NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lepaskan Saja

“Memang terdapat kenaikan biaya operasional sebesar 15% tapi hal ini diimbangi net profit yang tetap stabil berkat efesiensi di sektor pemasaran.”

Suasana dalam ruang rapat seharusnya tegang karena prsentasi laporan kuartal yang krusial, apalagi mengingat rapat terakhir kali di mana Ares mengamuk seperti kerasukan iblis. Namun, sekarang sang CEO-pusat gravitasi dari ruangan tersebut justru tampak berada di di mensi lain.

Lian dan Vano saling pandang, memberi isyarat agar membangun jiwa Ares yang tampaknya tersesat.

“Ares?” panggil Lian yang seakan tidak di dengar oleh Ares. Mata yang biasanya tajam untuk mencari kesalahan dalam laporan kini tampak mengawasng, terapaku pada satu titik kosong di atas meja.

Orang-orang di ruang rapat mulai berbisik pelan, menyadari bahwa atasan mereka yang biasanya perfeksionis dan tajam itu tidak memberikan interupsi atau kritik pedas seperti  biasanya sejak rapat di mulai.

Satu-satunya tanda kehidupan dari Ares adalah jari jemarinya yang memainkan pena, mengetuk-ngetukkannya ke permukaan meja tanpa suara, menciptakan tempo kegelisahan yang tersembunyi.

“Ada apa lagi dengan dia?” bisik Lian pada Vano.

“Biasa,” jawab Vano diiringi helaan napas berat yang langsung membuat Lian melakukan hal yang sama.

Siapa lagi yang bisa membuat Ares bersikap tidak biasa jika bukan Lyra?

Kini semua orang mengalihkan tatapannya pada Lian, bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan.

“Ares, kamu sudah mendengar laporan Laras?” Nada bicara Lian naik satu oktaf hingga berhasil menarik perhatian Ares.

“Lanjutkan!” titah pria itu tanpa keraguan sedikit pun.

Lian segera memberi isyarat agar Laras melanjutkan presentasinya.

 Rapat tetap berjalan seperti biasa meski dengan suasana yang lebih mencekam dari sebelumnya, sebab diamnya Ares seperti api yang menyala di bawah lapisan es. Satu kesalahan kecil bisa membuat mereka terbakar atau tenggelam ke dalam gelombang es yang dingin.

********

“Ares belum pulang?”

Setelah beberapa hari menginap di rumah sakit, kini Lyra memilih pulang karena merasa tidak sanggup mendampingi kekasih yang justru menganggapnya calon kakak ipar.

Sungguh ironis, pikirnya.

“Belum, Nyonya. Sejak kemarin Tuan Ares tidak pulang.”

Lyra mengangguk mengerti. Ares tidak pulang bukan hal baru baginya, apalagi pria itu punya perusahaannya sendiri, ditambah sekarang sibuk menyelidiki kasus kecelakaan Ryan yang meninggalkan banyak pertanyaan.

“Huh, dasar!” Lyra memukul kepalanya sendiri saat sosok Ryan tiba-tiba muncul. Saat ini ia tidak memahami seperti apa perasaannya. Apakah sedih, marah, kecewa dan sebagainya. Lyra hanya merasa bingung, ia seperti mengambang di udara, tidak berpijak di bumi juga tidak mampu menggapai langit.

Malam terasa begitu panjang dan sunyi baginya, bayangan Ryan yang menatap Cahaya dengan penuh cinta terus menghantui. Ia bertanya-tanya, mengapa harus Cahaya?

Pria itu tidak melupakannya melainkan melupakan status dan Sejarah yang mereka punya. Bagaimana bisa?

Bagaimana bisa pikiran seseorang dengan begitu mudah mengkhianati hati?

Saat pagi menjelang, Lyra turun dari ranjang dengan malas, kaki telanjangnya melangkah tak bertenaga ke kamar mandi.

Seandainya Sena tidak mengomeli ia agar kembali bekerja, Lyra lebih memilih bersembunyi di balik selimut hingga malam kembali.

“Nyonya mau ke mana?” tanya Bi Mia heran yang melihat Lyra turun dengan kaca mata hitam dan masker.

“Kerja, Bi.” Lyra melirik sarapan yang Bi Mia siapkan, perutnya lapar hingga keroncongan tapi ia benar-benar tidak selera untuk makan. “Oh ya, Bibi makan aja itu, aku makan di luar nanti.”

“Kenapa Nyonya pakai kaca mata hitam dan masker? Apa terjadi sesuatu dengan wajah Nyonya? Mau saya panggilkan dokter Leo?”

