~takdir itu lucu yah, kita tidak akan tau takdir kita sendiri termasuk jodoh ~
Alita gadis SMA yang memiliki sifat tomboy, pintar dan cantik membuat dirinya menjadi primadona sekolah.
hingga suatu hari statusnya berubah menjadi istri pengganti dikala ia membantu sahabat ayahnya, Ivan yang ditinggal pergi saat acara pernikahan.
Ivan, sosok pria dingin membuat dirinya menjadi penggemar banyak wanita namun nasib percintaan nya selalu gagal. hingga suatu hari dirinya akan menikah namun disaat pertengahan acara pernikahan calon istrinya meninggalkan dirinya, yang membuat Ivan dengan memberanikan diri meminta Alita yang merupakan anak sahabatnya untuk menikah dengannya.
bagaimana kehidupan pernikahan mereka? akankah Ivan dapat beradaptasi dengan sifat anak sahabatnya itu?
#perhatian#
ini kisah klasik yang bikin para pembaca tertawa, sedih dan marah jangan dibawa ke hati
happy reading🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wdy_k26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 13
setelah selesai makan aku membantu mama membersihkan meja makan dan mencuci piring.
"ta" ucap mama saat membantu aku mencuci piring.
"iya ma?" ucapku menatap mama.
"apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu?" ucap mama tiba tiba yang membuat aku berhenti mencuci piring.
"kalau kamu tidak bahagia mama dan papa akan-"
"lita bahagia kok ma" ucapku dengan senyum.
"kamu serius?" ucap mama
"iya, lita serius. lita bahagia dengan pernikahan ini" ucap ku sekali lagi dan mama hanya menghembuskan nafas kasarnya.
*****
"om, lita udah selesai" ucapku.
"eh kalian mau kemana?" ucap papa dengan tatapan bingung.
"pulang lah pa" ucapku.
"tidak, malam ini kalian tidur disini" ucap papa.
"tapi pa-" ucapku
"tidak ada tapi tapian. kamu setuju kan ivan?" ucap papa sambil menatap mata om ivan dengan tatapan mengintimidasi.
"eh iya , lita kita nginap disini aja" ucap om ivan dengan salah tingkah.
"tapi om-" ucapku
"lita, suami kamu aja mau nginap disini kenapa kamu tidak mau? pokoknya tidak ada tapi tapian kalian harus nginap disini" ucap papa tegas.
"iya iya, lita sama om ivan bakalan nginap disini" ucapku dan papa tersenyum bangga.
"ya sudah kalian boleh istirahat" ucap papa dan aku mengangguk.
*****
"ehmm ta saya tidur dimana?" ucap om ivan yang sudah sampai di kamarku. yah kamar ku tidak memiliki sofa hanya ada tempat tidur dan meja belajar, dan meja rias yang sejujurnya tidak pernah ku pakai.
aku menatap kesegala arah dan memikirkan sesuatu. "ya udh om tidur di ranjang lita aja sama lita tapi pakai batas ya" ucapku
"kamu serius?" ucap om ivan menatapku.
"hooh" ucapku.
tok
tok
tok
cklek
"ada apa ma?" ucapku melihat mama dengan membawa baju.
"ini baju untuk suami kamu" ucap mama.
"ah iya makasih ma" ucapku dan menutup pintu.
"ini om baju ganti"
"makasih" ucap om ivan.
"kalau gitu saya ganti baju dulu" ucap om ivan dan aku mengangguk.
aku membaringkan badanku ke ranjang kesayanganku.
"oh guling ku, aku rindu kalian" ucapku.
cklek
aku menoleh ke arah kamar mandi dan aku melihat om ivan yang baru keluar dari kamar mandi.
sexy sekali suamiku ini.
"astaga apa yang kamu pikirkan alita" batin ku berkata.
"om udah selesai?" ucapku basa basi.
"udah" ucap om ivan.
"ya udh kalau gitu alita mau ganti baju dulu" ucapku dan membawa pakaian tidur ku ke kamar mandi.
******
aku tidak dapat menutup mataku begitu juga dengan om ivan.
"ehm ta" ucap om ivan dan aku menatapnya.
"apa om?" ucapku.
"masakan kamu enak, kapan kapan kamu masak lagi ya" ucap om ivan dan tanpa sadar wajahku memerah.
"iya, kalau sudah sampai rumah alita masakin lagi" ucapku.
astaga om ivan memuji masakan ku
"om-" aku menatap ke arah om ivan dan melihat ia sudah tertidur.
"cepat banget tidurnya" ucapku bingung dan tanpa sadar aku juga menyusul om ivan untuk tidur.
*****
cahaya matahari mengintip malu malu ke dalan kamar ku. aku menatap ke arah jam dan sudah jam 7 pagi. aku ingin bangun dan membantu membuatkan sarapan tapi sesuatu yang berat menimpa perutku dan aku melihat ternyata itu adalah tangan om ivan.
blush
wajahku memerah saat mengetahui bahwa om ivan memelukku saat tidur.
sungguh jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.
aku mengangkat pelan tangan om ivan yang ada di perutku agar om ivan tidak terbangun tetapi bukannya terlepas malah om ivan semakin memelukku dengan erat dan membuat ku tersenyum
"jangan pergi anita"
aku menatap om ivan dengan tatapan yang gak bisa diartikan
"apa gue gak salah dengar ya? anita atau alita sih"
"anita jangan pergi, anita.. anita.. aku cinta kamu anita, kumohon jangan pergi"
deg
deg
deg
hatiku sakit saat om ivan tanpa sengaja menggumam nama anita tetapi bukan namaku.
aku melepaskan tangan om ivan dari perutku dan berlari ke arah kamar mandi.
aku menatap cermin yang ada di kamar mandi ku dan suara om ivan yang menyebut nama orang lain terngiang ngiang di pikiranku. tanpa sadar air mataku terjatuh.
ingat alita kamu hanya istri pengganti .
tok
tok
tok
"alita kamu ada di dalam?" ucap om ivan dari luar kamar mandi
"ah iya, bentar om alita boker dulu" ucapku sambil menghampus air mataku.
alita semangat....kamu bisaa.
cklek
"eh maaf om alita lama" ucapku tanpa menoleh ke arah om ivan dan om ivan langsung masuk ke kamar mandi.
Baca nya sdh lama bangett, tapi Bru ingat blm ngasih bintang.😁😂🤭👍👍👍👍👍👍