretan angka dan data yang tak kunjung habis.

Di seberangnya, Bara terlihat santai sekali. Pria itu sudah melepas dasinya, melipat lengan kemejanya hingga ke siku, memperlihatkan lengan tangannya yang berotot dan seksi. Ia tidak sedang bekerja, justru kedua tangannya disilangkan di dada sambil menatap lekat tak berkedip ke arah asistennya itu.

Zea menghela napas panjang, lalu memberanikan diri angkat bicara.

"Tuan.... Ini sudah jam 9 malam. Semua orang sudah pulang. Laporan ini kan bisa diselesaikan besok pagi? Boleh tidak saya pulang sekarang, Tuan?" ucap Zea pelan dan terdengar lelah.

Bara tersenyum miring, senyum yang sangat jahil dan bikin deg-degan. Ia menggeleng pelan pelan.

"Belum bisa. Data yang saya minta itu harus selesai malam ini juga. Besok pagi saya butuh buat rapat penting. Kerja yang rajin ya, Zea. Kamu kan asisten saya, harus bisa diandalkan." jawab Bara santai namun tegas.

Zea mendecakkan lidah kesal dalam hati.

''Basa-basi aja nih orang! Jelas banget dia sengaja! Dia kan dari tadi cuma diem natap aku doang! Nggak kerja sama sekali!''

"Tapi Tuan.... ini sudah terlalu malam. Bahaya lho kalau saya pulang malam-malam begini sendirian." ucap Zea mencoba membujuk.

Bara langsung berdiri dari kursinya, lalu berjalan santai mengelilingi meja kerja Zea. Langkah kakinya terdengar pelan namun membuat jantung cewek itu berdegup kencang tak karuan.

"Tenang... Kamu kan nggak sendirian. Saya masih di sini kan? Lagian... saya sengaja minta kamu lembur karena saya ingin kita punya waktu berdua kayak gini. Lama kan kita nggak ketemu?" ucap Bara pelan sambil berhenti tepat di belakang kursi Zea, suaranya rendah dan bergetar.

DEG!

Zea menelan ludah susah payah. Ia bisa merasakan napas hangat Bara menerpa lehernya dari belakang. Aroma parfum mahal pria itu memenuhi seluruh ruangan, membuat kepalanya terasa pening.

"Tu--Tuan! Ini kan kantor! Jangan bicara macam-macam! Fokus kerja dong!" desis Zea pelan, wajahnya merah padam.

Bara terkekeh pelan. Tiba-tiba kedua tangannya diletakkan di sandaran kursi, menjepit tubuh Zea di antara kedua lengannya yang kokoh. Posisi ini membuat Zea benar-benar tidak bisa bergerak kemana-mana. Terkurung dalam pelukan dan aura pria itu.

"Fokus? Gimana mau fokus kalau yang ada di depan mata saya cuma kamu? Kamu tau nggak Zea... sejak kamu duduk di sini dari tadi, saya sama sekali nggak bisa liat yang lain." bisik Bara tepat di telinga Zea, sangat pelan dan seksi.

Tangan Bara perlahan bergerak naik, menyentuh ujung rambut Zea lalu memainkannya pelan penuh rasa suka.

"Wangi kamu juga... masih sama kayak dulu. Bikin saya pengen lupa sama semua pekerjaan." lanjut Bara menggoda.

Zea langsung memutar kursinya agar berhadapan dengan Bara. Wajahnya merah padam, matanya menatap tajam meski dalam hati dia sudah meleleh setengah mati.

"Tuan Bara! Jangan menggoda terus dong! Saya kan lagi serius kerja! Kalau Tuan ganggu terus, mana bisa saya selesaikan tugasnya!" seru Zea setengah marah setengah grogi.

Bara malah semakin mendekatkan wajahnya, jarak hidung mereka tinggal beberapa milimeter saja. Napas mereka bercampur aduk.

"Kalau saya bilang... saya memang sengaja memperlambat pekerjaan kamu biar kita bisa lama-lama begini? Apa kamu marah?" tanya Bara dengan tatapan dalam dan intens.

Zea terpaku diam. Mulutnya terkunci rapat. Jantungnya berdegup begitu kencang sampai suaranya terdengar jelas di telinganya sendiri.

''Gila... Gila banget sih orang ini! Dulu aku yang naksir dia mati-matian, sekarang kok dia yang jadi agresif banget gini?!'' gumam Zea pelan dalam hati, bingung antara marah atau senang.

Bara tersenyum puas melihat reaksi wanita itu. Ia mengusap pelan pipi Zea dengan punggung tangannya, sentuhan yang sangat lembut dan hangat.

"Udah jangan cemberut. Nanti cantiknya ilang lho. Kerja yang cepat ya sayang... nanti selesai, saya antar pulang. Saya janji."

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!