“Aku Cuma malas dandan, Bi,” kekeh Lyra.

Ia hanya mandi secepat kilat agar badannya tidak terasa lengket, ia bahkan tidak mencuci rambut karena malas apalagi untuk dandan yang membutuhkan waktu lebih lama. Dari pada pusing, ia memilih mengikat rambutnya lalu menutupi wajahnya dengan kaca mata dan masker.

Setelah Lyra pergi, wanita paruh baya itu langsung menghubungi Vano untuk melaporkan kondisi Lyra seperti yang diperintahkan.

Sesampainya di kantor, Lyra disambut dengan heboh oleh Sena yang berpikir wanita itu akan terpuruk karena apa yang terjadi, bahkan Sena memeluknya seperti memeluk sahabat yang baru kembali dari gerbang kematian.

“Aku memang nggak baik-baik aja sekarang tapi nggak sampai sekarat juga kali, Na,” kata Lyra seraya melepaskan kaca mata dan maskernya.

“Lyra?” Sena menganga melihat penampilan temannya yang mengerikan. Rambutnya yang berminyak tidak disisir, matanya yang bengkak dengan lingkaran hitam di bawahnya, bibir Lyra bahkan lebih pucat dari bibir mayat.

“Beberapa hari ini aku nggak sempat melanjutkan desain gaun Zaline.” Lyra mengeluarkan tabletnya dengan lesu tanpa memedulikan bagaimana Sena bergidik ngeri memandangnya. “Maaf ya, Na, padahal aku udah janji akan kasih yang terbaik untuk proyek ini.”

“Lyra sayang!” Sena merampas tablet Lyra. “Apa kamu tahu apa yang lebih penting dari pekerjaan dan urusan cinta di dunia ini?”

Lyra hanya menggeleng pelan.

“Penampilan, Sayang. Penampilan!”

Sena menyimpan semua barang Lyra lalu menyeret wanita itu keluar dari kantor. “Tapi kita harus kerja, Na.”

“Kerja bisa besok tapi merawat badan dan wajah nggak boleh telat walau sehari, bahkan kalau hari ini ada gempa bumi, aku tetap mau melarikan diri dengan penampilan terbaik,” oceh Sena yang membuat Lyra terkekeh.

Itulah alasan mengapa ia bisa bersahabat dengan Sena, wanita itu selalu mampu menjadi lentera dalam hidupnya yang penuh kabut.

Sena membawa Lyra ke salon, tak hanya untuk mencuci rambut berminyak wanita itu tapi juga melakukan perawatan wajah dan tubuh. Keduanya tak peduli berapa banyak duit yang keluar atau berapa lama waktu yang dihabiskan, sebab memanjakan diri memang menjadi salah satu Solusi untuk menenangkan hati.

“Menurutku sepertinya nggak mungkin nggak ada apa-apa antara dua sampah itu,” gerutu Sena setelah mendengar kesuluruhan cerita tentang Ryan dari Lyra.

Setelah menghabiskan waktu seharian di salon, kini kedua wanita itu pergi ke café, memesan es krim dan beberapa strawberry cake favorit Lyra.

“Sebenarnya aku sudah curiga sejak lama.” Lyra menarik napas panjang lalu menyuapkan sesendok es krim rasa vanila stroberi ke mulutnya, sensasi manis dan dingin yang menyentuh lidahnya memang berhasil membuat perasaannya sedikit lebih baik. “Tapi aku masih menolak percaya, aku yakin semuanya nggak seperti yang aku bayangkan. Aku memaksakan diri untuk percaya bahwa Ryan punya alasan yang bisa kuterima.”

Wanita itu tersenyum getir. “Bahkan saat dia menatap Cahaya penuh cinta, memanggilnya sayang, aku masih berpikir semua itu karena cedera yang dia alami. Ryan menyakitiku tanpa sengaja. Suatu hari nanti dia akan kembali mengingatku, mengingat janji dan cinta kita.”

Kini mata Sena kembali memerah dan berembun, bibirnya bergetar mengingat kembali dirinya menjadi begitu asing di mata Ryan.

Lyra merasa begitu terkhianati.

 “Selama beberapa hari ini aku terus berusaha menipu diri sendiri, aku dengan kesadaran penuh mau menunggu dia pulih untuk merajut kembali apa yang kami punya tapi ….” Lyra mencengkram mangkuk es krim di tangannya. “Tapi seperti yang dokter katakan, cedera yang Ryan alami membuatnya kehilangan sebagian ingatannya bukan mendatangkan ingatan palsu.”

