NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Bentrokan pertama

Satu hari berikutnya. Nindya dan Kirana pura pura pergi ke daerah terpencil. dan sengaja pula melewati gerombolan preman, dimana di tempat itu mereka biasanya berkumpul. karena itu adalah sarang mereka.

Saat keduanya melintas menggunakan sepeda motor, salah seorang dari preman itu kebetulan melihat ke arah mereka, dan langsung melaporkannya pada bosnya.

"Lapor bos! Pencarian kita akhirnya berhasi. Target yang ingin kita habisi sedang melintas di depan markas. Apa kita harus mengikuti mereka bos?"

"Goblok! sudah jelas ya. Dimana mereka?"

"Barusan lewat ke arah sana bos!"

"Ah, punya anak buah bodoh semua. Ayo kumpul, kita kejar dua gadis itu, dan segera dapatkan pembayarannya!"

Tak menunggu lama, lebih dari 35 orang terlihat sedang menaiki mobil. Ada juga yang menggunakan motor trail.

Arah yang mereka tuju, tentu saja sama dengar arah yang sedang dilewati oleh Nindya dan Kirana.

Namun tidak mudah untuk menemukan keduanya. "Badjingan! di mana mereka?"

Kesal oleh kesulitan yang ditimbulkan. Bos preman sekaligus ketua cabang mafia Kota Via. membanting botol minuman yang sedang dia minum. Airnya memercik ke arah anak buahnya.

Tiba tiba seseorang berkata. "Bos, lihat itu. Itu mereka!" sambil berkata sambil pula menunjuk ke arah depan, dimana Nindya dan Kirana berada.

"Mau kemana mereka? Sangat kebetulan. Sepertinya mereka sedang menuju ke arah kampung yang ditinggalkan. Tapi kenapa? Apa mereka sedang menjebak kita, ya?" gumam Braja, bos cabang preman itu penasaran.

Namun anak buahnya mendengar itu, dan menanggapinya. "Tidak mungkin bos! Kedua gadis itu tidak tahu siapa kita. Dan sepertinya mereka tidak menyadari kalau kita buntuti?"

"Kalau begitu terus ikuti. Aku tidak mau kehilangan targetnya!"

"Siap bos!"

[Tuan. Mereka sedang mengikuti anda. Jumlahnya ada 39 orang. Semuanya memakai senjata berupa pentungan bisbol. potongan besi dan tujuh diantaranya memakai belati. Sedangkan ketuanya memakai pistol. Oleh karena itu tuan harus berhati hati. Mereka memang berniat untuk menghabisi anda]

"Kau tenang saja. Dulu waktu kekuatanku berada di tingkat tiga, segala jenis senjata terbuat dari besi biasa tidak mampu menembus kulitku apalagi hanya sekedar kayu. Kalau pistol aku harus menghindarinya."

"Tapi setelah levelku naik. mungkin peluru pistol aku bisa menghadapinya?" jawab Nindya.

"Nona, sepertinya kita sedang diikuti. Lihat ke sana, itu mereka. Jumlah cukup banyak. Apa yang harus kita lakukan Nona?"

"Itulah tujuanku membawamu ke sini Lili. Sekarang aku akan terus terang, kita sedang menjadi target mereka. Pemicunya adalah Raka. Dia ingin membalas dendam dengan menghubungi para preman itu. Jadi kita harus menghadapinya."

"Kenapa Nona tidak mengatakannya dari awal. Jadi Lili bisa bersiap siap?"

"Bersiap apa?"

"Ya, bersiap untuk menghabisi mereka."

"Dasar.....!"

"Nah, ini tempat nya. Aku rasa sudah lebih dari cukup. Jauh dari pemukiman penduduk, dan tempatnya cukup tersembunyi. Sangat cocok untuk menghadapi mereka."

"Nona benar. Lili mendukung anda!"

"Ayo bersiap! Berpura pura kehabisan bensin, dan menuntunnya menuju perkampungan."

"Baik!"

Sambil membantu mendorong motor yang pura pura kehabisan bensin, Nindya berkata dalam hati. "Ji Quan, inilah saatnya mendatangkan para badjingan itu ke mari, terutama Raka!"

"Buat mata mereka terbuka lebar, agar mereka tahu bahwa di atas langit masih ada langit. Jangan terus merasa berkuasa dan menganggap mereka tidak tersentuh."

"Aku ingin mereka tahu, bahwa Xuan Huan atau Nindya tidak bisa di anggap remeh!" batinnya.

[Siap tuan!]

