Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.
Bab 12
Bab 12
"Pak jo..surat dinasnya sudah terbit.."
"Kemungkinan penerbangan akan di jadwalkan di sore hari.."
"Atau pak jo punya permintaan perihal waktu pemberangkatan?.."
Ucap riana sembari tetap melihat layar laptopnya.
"Coba riana kalau misalnya jam terbang malam adanya di jam berapa?"
"Ini untuk penerbangan malam hampir semua berjeda 10-15 menit pak.."
"Bapak mau pilih sendiri.." ucap bianca memutar layar laptopnya menghadap ke arah jonathan.
Jonathan yang kala itu hanya berdiri kini duduk herhadapan dengan riana.
"Coba jam 10 ini ri.."
"Baik saya coba lihat kembali.."
"Kalau gitu nanti selain email kamu ingatkan saya kembali.."
"Oh yaa nanti kalau ada yang mencari saya,saya sedang keluar ketemu client.."
Riana hanya mengangguk dan jonathan pun berlalu meninggalkan meja sekretaris.
"Riana..pak jo dinas kemana?" Ucap reno yang tiba-tiba sudah berada di hadapan riana.
"Ke surabaya.."
"Lumayan lagi banyak-banyaknya kerjaan nih..mau grumpi.."
"Hmm engga deh..takut.."
"Bye.." ucap reno lalu menuju kemejanya kembali.
"Yuk makan siang dulu.."
"Nanggung amat rapat selesai jam segini.."
"Lapernyaaa..makan apa ya.."
"Bianca..di panggil pak jo.." ucap salah satu rekan kerjanya.
Bianca memutar matanya.
"Apa tidak bisa setelah makan siang saja.." gerutu bianca namun tetap berjalan keruangan jonathan.
Tok tok tok
"Masuk.."
Bianca yang melihat diruangan hanya ada jonathan langsung mengeluarkan unek-uneknya.
"Ada apa lagi si.."
"Aku ga mau ya masalah pribadi dibawa-bawa ke kerjaan terus.."
"Bisa ga si jangan marah-marah terus bianca.." terdengar ucapan jonathan pelan tapi menusuk.
"Mama kamu barusan telfon,lusa katanya mau mampir.."
"Mamah?.."
"Tapi kamu lusa ke surabaya kan?"
"Yaudah nanti aku aja yang nemuin ibu aku.."
"Di tempat kamu?.."
"Aku udah bilang kalau kita tinggal bareng di tempatku bi.."
"Jadi mungkin kamu harus membawa beberapa perlengkapanmu di tempatku..
"Kok gitu.."
"Kamu ga mau kan mamah kamu curiga.."
"Ini kartu nya..aku bawa satu.." ucap jo sembari meletakkan kartu kecil berwarna hitam.
Bianca meraih kartu tersebut lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan jonathan.
Sepanjang jalan ia mengumpat dirinya sendiri,
Ia merasa menjadi korban tapi bagaimana mungkin ia menuruti setiap ucapan jonathan.
Ting "bianca.."
Bianca menatap layar ponselnya.
"Devan.."
"Mungkin aku harus cari cara agar jonathan melepaskanku.."
"Iyaa dev.." bianca membalas pesan devan.
Ting "akhirnya kamu mau membalas pesanku.."
Ting "maaf sebelumnya bi.."
Ting "bisakah kita makan malam bersama nanti.."
"Iyaa boleh.."
bianca menyandarkan kepala di kursi kerjanya.
Ia akhirnya menerima ajakan devan,
Tapi tentu saja dengan rencana-rencana yang telah ia siapkan.
Bianca berfikir akan memanfaatkan devan untuk membuat jo kepanasan.
Di sudut malam dibawah lampu yang minim pencahayaan.
"Bianca..berani sekali dia.." ucap jonathan yang ternyata berada di satu cafe yang sama.
"Apa perlu saya berbuat sesuatu tuan.." ucap seorang salah satu bodyguard yang ada di hadapan jonathan.
"Tidak sekarang erik..kamu hanya perlu memantau sampai sejauh apa mereka bertindak.."
"Baik tuan.."
"Dan ini,saya ingin melaporkan pembuatan club yang ada dibali sudah hampir 90% pengerjaannya tuan.." ucap erik sembari menampilkan video yang ada di tab miliknya.
"Bagus..jangan sampai ada kekurangan erik.."
"Apa penyuplai kita sudah menyetujui untuk mengirimkan barang ke club kita ini.."
"Sudah tuan..mereka bersedia.."
"Bagus..tuangkan saya minuman lagi erik..