“Itu yang aku pikirkan.” Sena menanggapi dengan suara rendah, ia sungguh bersimpati pada sahabat yang dikhianati oleh dua orang terdekatnya. “Jika Ryan bisa mengingat Cahaya sebagai kekasihnya maka berarti memang seperti itulah hubungan mereka selama ini.”

Lyra tertawa sumbang lalu berkata, “Tiba-tiba aku merasa beruntung karena nggak jadi menikah sama dia.”

Sena menggenggam tangan Lyra, ia menyunggingkan senyum hangat lalu berkata, “Masih banyak pria jomblo di dunia, Lyra sayang. Eh, tapi kamu nggak jomblo. Kamu sudah menikah sama Pangeran kegelapan.”

“Aku harus bercerai dengan dia, Na, aku nggak mau hidupku hanya digunakan untuk menguntungkan orang lain.”

“Oke, nanti aku carikan pengacara perceraian terbaik di kota ini.”

Lyra hanya mencebikkan bibir. Semalam ia tidak tidur sampai matanya bengkak memang hanya karena memikirkan Ryan dan Ares.

Dua pria itu sudah membuat dunianya jungkir balik dan Lyra tidak mau memiliki hubungan apa pun lagi dengan mereka.

Sementara di sisi lain, Ryan menatap Cahaya yang saat ini sedang membereskan barang-barangnya untuk bersiap pulang. Ia terus memandangi wanita itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Semuanya sudah,” kata Cahaya dengan senyum lebar. “Om sama Tante lagi ngurus administrasi. Kita tunggu sebentar lagi.”

Ryan hanya mengangguk sambil memainkan tali rambut hitam dengan hiasan liontin berbentuk stroberi di pergelangan tangannya.

“Yaya?” panggilnya seraya melepas tali rambut tersebut. “Sepertinya ini punya salah satu perawat, bisa tolong kembalikan?”

Dengan senyum polos, Cahaya mengulurkan tangan sambil berkata, “Oke, nanti aku kembalikan.”

Seketika wajah Ryan berubah dingin, sorot mata pria itu menjadi tajam dan penuh waspada, ia menarik tangannya membuat Cahaya mengernyit bingung apalagi saat pria itu berkata, “Jadi ini bukan punyamu?”

1
Indra Kusuma
kayak nya si Ares ini pemilik dahar harta keluarga jatmika dehhh🤣
Arsyad Algifari.
jadi Ares anak kandung tuan tama
Mei 71
Apakah Ryan anak kandung juga?
Mei 71
Hubungan saling menguntungkan tapi tidak tulus...
🌺 Tati 🐙
wah ternyata ares anak kandung,...sampe sejauh ini belum ketebak alurnya,masih banyak pertanyaan😅
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
nah kan Ares anak dari tuan Tama,

duh giliran ada gratisan langsung ok hehwhe
Nata Abas
lanjut kak penasaran lanjutan y
Arsyad Algifari.
seperti ada dendam pribadi Ares pada keluarga Ryan
yulithong
tambah penisirin kita....lanjut kak
Milla
Lanjut thorrr cerita mu bagus kok g banyak yang baca yaa ??? 🥺😔 apa belum tau aja para pemirsah pembaca ini yaaaa 😔
Mei 71
Keren Lyra 👍
Kudukung kamu..
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
ada dendam apa kamu sama kluarga Ryan, kurasa bukan hanya kamu mencintai lyra ,, TPI ada hal lain di balik semua ini
Indra Kusuma
kayak nya novel ini bertema balas dendam yg tersebung dehh ,,, curiga nya GK habis"🤭
🌺 Tati 🐙
yang dikira baik belum tentu baik,yg dikira jahat blm tentu jahat...yg pasti aku penasaran di balik semua ini...lanjut
Arsyad Algifari.
gimana ini ly yang satu suamimu yang satu mantanmu .tapi sebaik baiknya Ryan dia tetap mantanmu
apa iya . hilangnya Ryan hari itu ulah ortunya lira
💥💚 Sany ❤💕
Jangan goyah ya Ly...., ingat apapun dan gimanapun sikap Ryan ke kamu tetap aja dia mantan.
💥💚 Sany ❤💕
Waduh... gawat ni, yang satu merasa masih kekasih Lyra dan yang satu emang suaminya.
💥💚 Sany ❤💕
Lyra dah mulai ada rasa ne ma Ares, cuma blom nyadar aja.
💥💚 Sany ❤💕
Balas aja Ly...., tangan ada nanti Ares rezeki banyak 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
suka banget ma karakter Sena, enerjik dan lucu 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!