Jawab Ji Quan. Kemudian menggunakan hukum fisikanya untuk mendatangkan Raka dan kawan kawannya.

Di bagian Braja. "Itu mereka! Ayo cepat susul, dan cegat mereka di sana!" teriaknya.

Tak lama kemudian. "Hahahaha. Pucuk dicita ulam pun tiba!" seru salah seorang diantara mereka. Lalu melajukan mobilnya, dan memepet motor Nindya agar berhenti.

Tapi Nindya dan Kirana tidak peduli. Mereka terus saja berjalan, dan tidak memperdulikan keberadaan musuhnya.

"Kurang ajar! Cepat tangkap mereka!"

"Beres bos..!"

Braja sangat marah, karena kedua gadis itu tidak menganggap mereka ada, dan bersikap cuek walaupun sudah dikepung.

"Menyerah lah! Aku tahu kau kuat, tapi melawan kami yang segini banyak, kau bisa apa, ha!?" reaksinya. "Serang....!"

Begitu dikomando. puluhan orang itu langsung merangsek ke arah Nindya, dan tanpa ba bi bu atau drama, langsung pula mengayun kan tongkat tongkat bisbol ke arah keduanya.

Serangan yang berbarengan itu tidak membuat Nindya dan Kirana gugup. Dengan tenang dan presisi tinggi mereka bergerak, dan langsung memukul musuh terdekatnya. Lalu....

Bugh! Plak! Bugh! Kraaak.

"Aaarrgk!"

Satu persatu tubuh mereka tumbang, pingsan, patah tangan, lebam, rontok gigi, dan lain sebagainya.

Tak berhenti sampai disitu. Tubuh Nindya bergerak lincah, menghilang, menendang, menangkis, memukul, merebut tongkat dan mengayunkannya ke musuh musuhnya.

Bugh, bugh, bugh.

Kraaak, Jleb, Duk.

"Aaarrrgh!"

Semakin dia bergerak, semakin banyak musuh yang tumbang, dan semakin membuat sisanya prustasi.

Raka dan kawan kawannya yang sudah sejak awal didatangkan, dibuat ketakutan. Dia tidak menyangka kalau gadis yang selama ini dikenal penakut dan pendiam, sekarang jadi liar dan kuat seperti itu.

Dia memang merasakan pukulan, tendangan dan tamparan Nindya waktu di kelas, tapi dia tidak menyangka kalau kekuatannya itu bukan kaleng kaleng.

Preman sebanyak itu rata rata tumbang. Dari 39 orang yang mengepungnya, lebih separuh kini telah mengerang di tanah. Banyak pula yang pingsan.

Gita, Sukma dan lain juga demikian. Mereka ternganga saat melihat tubuh Nindya menghilang. Lalu muncul di belakang musuh musuhnya, dan langsung melancarkan serangan terbaiknya.

Braja yang belum turun tangan merasa geram. Ingin rasanya ikut campur, tapi gengsi mencegahnya.

Dia masih sangat yakin anak buahnya bisa mengatasi itu. Namun saat melihat lebih separuh anak buahnya tumbang, baru matanya terbuka lebar. Apalagi saat melihat Kirana ikut campur, menambah suasana pertarungan jadi semakin kacau.

Dengan emosi tinggi dia bangun dari duduknya, langsung memerintahkan tujuh petinggi yang dibekali belati untuk turun tangan.

"Habisi bocah bocah bau kencur itu. Tidak peduli keinginan orang yang membayar kita. Kalau terus dibiarkan, maka seluruh bawahan kita akan hancur, dan posisi kita akan terancam."

"Bos besar pasti akan sangat marah. Jadi tunggu apa lagi. Cepat habisi mereka!" perintahnya

"Baik!"

Tak menunggu lama, tujuh orang itu langsung merangsek ke arah Nindya dan Kirana, dan langsung pula melancarkan serangan terbaiknya.

Wut, wut.

"Kalian semua mundur! Biarkan kami yang mengatasi mereka!" teriak pemimpin dua, pada sebelas orang yang masih berusaha melawan Nindya dan Kirana.

Mendapat arahan seperti itu mereka tidak mau menyia nyiakan kesempatan. Maka cepat cepat meninggalkan lokasi, dan berdiri di sekitar arena pertarungan.

"Kalian cuma berdua, sedangkan kami ramai. jadi menyerah lah, agar tugas kami cepat selesai." kata ketua kelompok tujuh yang melakukan pengepungan, sambil. mengayun ayunkan belati ke arah Nindya dan Kirana.

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!