NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngajak Belah Duren

Arjuna melangkah keluar dari mobil dengan di ikuti oleh Yura yang setia mengekor dari belakang.baru beberapa langkah berjalan.Yura menatap dengan takjub bangunan yang ada di hadapan nya.

" Ini beneran Aku di ajak tinggal di sini."gumam Yura setengah berbisik namun terdengar sangat jelas oleh Arjuna.

" Gimana? Suka sama rumah nya?" tanya Arjuna memandang sekilas Yura.

Yura hanya mengangguk kembali mengekori langkah kaki lelaki yang sudah menjadi suami nya.Arjuna membuka pintu yang tidak terkunci.hingga akhirnya Yura reflek menghentikan langkah nya lagi saat pintu itu terbuka lebar .mata gadis ini seketika terbuka lebar dengan bola mata yang seperti nya akan keluar dari tempat persembunyiannya.

Ruang tamu luas terbentang di hadapan nya di penuhi cahaya lembut dari lampu gantung dan lampu dinding modern . interior di dominasi warna putih tulang, hitam.biru muda yang di padukan dengan berbagai macam ukiran kayu modern.

" Ini bagus banget."Yura tak sempat memejamkan mata sangking kagum nya dengan bangunan yang ia lihat.

Ia sudah sering melihat berbagai macam rumah mewah besar dan panjang termasuk rumah milik orang tua nya.tapi ini sangat jauh berbeda dengan rumah yang pernah ia lihat.bahkan dari segi tata ruang nya saja Yura harus mengakui keunggulan rumah ini.

" Selamat datang Tuan Arjuna dan juga Nyonya cantik."sapa seorang wanita yang baru keluar dari dapur dengan memakai baju daster kebanggaan nya.

Yura tersenyum.melihat wanita ini Yura jadi teringat dengan ketiga Bibi kesayangan nya.

"Ini Mbok Liah." ucap Arjuna memperkenalkan wanita paruh baya ini kepada Yura.

Yura tanpa sungkan maju lalu mengulurkan tangan nya ke hadapan Mbok Liah.

" Saya Yura Mbok." ucap Yura lalu mencium punggung tangan wanita ini.

Mbok Liah yang di perlakukan seperti ini oleh Yura, bergegas menarik tangan nya lalu beralih menatap Arjuna dengan wajah takut nya.

" Jangan seperti itu Nyonya,saya yang akan membantu Nyonya di rumah ini." ujar Mbok Liah menegaskan tentang status nya dan Yura tidak perlu memberi hormat kepada nya.

Yura kembali tersenyum sambil mengangguk senang.meskipun Mbok Liah adalah asisten rumah namun dari segi usia Mbok Liah jauh lebih tua dari nya, maka nya Yura dengan sopan mencium punggung tangan wanita ini.

" Mbok Liah sudah lama bekerja di rumah Mama, karena belum sempat cari asisten rumah tangga untuk membantu mengurus rumah ini,Saya akhirnya minta izin Mama untuk pinjam Mbok Liah.nanti saya akan cari lagi orang yang bisa membantu Mbok Liah mengurus rumah." jelas Arjuna karena memang dia masih butuh waktu untuk mencari asisten rumah tangga yang cocok sesuai dengan keinginan nya.

Kebetulan macam apa ini? Yura akhirnya punya cela untuk memasukkan ketiga Bibi kesayangan nya di rumah ini.Yura sudah merasa nyaman dengan mereka bertiga.tinggal terpisah meskipun baru satu namun sudah membuat Yura merindukan sosok ketiga Bibi kesayangan nya.

" Oh Iya...Aku boleh nggak minta izin ngajak Bibi ikut kerja di sini,selama ini Bibi yang sudah menemani Aku selama berada di rumah itu." mohon Yura sambil menangkup kedua tangan di dada.

" Nanti Pak Usman yang akan menjemput mereka ke sana." balas Arjuna tidak bisa menolak permintaan Yura karena melihat wajah Yura yang begitu menggemaskan.

Yura,Kamu benar-benar membuat pikiran saya gila,pikir Arjuna.wajah imut dan bibir hangat nya benar-benar menyiksa Arjuna.harusnya sekarang mereka sudah berada di dalam kamar dan menghabiskan waktu berdua.Arjuna berusaha menghela nafas panjang berusaha sabar.tapi tak bisa menahan pandangan yang begitu intens ke arah Yura.

" Takut banget Aku lihat tatapan mata nya,kayak nya dia bisa berubah jadi bringas."batin Yura,pipi nya mulai memanas membayangkan adegan dua puluh satu plus.

" Ayok kita ke kamar." ajak Arjuna usai mengirim pesan singkat kepada Pak Usman sang sopir yang mulai hari ini bertugas mengantar sang istri kemana pun dia akan pergi.

" Eh mau ngapain? Kamu mau unboxing Aku siang-siang begini?"celetuk Yura polos dan renyah.

Arjuna memejamkan mata mendengar celetukan sang istri, sementara Mbok Liah sudah kabur ke dapur dengan membawa tawa yang ingin pecah.

" Kalau Kamu bersedia,ayok kita lakukan.sekalian Kamu harus di hukum." balas Arjuna

Yura mengerucut kan bibir nya.lelaki ini suka sekali memberi hukuman untuk nya.Yura mengacak kesal rambut yang masih memakai sanggul sisa akad nikah tadi pagi.

Ceklek..

Arjuna membuka pintu kamar utama.yang luas nya tiga kali lipat dari kamar milik Yura sebelum nya.

" Kita tidur satu kamar?" tanya Yura ambigu.

