Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏
Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.
Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.
Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.
Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.
HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12.
Setelah Adel siap mereka berdua pun turun, Lucas menuruni anak tangga dengan adek yang ada di belakangnya.
Sesampainya di ruang makan mereka sudah di tunggu oleh tuan mahendra dan nyonya risma yang sudah duduk di kursi masing-masing, hanya ada satu kursi yang kosong di sana.
kursi itu milik Devan putra kedua mereka yang tidak kembali malam ini.
Entah kenapa kursi kosong itu membuat dada Adel merasa sesak, seolah kehadiran Devan terasa nyata di sana.
tatapan keduanya tertuju pada Lucas dan Adel.
" Ah, akhirnya kalian datang juga " sambut nyonya risma dengan senyum tipis.
" maaf membuat kalian menunggu " ucap Lucas, Ia menarik kursi untuk Adel, sikapnya sopan dan tenang, namun bagi adel itu terasa dingin dan kosong.
" silahkan duduk " ucap tuan mahendra.
nyonya risma sadar Adel menatap kursi kosong itu sangat lama, Ia pun tersenyum kecut.
" Tenang saja Devan tidak pulang malam ini, dia terlalu sibuk dengan dirinya karena sakit hati " ucap nyonya risma dengan senyum tipis yang menusuk, kalimat itu seperti sengaja di arahkan pada Adel.
Adel tersentak halus, tangannya yang hendak meraih sendok terhenti di udara, Ia menunduk cepat mencoba mengubah ekpresi wajahnya yang mulai goyah.
aku yakin kata-kata itu di tunjukkan padaku,..
Adel tersenyum kecut, sambil menundukkan kepalanya, Ia tak ingin berkontak mata dengan nyonya risma yang jelas-jelas tidak menyukainya.
tante tidak menyukaiku, dan itu wajar, aku menjalani hubungan yang romantis dengan anak keduanya tapi menikah dengan anak pertama kakak dari kekasihku.
ini juga bukan sepenuhnya keinginan ku, ini hanya paksaan dari kedua orang tua, entah apa yang di pikirkan pa-pa hingga menjodohkan aku dengan kakak pria yang aku cintai.
" Adel " panggil tuan mahendra.
Adel mengangkat wajahnya, Ia menoleh ke arah tuan mahendra dengan spontan.
" Aku harap kamu bisa terbiasa dengan keluarga ini " ucap tuan mahendra dengan tegas.
" Baik " jawab Adel kaku.
Mereka pun mulai makan malam, suara sendok dan garpu beradu pelan memenuhi ruangan, menciptakan suasana asing dan menekan bagi Adel, tidak ada percakapan hangat seperti di keluarganya Ia mengingat kenangan-kenangan bersama ibu dan pa-pa nya yang setiap kali makan terasa lebih hangat dan penuh tawa.
Ini adalah hal baru bangi Adel yang harus dia biasakan mulai sekarang, hanya Keheningan yang sesekali di pecah oleh tuan mahendra yang menanyakan hal-hal penting pada Lucas.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, spontan mereka melihat ke asal suara itu, mereka terkejut dengan kedatangan Devan yang tiba-tiba.
" Devan!!... " Gumam nyonya risma pelan, Ia tampak terkejut dengan kedatangan putra keduanya.
Deg___
Jantung Adel seketika berdetak kencang dan terasa sakit di dadanya, Ia juga terkejut dengan kedatangan Devan yang tiba-tiba, pandangan mereka bertemu untuk beberapa detik, Adel segera menundukkan kepalanya dengan cepat.
Devan mengeratkan rahangnya, hatinya terasa perih melihat Adel menundukkan kepalanya saat mata mereka bertemu, namun Devan segera mengubah ekpresi wajahnya Ia berusaha untuk bersikap normal meski itu sulit dan menyakitkan.
Ia berjalan menuju meja makan, lalu Devan menarik kursi kosong yang ada di samping nyonya risma, dia duduk di sana mengabaikan tatapan semua orang yang tertuju padanya.
Devan mengambil nasi dan beberapa lauk pauk, lalu Ia menyantap nya, satu suapan, dua suapan tidak ada pergerakan dari mereka yang terkejut dengan kedatangannya.
Devan pun mengangkat wajahnya menatap mereka bergantian.
