NovelToon NovelToon
One Night Tragedy

One Night Tragedy

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Dipusingkan oleh pekerjaan, membuat Dakota Cynthia Higgins melampiaskan rasa lelah dengan bersenang-senang di club malam bersama teman. Dia yang sedang mabuk pun ditantang untuk menggoda seorang pria yang tak lain adalah Brennus Finlay Dominique.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, mabuk berat hingga kehilangan akal sehat, Dakota sungguh merayu Brennus hingga terjadi satu malam penuh tragedi. Padahal sebelumnya tak pernah melakukan hal segila itu dengan pria manapun.

Ketika sadar, Dakota benar-benar menyesal. Bukan akibat kehilangan mahkota yang selama ini dijaga, tapi karena pria itu adalah Brennus, salah satu keturunan Dominique. Di matanya, keluarga itu memiliki sifat menyebalkan.

Brennus berusaha untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang terjadi malam itu, tapi ternyata Dakota tidak menginginkan hal serupa. Wanita itu sudah anti dengan keluarga Dominique.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

Perjalanan udara yang biasanya tak pernah Brennus nanti supaya cepat sampai pun kini membuatnya tidak sabar ingin segera mendarat di Helsinki. Rasanya lama sekali, padahal biasanya juga ia tak peduli.

Sepertinya efek pesannya diabaikan terus oleh Dakota, membuat Brennus mau lekas menghampiri sekretaris kembarannya. Atau setidaknya melihat secara langsung kalau wanita itu baik-baik saja.

Akhirnya, yang ditunggu mendarat juga. Brennus melepaskan seatbelt, padahal pesawat belum berhenti total, masih bergerak mengikuti arahan pemandu parkir.

Saat pramugari telah membuka pintu, Brennus yang duduk paling depan pun langsung berdiri nomor satu. Ia tidak peduli kalau sekretaris ada di kelas ekonomi. Main tinggal saja.

Brennus tak perlu mengambil bagasi karena barang bawaannya semua ada di kabin. Jadi, ia mengurus kedatangan ke imigrasi. Setelah itu menuju tempat parkir di mana mobil berada.

Baru juga masuk kendaraan, sudah ditelepon saja. Pasti dari sekretarisnya.

Brennus masih sedikit punya hati untuk tidak membuat Boy kebingungan karena ia tidak ada di first class. Mengangkat panggilan tersebut dan langsung memberi tahu.

“Aku sudah di parkiran, pulang duluan. Kau pergilah ke kantor,” ucap Brennus seraya menekan tombol untuk menghidupkan mesin.

“Nanti sore ada agenda lagi, jangan sampai lupa, Bos.”

“Iya, kau tenang saja.”

Kendaraan pun segera Brennus lajukan. Dia merasa tak sabar ingin bertemu Dakota. Padahal tidak tahu wanita itu ada di kantor atau tidak.

Sampai di depan perusahaan yang dituju, Brennus mengantongi ponsel dan membawa papperbag berisi tas Louis Vuitton. Dia tak bertanya pada resepsionis, tapi langsung naik ke lift dan menuju lantai di mana ruangan kembarannya berada.

Kalau meja kerja Dakota, Brennus tahu. Tentu saja karena sering melewati jika sedang ke ruangan Aloysius.

“Dia pasti senang mendapatkan bingkisan ini. Siapa juga wanita yang menolak kalau dibelikan barang mahal.” Brennus menengok lagi papperbag di tangan, sebelum akhirnya melangkah keluar dari lift.

Tidak biasanya merasa senang hanya mau bertemu seorang wanita. Bahkan bersama kekasihnya pun tak semendebarkan ini. Kini dadanya bergemuruh.

Betapa senangnya saat melihat wajah Dakota yang serius sedang menatap layar komputer. Dua sudut bibir sampai tertarik sempurna. “Cantiknya, kenapa aku baru sadar sekarang, ya? Kemarin ke mana saja?” gumamnya memuji.

Langkah kaki Brennus nyaris tidak terdengar. Bahkan saat ia telah berdiri di dekat meja Dakota pun wanita itu tak sadar karena terlalu fokus dan sibuk oleh pekerjaan.

