Adelia Azzahra seorang gadis mandiri yang mampu mendirikan perusahaannya sendiri dari nol. Dia gadis yang cantik dan akan bertemu dengan Adam Wijaya seorang pembisnis handal yang dingin. Dulu Adam adalah seorang pria yang baik dan ramah. Dia berubah dingi karena saat hari pertunanganya gadis yang ia cintai tak kunjung datang. Dia sangat marah karenan ada seseorang yang mengirimkan foto gadis yang ia cinta tengah tidur bersama seorang pria. Sejak saat itu Adam tidak percara kepada wanita. Dan dia bersikap dingin kepada siapa saja yang mendekatinya.
Bagaimanakah kisah cinta antara mereka bisa berjalan
Yuk ikuti ceritanya.
happy reading 😊😊
by Diyah Nur Arroyan❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Akhirnya Adel dan Adam telah sampai di restoran yang telah Adam pesan.
" sebelum masuk aku ingin kamu pakai ini dulu" Adam yang menyerahkan penutup mata ke Adel.
" untuk apa sih aku pakai ginian segala?" tanya Adel
" sudah lah ikuti saja. sini biar aku pakaikan" Adam yang meminta penutup mata ke pada Adel dan menutup mata Adel.
" pegang tangan ku. aku akan membantumu berjalan masuk kedalam" Adam yang menggenggam tangan Adel
" kalau bukan kamu siapa lagi yang mau membantu ku masuk" Adel yang judes
Adam hanya tersenyum melihat Adel cemberut. mareka pun masuk kedalam restoran. saat sampai di tengah restoran tangan Adel di lepas oleh Adam. Adel yang merasa genggaman tanganya terlepas mulai panik.
" Adam apa yang kamu lakukan? kenapa kamu melepas tangan ku. Apa aku boleh membuka penutup mata ini sekarang? Adam ... Adam.." panggil Adel. namun Adel tak mendapat jawaban dari Adam akhirnya membuka penutup mata nya. betapa terkejutnya Adel melihat ruangnan yang sudah terdekor dengan sangat cantik dan terdapat meja makan di tengah restoran tersebut.
Di atas meja yang berada di tengan terdapan lilin lilin yang tertata indah di sana ada juga bunga mawar merah yang berada di dalam pot kaca transparan. Di sekeliling meja ada taburan bunga mawar warna warni yang di campurkan.
Adel yang masih terkejut pun hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya. belum selesai atas keterkejutan nya kini Adel melihat Adam berdiri tidak jauh dari meja makan membawa buket bunga mawar merah yang sangat besar mungkin jika di hitung ada 100 buah tangkai mawar merah.
Adam mulai berjalan maju menuju Adel. Adam tersenyum manis ke arah Adel. Adel merasa gugup karena Adam sudah berada di depan matanya sekarang.
" Adelia Azzahra. mungkin aku bukan seorang yang romantis dan ini semua yang mengerjakan nya campur tangan sekertaris ku namun aku hanya ingin menyampaikan perasaan ku." ucap Adam
"Adelia Azzahra aku tau kita menikah karena keadaan aku tau kamu belum bisa sepenuhnya menerima keadaan ini dan aku juga tau mungkin kamu melayaniku karena kau ingin mencoba menjadi istri yang baik. tapi Adel aku tak tau sejak kapan perasaan ini mulai berubah menjadi seperti ini aku juga tak tau sejak kapan aku mulai tergantung kepada mu dan aku juga tak tau aku tak bisa jauh dari mu"
"Adelia Azzahra mungkin ini terlambat tapi apa kau ingin mendampingiku menjadi belahan dari hidup dan menjadi ibu dari anak anak ku kelak? "
" karena saat ini detik ini dan sampai aku mati aku telah jatuh cinta kepada mu. aku sudah sayang kepada mu Adeli Azzahra"
"maukah kau berada di sampingku selamanya samapi ajal menjemput?" tanya Adam
Adelia yang mendapat pernyataan cinta dari Adam menitihkan air matanya ia bingung harus menjawab apa ke Adam karena Adelia belum menyadari perasaan nya terhadam Adam
"Adam sebelumnya aku minta maaf aku belum bisa membalas perasaan mu aku belum bisa mencintai mu bukan karena di hati ku masih terisi pria lain tapi aku belum bisa membuka hati ku untuk mu" Adel menitihkan air matanya
"tapi. . . aku saat ini telah menjadi istri sah mu aku telah bersama mu aku telah halal untuk mu" adelia terhenti karena ia takut kalau ucapanya menyakiti Adam.
