Gadis cantik dan giat berasal dari keluarga sederhana terpaksa menyetujui persyaratan majikannya, nikah kontrak karena gadis itu membutuhkan biaya untuk rumah sakit Ayah ya, dan di saat masalah seperti itu gadis itu juga beruntung karena mendapat mertua yang perhatian dan baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Sampai lah mereka di penginapan tidak jauh dari Rumah Sakit itu.
Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju resepsionis hotel itu.
Richo memboking dua kamar,
no 125 dan 126 di lantai 2.
Kamar Nia no 125, dan kamar Richo 126.
"Masuk lah dan istirahat," ucap Richo.
Mereka masuk ke kamar masing-masing.
Di dalam kamar Nia, Nia mulai membersihkan diri, dan memakai baju santai nya. Dan Richo juga begitu.
Richo meletakkan badan nya di kasur empuk itu
sambil main handphone nya.
krukk krukkk krukk
Perut Richo bunyi.
"Ah lapar sekali!" seru Richo.
"Apa gadis itu tidak lapar?" tanya Richo.
Dia keluar dari kamar nya menuju kamar Nia,
Richo menekan bel pintu.
Nia membuka pintu kamar nya.
"Ada apa pak?" tanya Nia.
"Ayok kita makan malam dulu, saya sangat lapar," ajak Richo.
"Kebetulan nih perut ku juga sangat lapar," ucap Nia dalam hati.
"Kita pesan makanan hotel saja," ucap Richo.
"Terserah bapak saja,"ucap Nia
Richo dan Nia, memesan nya di handphone saja,
karena sudah ada browser di kamar masing-masing.
Dan menunggu makanan nya di kamar Richo,
makanan mereka pun sampai.
Mulai memakan pesanan mereka sampai habis karena lapar.
Selesai membereskan sisa makanan mereka Nia pamit ijin kembali ke kamar nya.
"Pak saya kembali ke kamar saya," ucap Nia.
"Tidur lah di sini saya malam ini ingin di temanin," ucap Richo.
"Tapi pak saya kan ada kamar sendiri," ucap Nia ngelak.
"Tidak masalah, yang penting kamu tidur disini saja.
tenang saja saya tidak akan macem-macem
saya hanya ingin punya teman ngomong di sini,"
ucap Richo.
"Kan besok masih ada waktu untuk berbicara pak,
ini sudah malam saya ingin istirahat," ucap Nia.
Lalu Nia bergegas keluar, tapi sebelum dia keluar dari kamar Richo.
Tangan nya di tahan oleh Richo.
"Plis Nia, saya hanya ingin di temanin saja, saya janji tidak akan macem-macem, plissss," ucap Richo memohon.
Karena entah apa yang terjadi dengan nya setiap dekat Dengan Nia, hati nya serasa tenang dan nyaman.
Nia melihat wajah Richo.
"Tapi bapak tidak boleh macem-macem pada saya ,
kalau tidak saya akan tidur di kamar saya," ancam Nia.
"Baik" ucap Richo singkat.
Richo menarik tangan Nia ke kasur dan membaringkan nya disana.
"Tidur lah, saya mau ke kamar mandi dulu, jangan berani keluar dari sini, kalau tidak saya akan menghukum mu," ucap Richo.
Nia hanya diam saja.
Richo masuk ke kamar mandi.
"Ada apa nya dengan pak Richo, tumben banget bersifat seperti ini apa dia Kesambet hantu hotel ini, ah tidak mungkin. mungkin ini sebagian belajar Akting untuk di hadapan keluarga," pikir Nia,
karena mata Nia tidak mau tidur dia memilih untuk memainkan handphone nya, sambil menonton drama Korea.
"Kamu belum tidur," tanya Richo.
Nia hanya fokus pada handphone nya.
Richo naik ke tempat tidur di samping Nia.
"lagi nonton apa sih, aku nanya aja gak di jawab," tanya Richo. sambil merapatkan tubuhnya dengan Nia.
Nia terkejut karena tubuh nya merasakan ada yang aneh.
"Aaaaa," teriak Nia.
"Bapak kok ngk pakai baju?" tanya Nia sambil menutup mata nya.
"Jangan teriak-teriak dong, telinga saya sakit nih," ucap Richo.
"Bapak pakai baju dulu sana," suruh Nia sedikit menjauh.
"Tapi saya ngk bisa tidur kalau menggunakan baju," ucap Richo.
"Pokoknya bapak harus pakai baju, kalau tidak saya yang akan keluar," ancam Nia.
"Ya sudah saya akan pakai baju," ucap Richo.
Sambil memakai baju, Nia terus membelakangi Richo.
"Sudah tidur lah, saya sudah pakai baju." ucap Richo,
Nia pun mulai membalikkan badannya.
Dan membuat bantal guling jadi pembatas mereka
"Bapak tidak boleh melewati batas ini," ucap Nia.
Richo hanya memandangi Nia, sambil tersenyum dan mengangguk apa saja ucap Nia.
Karena, dia paham betul kenapa Nia seperti itu.
Nia langsung mematikan lampu tidur yang di samping nya.
sementara Richo masih memainkan handphone nya.
Dia melihat ke arah Nia yang sudah tertidur dan Richo membuka baju nya, karena dia tidak akan bisa tidur kalau pakai baju.
Dia melemparkan bantal yang jadi pembatas mereka.
...----------------...
,,,,,,,,
halo kak,
makasih udh mampir yah,
jangan lupa tinggalkan jejak yah kak
terimakasih. 🙏🙃🙂🙏🙃