Ingin memastikan, sebenarnya kenapa Dakota tidak membalas pesannya sejak semalam. Brennus pun mengeluarkan ponsel, lalu mengetik sesuatu, dan layar kecil milik wanita itu menyala.

Dakota hanya melirik ke kanan, lalu berdecak malas. “Dia lagi ...,” gerutunya.

“Tidak dibalas pesannya? Memangnya ada apa denganku sampai kau sepertinya malas begitu?” tanya Brennus.

Mendengar suara yang begitu familiar, Dakota menelan ludah. Dia menengok ke kiri di mana seorang pria berpakaian rapi tengah berdiri.

Matilah ... orangnya ada di depan mata. Mau memberi alasan apa sekarang?

“Kau membenci aku?” Tidak mendapatkan jawaban, Brennus mengajukan pertanyaan lagi.

Tidak, aku hanya malas berurusan dengan keluarga Dominique. Sudah cukup banyak dipusingkan oleh salah satunya saja. Rasanya ingin menjawab begitu, tapi tidak mungkin juga. Bisa-bisa justru dihadapkan oleh seluruh keluarga besar.

“Oh, halo, Tuan.” Dakota mengangguk canggung.

“Jawab pertanyaanku, Dakota. Kenapa kau tidak membalas pesanku? Atau mengangkat teleponku? Sedangkan ku lihat jika kau selalu ada di dekat ponselmu.” Brennus terus mencecar.

1
mamaqe
asik
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udah tamat aja thor...🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya sah juga, babby nya sudah ngerjain ortunya tuh pengen tau kali masih lanjut apa batal nikahnya kalau dia tes.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wooyy halalin dulu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wkwkwkk baru sebentar di cuekin saja sudah hampir nyerah apa kabar dengan Brennus yg lebih lama berjuang buat kamu Dakota
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sekarang berbalik arah jadi kamu yg harus ngebujuk Brennis, Dakota jadi tau kan rasanya di cuekin dan ngebujuk itu kayak gimana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah terbukti kan kalau Brennus prioritain kamu jadi nunggu apa lagi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
oowhh punya trauma dari keluarganya toh makanya susah percaya pada orang lain trs gimana tuh ortuny Dakota apa ga nyoba cari anaknya ya, kenapa sih mesti ada perbedaan gender hanya untuk mendapatkan kasih sayang dari ortu sendiri padahal yg melahirkan sosok laki² juga kan seorang perempuan kenapa mesti pilih² anak perempuan di abaikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kegedean gengsi kamu Dakota tar giliran Brennusnya ngilang kamu yg nyesel juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm Brunnes ga bisa tegas sama Laura jadinya nambah masalah lg
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
coba tuh cara om mu Brennus siapa tau manjur.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hebat perjuangan Brennus pantang menyerah, kayaknya babby'nya ga mau jauh tuh dari daddy nya makanya muntah² trs kalau berjauhan dan giliran nempel sama daddy nya nyaman kan makanya jangan ngeyelan Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bener kan hamil, udahlah Dakota terima takdirmu harus masuk ke keluarga Dominiqeu lagian ngatain mereka keluarga pongah tapi kamu sendiri sama lebih pongahnya berasa serba bisa sendiri padahal hidup itu juga butuh orang lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
manut bae lah Dakota ga usah banyak nolak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dakota keras kepala ga mau denger omongan orang lain berasa paling bener sendiri saja...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Dakota nurut saja sama Brennus ke rs buat diperiksa biar tau kondisimu benar ga nya hamil baru putusin lagi gimnanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmmm tanda² Brennus junior hadir nih jadi kesempatan Brennus menikahi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhhh jadi curiga apa Dakota hamil ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
gkgkgkk moduuss kamu Brennus, pangku² jadi berakhir lebih dari sekedar duduk doang.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
siap² gumoh kamu di ganggu sama Brennus Dakota.🤣🤣
gass lah Brennus maju yrs jangan mundur takut nabrak.🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!