Arjuna menyipit kan mata karena bingung dengan pertanyaan dari Yura.bukan kah selama ini sepasang suami istri memang tidur satu kamar.tidak mungkin kan Yura tidak tahu tentang itu.

" Maksud nya apa?" tanya Arjuna. Dengan wajah datar.

" Ya kan kita nikah nya dadakan,kali aja kita pisah kamar.terus akan berpisah beberapa bulan ke depan." apa yang Yura sampai kan sama persis seperti cerita dalam sinetron ikan terbang.

Tak...

Arjuna menyentil dahi Yura.

" Jangan ngaco! Pernikahan kita resmi dan tidak akan ada yang nama nya perpisahan.kita akan tidur satu kamar sampai tua dan maut memisahkan." ucap Arjuna tegas.

Enak saja gadis ini,masa baru nikah udah mikir mau pisah.

" Jadi cerita nya kita beneran jadi suami istri seutuh nya?" tanya Yura polos.

"Hmmm...Jangan lupa sama tugas Kamu sebagai seorang istri."ucap Arjuna tersenyum tipis.

Yura duduk termenung di ujung tempat tidur sambil memikirkan tentang pernikahan nya.benar juga apa yang Arjuna katakan tadi, mereka nikah secara Sah di mata hukum dan negara.entah kenapa juga Yura sampai berpikir Arjuna akan menceraikan nya.padahal selama ini Arjuna tidak pernah membahas cerai kepada nya.

" Sana mandi dulu! Kata nya mau siang pertama." goda Arjuna memecahkan lamunan Yura.

" Ehh...Kamu! Aku..Aku nggak punya baju ganti." jawab Yura ngasal.

" Di dalam ruangan itu Mama sudah menyiapkan berbagai macam model baju untuk Kamu." ucap Arjuna sambil menunjuk sebuah ruangan yang ada di paling pojok kamar ini.

" Beneran? Baju-baju Aku yang masih tertinggal di rumah Mama Rahmi gimana?" tanya Yura terheran-heran ternyata seperti ini rasa nya menikah dengan orang kaya.

Nggak ada baju ya tinggal beli, nggak perlu capek-capek lagi jemput kesana kemari.

" Biarkan saja di sana,pakai baju yang sudah di siapkan sama Mama saja." balas Arjuna lagi karena tidak ingin membiarkan Yura kembali ke rumah itu.

Yura mengangguk paham,kaki nya melangkah mengelilingi ruangan tempat penyimpanan baju,semua baju tertata rapi di sana.tak hanya satu lemari yang berisi pakaian wanita,ternyata ada delapan Lemari yang sudah di persiapkan khusus untuk Yura

lengkap dengan tas, perhiasan , sepatu dan aksesoris wanita lain nya,di samping nya tertata rapi baju-baju mahal milik Arjuna.

"Duh masa Aku mesti manggil sayang sih sama dia." batin Yura berdiri gelisah di dalam kamar mandi karena kesusahan membuka printilan yang lengket di kepala dan juga tubuh nya.

" Kalau nggak minta bantuan dia,terus sama siapa lgi? Tapi ini sudah banget buka nya." sungut nya ingin menangis malas memanggil Arjuna dengan panggilan sayang.jika ia melanggar maka lelaki itu akan kembali menghukum nya.

" Duh...Gimana ini..." lima menit, sepuluh menit berlalu hingga membuat kaki Yura terasa pegal karena terlalu lama berdiri.

" Tau akhhh... Hitung-hitung sekalian belajar untuk besok-besok." kata Yura meyakinkan diri nya kalau ini tidak salah dan harus ia lakukan.

Ceklek...

" Sa...Sayang...Mas Arjuna sayang.." panggil nya lagi mencari keberadaan Arjuna .

" Ada apa?" tanya Arjuna yang baru muncul dari arah balkon dengan hanya memakai boxer tanpa penutup dada.

"Busett...Gagah banget itu dada... Jadi pengen pegang." lirih Yura tidak berhenti menatap intens bagian dada Arjuna.

" Kamu panggil saya?" tanya Arjuna mendekat.

" Yura...Ada apa ?" tanya Arjuna melambaikan tangan nya di hadapan Yura.

" Eh...Iya..." Yura gelagapan malu dengan tingkah nakal nya.

" Kenapa? Saya baru saja menerima telepon dari Pak Usman." kata Arjuna menjelaskan takut di kira Yura selingkuh.

" Saya ...Saya terus... Nggak asyik banget jadi suami,ini bantuin Aku lepaskan sanggul nya." gerutu Yura berusaha menutupi kegugupannya.

" Oh... Nggak sekalian kebaya nya juga?" goda Arjuna memainkan alis nya.

" Boleh.. Sekalian aja belah duren nya di kamar mandi." balas Yura pura-pura menantang.

Arjuna geleng-geleng,di tantang seperti ini membuat gairah nya naik ke ubun-ubun.

Tapi ia sudah berjanji tidak akan menyentuh Yura sampai gadis kecil ini siap menerima pernikahan mereka.

Setelah membantu Yura melepas segala macam printilan yang membuat tubuh nya merasa tidak nyaman,Arjuna lalu keluar dari kamar mandi meninggalkan Yura yang kata nya ingin berendam di bathtub.

" Apa dia nggak tertarik ya sama tubuh tipis Aku ini.melon nya kecil kali ya " gumam Yura heran kenapa Arjuna terlihat biasa saja dan tidak jadi belah duren.

" Atau dia sedang nungguin Aku selesai mandi,baru setelah ini kami ninaninu...Alamak...Aku lupa minta tutorial nya sama Intan,dia kan suka nonton film begituan.gimana ini?" Bukan nya merasa tenang yang ada Yura malah menangis tidak jelas di dalam bathtub.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!