NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Kring...Kring...

Ponsel Fahri yang tergeletak di nakas sejak tadi berdering tanpa henti, Fahri terbangun, tangannya melebar meraba-raba nakas dan mengambil ponsel miliknya itu lalu menatap layar dengan mata separuh terbuka.

Melihat nama Reza terpampang pada layar, dia mematikannya dan kembali tidur memeluk Bella yang masih tertidur pulas di dadanya.

Kring...Kring...

Kembali terdengar suara telepon berdering, tapi kali ini sepertinya bukan milik Fahri karena ponselnya baru saja dimatikan.

"Berisik sekali," keluh Fahri kesal, dia beringsut hendak meraih ponsel milik Bella yang tak henti berdering namun tangannya tidak sampai, dia tidak bisa bergerak bebas karena sebagian tubuhnya ditindih oleh Bella.

Mendengar ponselnya terus berbunyi, Bella pun terbangun dan membuka mata sedikit, pandangannya bertemu dengan mata Fahri yang masih terbuka.

"Siapa yang menelepon subuh-subuh begini?" gumam Bella, dia melirik dinding, jarum jam menunjuk angka lima.

Lalu Bella keluar dari dekapan Fahri, duduk bersandar di kepala ranjang sambil meraih ponselnya yang terus berdering tiada henti.

"Reza?"

Bella mengernyit melihat nama Reza terpampang pada layar ponselnya, sedetik kemudian menoleh ke arah Fahri yang masih berbaring di sampingnya.

"Angkat saja!" ucap Fahri kemudian bangkit dan turun dari ranjang, dia masuk ke kamar mandi.

Sepeninggal Fahri, Bella menerima panggilan tersebut.

"Apa...?" suara Bella menggelegar, terkejut mendengar perkataan Reza dari balik telepon.

"Iya iya, aku ke sana sekarang." sambungan telepon itu terputus, Bella cepat-cepat turun dari ranjang dan berlari kecil menuju lemari, mengganti pakaian terburu-buru.

Disaat bersamaan, Fahri keluar dari kamar mandi. "Ada apa, Bella? Kenapa ganti baju?" tanya Fahri sambil mendekat.

"Fahri, B-Bik Sari..." Bella terbata-bata, raut wajahnya nampak cemas.

Melihat Bella seperti itu, Fahri merengkuh lengannya. "Jangan panik, bicara pelan-pelan!" ucap Fahri sambil mengusap-usap lengan Bella.

Dalam dekapan Fahri, Bella menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu membuangnya kasar. Dia mendongak, "Bik Sari masuk rumah sakit," lirihnya.

Hah...

Fahri terkejut, siang tadi Sari terlihat baik-baik saja ketika dia dan Bella pamit meninggalkan rumah beliau. Kenapa sekarang bisa masuk rumah sakit?

Tanpa pikir panjang, Fahri melepaskan tubuh Bella, membuka pintu lemari dan mengambil mantel. "Di luar dingin, pakai ini!" ucap Fahri sambil memakaikannya ke tubuh Bella.

Bella mengerutkan kening, "Mantel siapa ini?" tanyanya penasaran, sebelumnya dia tidak pernah melihat mantel itu, mantel panjang berwarna merah maroon khusus wanita, perasaannya tidak enak.

"Punya kamu lah, punya siapa lagi." jawab Fahri sambil mengambil mantel lain dan membungkus tubuhnya.

"Tapi aku tidak punya..."

"Sudah, jangan banyak tanya! Mau ke rumah sakit gak?" selang Fahri, Bella pun mencebik, keduanya meninggalkan kamar.

Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Bella termenung menatap jalan yang mereka lalui, dia khawatir memikirkan keadaan Sari. Sejak kecil, Sari memperlakukannya dengan baik, memberikan kasih sayang yang tidak pernah dia dapatkan dari Hana.

Dari bangku kemudi, Fahri sesekali menoleh ke arah Bella yang duduk di sampingnya, hatinya mencelos, dia tau Bella mengkhawatirkan Sari, dia pun meraih tangan Bella dan menggenggamnya erat.

Sesampainya di rumah sakit, Fahri menggandeng tangan Bella menuju ruang rawat, di depan pintu sudah ada Reza yang menunggu.

Melihat Reza, Bella menarik tangannya dari genggaman Fahri dan berlari kecil. "Bagaimana keadaan Bik Sari?" tanya Bella khawatir lalu mengintip dari balik kaca.

Reza menjelaskan bahwa keadaan Sari sudah membaik, hanya saja ada beberapa luka di bagian tubuh, dokter sudah menanganinya, sekarang Sari sedang tertidur di dalam ruangan usai diberi obat tidur.