" Kenapa kalian diam saja? " tanya Devan Devan suara serak.
Tuan mahendra meletakkan sendok dan garpunya, Ia menatap pada putra keduanya.
" apa masalah mu sudah selesai? " tanya tuan mahendra.
" belum " jawab Devan, Ia masih menyuapkan nasi kemelut nya.
Adel semakin merasa tertekan dengan kedatangan Devan yang tiba-tiba, rasanya sakit melihat pacarnya yang mengabaikan nya, tapi mau bagaimana lagi mereka adalah dua orang yang di pisahkan secara paksa oleh keluarga.
Nasi yang masuk ke mulutnya terasa gambar, tidak ada rasa, lidahnya kelu menahan tangis.
Sedangkan Lucas Ia bersikap biasa seolah semuanya tidak pernah terjadi, setelah Ia selesai dengan makanannya Lucas meneguk segelas air.
" Devan, bisakah kau bersikap dewasa " ucap Lucas memecah keheningan yang terasa menyesakan dan berat.
" Bagaimana aku harus bersikap dewasa? " Devan, Ia tidak menoleh sama sekali, dia tetap fokus pada makanya, seolah dia tidak makan beberapa hari.
" Belajar bekerja di kantor, aku ingin kau mengambil alih perusahaan yang ada di Indonesia, " ucap Lucas dingin namun tegas.
" Kakak mu benar, tidak mungkin Lucas harus bulak-balik LN, indo, perusahaan di sana butuh Lucas " timbal tuan mahendra.
" Baik " jawab Devan cepat.
Tuan mahendra sempat terdiam sesaat, lalu Ia tersenyum puas.
" bagus, bagus sekali pa-pa suka sikap kamu yang seperti ini " puji tuan mahendra dengan senyum lebar di bibir nya.
" Pa-pa yakin kamu bisa seperti kakak kamu Lucas, menjadi sukses dan membanggakan nama keluarga kita " ucap tuan mahendra.
" aku sudah selesai " ucap Lucas, Ia berdiri namun belum pergi, tatapannya tertuju kepada Adel yang duduk kaku di sampingnya sambil menundukkan kepalanya dengan wajah cemas.
" apa kau sudah selesai? " tanya Lucas pada Adel.
namun Adel hanya diam, dia tidak tahu Lucas sedang berbicara padanya.
" Adel " panggil Lucas.
Adel mendongak dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca.
" apa kau sudah selesai? " tanya Lucas sekali lagi.
" Iya " jawab Adel dengan suara yang bergetar.
" Kami akan istirahat lebih awal, karena besok kami akan berangkat pagi-pagi " ucap Lucas sebelum dia pergi.
Tuan mahendra mengangguk pelan
" pergilah " .
Lucas tidak berkata apa-apa lagi, Ia hanya menoleh ke arah Adel memastikan dia berdiri dari duduk nya, Adel pun bangkit perlahan, tangannya sedikit bergetar saat menarik kursi.
" permisi " ucap Adel pelan.
Tanpa menoleh ke arah siapapun terutama Devan mantan pacarnya, Adel berjalan mengikuti Lucas yang sudah lebih dulu di depannya meninggalkan ruang makan.
Namun saat Ia berbalik, sekilas, sangat singkat, matanya kembali bertemu dengan Devan.
Deg__
langkah Adel hampir terhenti, tapi Ia segera memalingkan wajahnya dan mempercepat langkahnya keluar.
sementara itu Devan hanya diam, sendok di tangannya berhenti bergerak, Ia menatap ke arah pintu yang tertutup , rahangnya mengeras, dan matanya menyiratkan sesuatu yang sulit di jelaskan, marah , sakit atau mungkin keduanya.
" Sayang jika kau sudah selesai istirahatlah " ucap nyonya risma, Ia mengelus pundak Devan Devan lembut.
" jaga sikap mu Devan, kini dia sudah menjadi kakak ipar mu, jadi hormati dia " ucap tuan mahendra mengingatkan dengan tegas.
" tentu, aku sangat tahu siapa dia sekarang " jawab Devan, Ia pun meletakkan sendok dan garpunya.
dan berdiri tanpa bicara apa-apa lagi dia meningalkan Raung makan itu.
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya