NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Dakrossa, area mencuci pakaian

"Aku paling suka hari mencuci," ungkap Ilyar seraya memukul kain pada bak batu setelah mengucek sejumlah pakaian yang kini berada dalam ember kayu.

"Aku tidak suka tempat ini," kata Rubia.

Lantai berbatu kasar tempat mereka mengilap karena air sabun, terlihat sangat licin sehingga harus hati-hati ketika melangkah. Belum lagi bau apek dan anyir membuat penciumannya terusik, lagi pula air yang digunakan dari selokan terlihat keruh karena merupakan air sisa. Hari ini, Rubia menemani Ilyar mencuci sementara Adrene serta Valeris melakukan aktivitas lain.

"Kudengar bocah sialan itu ada di sini."

Semua perhatian tahanan di ruang cuci beralih cepat ke sumber suara. Pria bertubuh besar hadir bersama dua rekan lainnya, kemudian dia memberi kode pada tahanan lain untuk keluar jika tidak mau jadi korban amukannya karena yang dia cari adalah Ilyar.

"Kamu kenal dia?" tanya Rubia ketika semua tahanan keluar, berdiri mengintip di ambang pintu sementara si tahanan itu menatap benci ke arah Ilyar.

"Dia orang yang bertengkar denganku," jawab Ilyar pelan.

"Sial! Mereka punya tubuh yang besar. Apa aku bisa menghadapi ketiganya dan memberi celah agar Ilyar kabur?" Rubia melirik kanan kiri, mencari benda yang mungkin bisa digunakan sebagai senjata, tapi tiba-tiba salah satu rekan si Tahanan langsung menendang perut Rubia hingga dia jatuh terduduk, sikunya menabrak bak batu.

"Kak Rubia!" Ilyar melotot dan hendak menolong, tapi satu lainnya menghadang pergerakannya agar dia fokus pada Tahanan dengan luka di leher. Orang yang dia gigit waktu itu.

"Dasar pengecut!" Ilyar meraung setelah memungut sabun batangan dan melemparnya ke arah musuh, tepat mengenai wajahnya.

Tahanan itu mendelik tajam, tangannya terkepal dan segera meminta dua rekannya mengeret Rubia menjauh dari tempat cuci. Wanita penyihir tersebut memberontak ketika dua pria mencekal lengannya, mengeretnya keluar.

"Sialan! Panggil penjag-" perkataan Rubia terputus tatkala mendapati dua penjaga di tempat cuci terkapar. Mereka dihajar.

Ilyar dalam bahaya! Rubia berseru dan hendak masuk menolong, tapi dua orang di hadapannya terus memblokir pergerakannya sehingga ia hanya bisa menyaksikan dengan ketakutan.

Duagh!

Satu pukulan berhasil mendarat pada ulu hati Ilyar. Lantai yang licin membuatnya terpelanting cukup jauh hingga punggung menabrak dinding. Ilyar terbatuk sembari menyentuh perut, menatap si musuh yang mendekat perlahan, siap melayangkan satu tendangan ke kepalanya, tapi dengan cepat Ilyar berguling hingga ujung kaki musuh hanya menyapa dinding.

Ilyar berdiri dengan cepat, memutar pinggul seiring tangan terkepal kuat dan diangkat dari bawah untuk dihantamkan ke bawah dagu musuh. Saat melakukannya, Ilyar mendesak tenaga dalam yang berasal dari ener mengalir cepat ke tangan yang terkepal lalu ... Duagh!

Sebuah uppercut berkekuatan besar berhasil diberikan. Musuhnya sampai mendongak bersama mata melotot dan mulut setengah terbuka. Dia langsung jatuh terlentang, menghantam lantai batu yang tergenang air sabun.

Semua tahanan yang menyaksikan itu tercengan, tapi musuh Ilyar tidak tumbang begitu mudah. Dia bangkit kembali dan meraung seperti orang kesetanan, tidak terima seorang gadis mampu membuatnya terpojok!

Lantas, dia bergerak lebih brutal, melancarkan banyak pululan. Ilyar yang belum berpengalaman dalam pertarungan sangat kewalahan sehingga tubuh kecilnya menerima serangan bertubu-tubi, beberapa tulangnya patah, tapi dia masih berusaha melindungi kepala dan wajahnya dengan kedua tangan sambil berusaha menghindar. Lantai yang licin membuatnya nyaris jatuh berkali-kali.

Aku akan mati jika terus seperti ini!

Mata Ilyar bergulir kian kemari, mencari sesuatu yang bisa dimanfaatkan lalu ember kayu besar berisi pakaian yang telah ia cuci tertangkap pandangan. Dengan cepat, Ilyar merunduk saat satu pukulan bergerak ke atas kepalanya dan segera merangkak memeluk ember kayu, diangkat kemudian isinya dilempar ke arah musuh.

Ketika musuh kerepotan menyingkirkan kain-kain menumpuk di atas kepalanya, Ilyar melingkarkan kedua tangan pada perut si musuh, mendorongnya hingga hilang keseimbangan dan terjatuh. Secepat kilat Ilyar mengubah posisi dengan memeluknya dari belakang dan melakukan kuncian, melingkarkan sepasang kaki pada pinggul musuh dengan kuat sembari menyambar satu kain cucian penuh air untuk dibelitkan pada leher musuh.

"Aku harus membunuhnya, mengakhirinya di sini. Jika tidak... akulah yang akan terbunuh."

Sepasang mata Ilyar berkaca-kaca, tapi tangannya memberi tarikan kuat untuk menjerat batang leher itu hingga musuhnya meronta-ronta karena napasnya tercekik di kerongkongan. Seharusnya tubuh rampingnya tidak mampu melakukan kuncian sekuat itu, tapi Ilyar memanfaatkan tenaga dari ener untuk meningkatkan kekuatan fisiknya.

Ukh!

Musuhnya terus memberontak. Hentakan kaki membuat genangan air memercik ke mana-mana, sementara tangannya berusaha mencakar wajah Ilyar. Namun, pada akhirnya pergerakannya mulai melemah seiring mata bagian hitam bergulir ke atas, nyaris menyisakan bagian putih saja.

Musuhnya akan mati namun, keraguan menari-nari di mata abu-abu gadis berusia 18 tahun tersebut. Tidak lama seorang sipir muda masuk dan menarik kerah pakaian Ilyar, saat itu pula musuhnya yang nyaris meregang nyawa selamat.

Tubuhnya mengejang ke atas, seolah baru mencapai permukaan setelah tenggelam di dasar laut. Dia segera bangun dan terbatuk-batuk mencekal batang leher yang kembali berdarah karena luka yang ditinggalkan Ilyar beberapa hari lalu kembali terbuka. Semakin menyakitkan setelah dicekik kain tadi.

"Aku harus membunuhnya, jangan mencegahku." Ilyar berkata pelan dan berusaha meraih kain yang terlepas dari genggamannya, tapi sipir muda itu, yakni Heidan, memeluk Ilyar dari belakang dan berusaha menenangkannya.

"Kami akan mengurusnya. Tolong tenang, Putri," bisik Heidan.

Dada Ilyar naik turun karena napas memburu dan emosi yang tidak stabil. Matanya memancarkan keinginan untuk membunuh setelah melihat musuh itu kembali bangkit dan diringkus para penjaga.

Seharusnya dia tidak ragu diakhir.

"Lepaskan aku atau kubunuh juga kamu!" Ilyar mendelik tajam pada Heidan.

Heidan tersentak sampai menahan napas saat mendapat respon tersebut, jauh berbeda dengan Ilyar yang biasanya. Dia sampai merinding ketika mata abu-abu itu sungguh memancarkan nafsu membunuh yang besar.

"Cukup, Ilyar. Kendalikan dirimu."

Tiba-tiba Rubia menyerobok kerumunan yang menegang, masuk dan menangkup wajah Ilyar yang pucat dan basah. Mulai dari ujung kepala hingga kaki gadis itu basah kuyup dan terdapat noda darah di wajah serta pakaiannya. Ilyar bahkan tidak menyadari bahwa tubuhnya jauh lebih babak belur dari pada musuh yang nyaris dibuat tewas itu.

"Jika dibiarkan dia akan melukai kita lagi," jawab Ilyar seraya mendelik ke arah musuh bertubuh besar yang mulai ketakutan hanya dengan bersitatap dengannya.

Heidan segera memberi kode pada rekan penjaga untuk membawa tahanan itu keluar. Sementara Ilyar berusaha ditenangkan lalu setelah beberapa waktu tubuhnya limbung, tidak sadarkan diri.

"Aku akan menemaninya," Rubia berkata pada Heidan sesaat Ilyar yang sudah tidak sadarkan diri berada dalam gendongan Heidan.

"Tidak. Anda bisa kembali ke ruangan atau membereskan pekerjaan yang sempat tertunda. Saya akan mengurusnya," jawab Heidan dan segera berlalu dari sana.

Bukan menuju ruang bangsal perawatan biasanya, Heidan membawa Ilyar ke ruang lain melalu jalur tersembunyi. Masuk ke ruangan di mana ada Menthia di sana, sudah menunggu sejak tadi.

"Baringkan di sana," kata Menthia setelah melihat luka-luka di sekujur tubuh Ilyar.

Heidan membaringkannya ke ranjang kayu sedangkan Menthia segera duduk di tepian seraya memeriksa kondisi tubuh Ilyar. Hembusan napas berat lolos dari tabib tersenit. "Dia hampir celaka karena menggunakan kekuatan dengan gegabah."

"Saya tidak menyangka dia punya sisi mengerikan seperti itu," komentar Heidan karena sebelumnya dia menganggap Ilyar cukup manis karena sangat ramah dan tenang.

Menthia menoleh pada Heidan. "Padahal dia baru membuka sedikit sisi buasnya sebagai seorang Valgard. Jika segini saja sudah mengerikan, bagaimana ke depannya?"

Heidan menelan ludah. "Apa saya bisa menahannya saat itu sesuai perintah Tuan Solomon?"

"Jika saat itu tiba, mungkin Solomon yang harus turun tangan sendiri," jawab Menthia.

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!