"Syukurlah," Bella menghela nafas lega, Fahri merengkuhnya dan membawanya masuk ke ruangan.

Di dalam ruangan, Bella duduk di kursi yang ada di samping ranjang pasien, menatap iba pada Sari yang memiliki beberapa luka di wajahnya. Fahri berdiri di belakang Bella, mengusap-usap pundak istrinya itu dengan lembut.

"Semua akan baik-baik saja, jangan sedih!" ucap Fahri, dia berusaha menguatkan Bella.

Dari balik pintu ruangan yang terbuka sedikit, Reza muncul dan memberi isyarat pada Fahri. Fahri mengedip, Reza pun kembali ke luar.

"Kamu di sini dulu, aku keluar sebentar." ucap Fahri sambil membungkuk lalu berjalan meninggalkan ruangan.

Di luar, Reza dan Fahri berdiri saling berhadap-hadapan, Reza menceritakan semua yang dia tau tentang kejadian yang menimpa Sari.

Sari berhasil menyeret tubuhnya ke dalam kamar. Setelah mendapatkan ponsel miliknya, dia berusaha sebisa mungkin menyalakannya. Dia menggunakan kaki untuk memanggil Reza yang sebelumnya sudah mengingatkan Sari untuk menghubunginya jika terjadi sesuatu.

Mengenai siapa yang melakukan semua itu, Reza tidak bisa memastikannya. Sari hanya bergumam agar Fahri menjaga Bella, jangan biarkan Bella seorang diri, setelah itu dia pun pingsan.

Reza mengatakan ada dua kemungkinan, bisa jadi itu ulah orang tua Bella, jika tidak mungkin saja perbuatan Andre.

Ya, bisa saja Andre tidak terima dan ingin membalas dendam atas kejadian malam itu, malam dimana dia gagal memperk0sa Bella.

Malam itu Reza membawanya ke tempat sepi, menghajarnya sejadi-jadinya bersama beberapa orang pria kepercayaan mereka.

Keesokan harinya Fahri mendatanginya, Fahri berhasil membuatnya lumpuh hingga sampai saat ini harus duduk di kursi roda.

Mendengar semua penjelasan Reza, tangan Fahri mengepal kuat, buku-buku jarinya memutih seiring suara gigi bergemeletuk, rahangnya bergerak tegas. Siapapun itu, Fahri tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja, hutang darah dibayar darah, hutang nyawa dibayar nyawa.

Krek...

Pintu ruangan berderit, Bella muncul dan berjalan menghampiri keduanya. "Apa yang kalian bicarakan?" tanya Bella dengan kening mengernyit, dia penasaran.

Melihat Bella sudah berdiri di sampingnya, Fahri mengendurkan otot-otot yang sempat menegang. "Bukan apa-apa," lalu dia merengkuh lengan Bella, memapahnya duduk di kursi, Bella pun bersandar di dadanya, Fahri mendekapnya erat.

Menyaksikan Fahri begitu lembut dan perhatian terhadap Bella, Reza tersenyum simpul, dia ikut senang, akhirnya mereka berdua kembali bersama. Memang pasangan yang serasi, satu cantik yang satunya tampan, sempurna sudah hidup majikannya.

Dalam pemikirannya sendiri, Bella mendongak menatap lekat wajah Fahri. "Bolehkah aku meminta sesuatu?" ucap Bella tanpa kedip.

Fahri menatap dalam mata Bella. "Tentu saja boleh," jawab Fahri yakin. Sejak memutuskan rujuk, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, dia akan melakukan apa saja untuk Bella, menuruti apapun kemauan istrinya itu.

Bella tersenyum simpul kemudian meminta dengan sangat agar Fahri mau menampung Sari di rumahnya. Bella tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Sari sudah seperti ibu baginya, kasih sayang Sari tidak ternilai baginya.

Waktu kecil Sari lah yang mengurusnya, memberinya makan bahkan diam-diam menyelipkan uang belanja ketika dirinya tidak dikasih jajan saat pergi ke sekolah.

"Bodoh," Fahri mencubit pipi Bella seraya tersenyum lepas. "Kamu itu nyonya di rumah kita, semua keputusan ada di tanganmu." kata Fahri dengan jelas.

Mendengar itu, hati Bella terenyuh, untuk pertama kali dia merasa keberadaannya benar-benar dianggap.

Sebenarnya dua tahun pernikahan sebelumnya dia juga merasa dianggap, hanya saja waktu itu sikap Fahri tidak sehangat ini.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!