Alia, gadis desa yang harus merantau jauh dari ibu kota untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga nya, gadis cantik dan polos itu bekerja sebagai seorang maid di salah satu rumah terbesar di kota itu, tapi siapa sangka, seiring berjalannya waktu dia di minta untuk menyewakan rahim nya untuk mengandung anak dari sang majikan.
bagaimana kah kisah selanjutnya mari mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby cahya Karmila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
merepotkan lagi(12)
Albert kembali ke rumah Alia, pria itu terlihat lesu dan tak berdaya, Alia yang sedang duduk di ruang tamu mendekati Albert.
"Tuan, anda kenapa,"ucap Alia.
"Alia, ibuku sedang terbaring di rumah sakit, apa kau bisa membantu ku menjaga nya,"lirih Albert,"
"astaga, nyonya Mita kenapa,"ucap Alia.
"Dia jatuh dari tangga, dan sempat mengalami kritis, tapi syukurlah dia sekarang baik baik saja, tapi belum sadar,"ucap Albert.
"Kalau begitu saya akan segera bersiap, biar saya yang menjaganya tuan,"ucap Alia.
Albert menatap Alia yang kini melangkah jauh dari hadapan nya, ada rasa bahagia karena wanita itu mau membantu nya.
"Kenapa dia sangat berbeda dengan Bella, dia wanita yang selalu ada selama sebulan ini, sedangkan Bella, wanita itu hanya sibuk memikirkan pekerjaan nya.
Jika bisa di hitung, Albert lebih banyak memberikan nya uang dari pada pendapat nya menjadi seorang model.
"Tuan ayo kita berangkat,"ucap Alia yang kini sudah ada di hadapan nya.
Albert mengangguk.
Rumah sakit.
Alia mendekati brangkar nyonya Mita.
"Nyonya,"lirih Alia.
"Nyonya harus kuat yah, saat ini, aku sedang mengandung cucu nyonya. Aku berharap setelah aku melahirkan anak ini, ada nyonya Yang bisa melindungi nya,"lirih Alia.
tanpa Alia sadari, perkataan nya itu di dengar oleh Albert dan Johan yang baru saja ingin masuk ke dalam kamar inap nyonya Mita.
"Nyonya, sebenarnya aku sangat berat melakukan ini, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, putra anda sudah membantu ku melunasi semua hutang ayahku, dan membuat ku jauh dari jeratan ibu tiriku, maka dari itu aku ingin membalas kebaikan nya dengan memberikan nya seorang anak,"
"Tapi hatiku masih tak tenang nyonya, setidaknya, dengan adanya dirimu, aku masih bisa tenang melepaskan anakku,"lirih Alia.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu membuat Alia segera menghapus air mata nya
Dia menoleh dan tersenyum ke arah Albert dan Johan.
"Hay,"ucap Johan.
"Hay dok,"ucap Alia tersenyum.
"Dok, bagaimana keadaan nyonya Mita,"ucap Alia.
"hmm tadi dia sempat mengalami kritis, tapi syukurlah dia sekarang baik baik saja,"ucap Johan.
"Tapi sepertinya ada sedikit masalah jika dia sudah sadar nanti,"ucap Johan.
"Masalah apa,"ucap Albert.
"Aku takut jika dia sadar dia mangalami yang namanya bisu sementara, ini biasanya di sebabkan karena adanya kecemasan yang tinggi atau trauma yang mendalam,"ucap Johan.
"Tapi kalian tidak perlu khawatir, ini hanya bersifat sementara, lambat Laun, bibi pasti bisa kembali berbicara,"ucap Johan.
"baiklah Johan, terima kasih,"ucap Albert.
"Tentu, kalau begitu saya permisi yah, dan Alia jangan lupa untuk meminum vitamin nya,"ucap Johan.
Alia mengangguk.
Setelah kepergian Johan, Albert meminta Alia untuk beristirahat, Alia yang memang merasa lelah juga pun membaringkan tubuh nya di salah satu sofa bed yang ada di dalam ruangan itu.
"Alia, ada kamar lagi, dan di dalam ada tempat untuk tidur, kamu masuklah,"ucap Albert m
"Tidak perlu tuan, saya di sini saja,"ucap Alia.
"Biar saya juga bisa memantau kondisi nyonya,"ucap Alia.
"Maaf karena merepotkan mu lagi,"ucap Albert.
"Tidak kok tuan, saya justru senang bisa menjaga nyonya, selama bekerja di rumah anda, nyonya Begitu baik pada saya, jadi tidak ada salahnya saya membalas kebaikan nya,"ucap Alia.
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️