" Adam aku akan mencoba untuk membuka hati ku untuk mu aku juga akan mulai menyayangimu. Jadi Adam mau kah engkau bersabar untuk menunggu ku bersabar untuk ku belajar mencintai mu?" Tanya Adel
" Aku tau akan perasan mu Adel dan aku akan menunggu mu aku akan tetap ada untuk mu" jawab Adam
" terima kasih Adam ... terima kasih atas semua yang telah kau berikan kepada ku...aku akan berusaha untuk membuka hati ku untuk mu" Adel yang memeluk Adam
" Adelia jika sekarang kau belum bisa memberikan cinta mu kepadaku apakah kau bersedia memberikan persahabatan untuk diriku?" tanya Adam mengulurkan tangan nya
" dengan senang hati Adam" jawab Adel dan menjawab uluran tangan Adam.
" Adel karena kita sudah menjadi sahabat maukah kau makan malam dengan sahabat mu ini?" Adam.
"baiklah ayo kita makan" Adel
Sebenarnya Adam sedikit kecewa namun bagai mana lagi memang perasaan tidak bisa di paksakan. Adam juga merasa sedikit lega karena Adel bilang akan mencoba membuka hatinya untuk Adam.
Adam dan Adel menikmati makan malam bersama dengan diiringi lantunan musik yang di sajika dari restoran tersebut. mereka makan dengan hening karena masih sama sama grogi.
" em Adel kita sahabat jadi jika ada masalah kau boleh bicaran dengan ku dan sebaliknya jika aku ada masalah bolehkah aku bicara dan berbagi cerita dengan mu?" tanya Adam yang ragu akan jawaban Adel
" Adam kita kan memang sudah bersama dan itu artinya kau boleh bercerita apapun kepada ku jadi jangan sungkan ok" jawab Adel
" em kalu itu juga boleh?" tanya Adam yang menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
" itu... apa maksud mu Adam jangan membuat ku bingung. ayo lah Adam kau tidak usah begitu kepada ku" jawab Adel dengan senyum mengembang di wajahnya.
" apakah aku juga boleh meminta hak ku?" tanya Adam yang malu akan pertanyaan nya sendiri.
" dasar mesum" Adel memukul lengan Adam yang sudah berpindah di sebelahnya.
" ayolah Adel aku tidak bisa jika di dekat mu tidur bersama mu tapi aku hanya memandangi mu saja. kasihanilah junior ku ini" Adam yang memelas di depan Adam
"ah sudah lah itu di bahas di rumah saja. aku malu jika kau bertanya soal itu kepada ku di sini" ucap Adel malu dengan pertanyaan Adam yang terlewat mesum menurutnya.
Adam hanya tersenyum karena secara tak langsung Adel telah setuju akan permintaanya yang terahir.
Adel dan Adam melanjutkan makan malam mereka. jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Adam dan Adel mengakhiri makan malam mereka dan keluar menuju mobil yang terparkir di depan restoran tersebut.
Adam membukakan pintu untuk Adel dan di sambut senyuman manis Adel.
Adam melajukan mobilnya menuju rumah Adel. Saat sampai di rumah Adel masuk kedalam kamar dan berganti pakaian Adam yang baru masuk ke kamarnya mencari keberadaan Adel.
" dimana dia ?" sambil berjalan membuka pintu kamar mandi.
" tidak ada di sini. apa dia masih di bawah tapi tadi di bawah lampunya sudah padam" guman Adam
" apa yang kau cari?" tanya Adel yang sudah ganti pakaian dengan piyama tidur nya.
" eh tidak aku tidak mencari apa apa ya sudah aku ke ruang ganti dulu" jawab Adam gugup karena ketahuan sedang memikirkan Adel
" dasar aneh mesum" guman Adel
# kakak kakak sekalian ayo dong tolong di tinggal kan jejak nya agar bisa cepet up nya.
# dan untuk yang telah meninggal kan jejaknya
# terima kasih banyak kak...
😊😊😊🙏🙏🙏
mulai deh pelakor nya
sebagai tokoh cep gak memiliki karakter yg kuat
terlalu lemah mudah di jebak.. maaf thor... bye bye
seharusnya sebagai ceo
punya bodyguard atau orang kepercayaan. biar bisa jd tameng gak mudah tersentuh
ini sekretaris nya malah gak ikut di acara penting
kita greget cerita nya
sabah serawak NKRI hartoni 8000aplikasi.