NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Para anak buah James berlarian cepat menuju kamar. Mereka terdiam seketika saat melihat mantan ketua mereka memeluk tubuh putranya yang sudah tidak bernyawa, berlumuran darah.

“Tuan muda!” seru mereka kaget.

“Cari tahu siapa pelakunya, dan siksa dia sampai mati perlahan!” perintah James dengan suara penuh amarah dan duka.

“Baik, Tuan,” jawab mereka serempak.

“Kalian cepat pergi… serahkan saja padaku,” ujar Nathan tenang sambil melangkah masuk bersama Marcus.

Beberapa saat kemudian, para anak buah itu pun keluar.

Nathan menutup pintu perlahan.

Terlihat kedua tangannya kini terbalut sarung tangan hitam.

James masih memeluk tubuh Jims, tak mau melepaskannya.

“Nathan… carikan tempat pemakaman yang elit. Dia suka tempat yang nyaman… dengan pemandangan indah. Adakan acara yang mewah… sebarkan,” perintah James dengan suara hancur.

Nathan tidak langsung menjawab.

Ia berjalan pelan, lalu membungkuk mengambil pistol yang tergeletak di lantai.

Matanya menatap benda itu dengan dingin.

“Tuan…” ucap Nathan pelan.

James tidak menyadari perubahan nada suara itu.

“Bagaimana perasaan Anda… saat melihat orang yang Anda cintai tewas begitu saja?” tanya Nathan.

James terdiam.

Pertanyaan itu terasa aneh.

Perlahan, ia mengangkat wajahnya… menatap Nathan.

Dan untuk pertama kalinya, ada sesuatu yang berbeda dari pria itu.

“Menghilang… lalu tiba-tiba ingin membunuhmu. Apa kau tidak merasa aneh?” tanya Nathan tenang.

James mengerutkan kening, masih memeluk tubuh putranya. “Aku yakin Jims disuntik obat. Seseorang membuatnya menganggapku sebagai musuhnya.”

Nathan tersenyum tipis.

“Ini adalah karmamu, James Fung,” ucapnya pelan, lalu mengangkat pistol dan menodongkannya tepat ke kepala James.

James terdiam. Dingin logam itu terasa nyata di pelipisnya.

“Apa maksudmu?” tanyanya, suara mulai bergetar.

“Maksudku… kau akhirnya mendapat balasan,” ujar Nathan dingin. “Selama hidup, berapa banyak orang yang kau korbankan demi posisi dan kekuasaan? Demi uang, kau mengkhianati temanmu sendiri… membuat mereka bunuh diri karena terpojok dan terlilit utang. Kau hidup di atas penderitaan orang lain… dan menikmatinya.”

Tatapan Nathan semakin tajam.

“Sekarang lihat… anakmu sendiri ingin membunuhmu. Dan akhirnya… dia mati di tanganmu.”

“Nathan Han! Apa kau sadar dengan ucapanmu?!” bentak James, emosinya memuncak.

“Sadar,” jawab Nathan tanpa ragu. Ia sedikit menunduk, menatap James dengan sinis. “Kalau kuberitahu… anakmu disuntik olehku, apakah kau akan percaya?”

Mata James membesar.

“Bajingan!” geramnya. “Apa yang kau lakukan pada anakku?! Dan penculikan itu… kau juga yang melakukannya?!”

Nathan tersenyum tipis, tanpa rasa bersalah.

“Iya,” jawabnya singkat. “Aku yang menculiknya. Aku yang menyuntiknya. Obat itu membuatnya berhalusinasi… sehingga dia salah mengenal orang."

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada pelan namun menusuk.

“Orang yang ingin dia bunuh… adalah aku.”

James terdiam, napasnya memburu.

“Tapi ada satu hal yang tidak kau tahu tentang anakmu,” lanjut Nathan. “Di saat dia kesakitan dan ketakutan… dia tetap memilih menyerahkan nyawamu agar dirinya selamat.”

Sudut bibir Nathan terangkat tipis. “Sungguh… pengorbanan yang luar biasa, bukan?”

James Fung bangkit perlahan, masih gemetar. Ia menoleh ke arah Nathan dengan mata merah penuh amarah.

“Kenapa? Apa aku tidak cukup baik selama ini? Bahkan posisiku kuberikan padamu, bukan pada anakku! Tapi kau membalasku dengan cara seperti ini?!” bentaknya.

Nathan menatapnya tanpa ekspresi.

“Kau membiarkanku duduk di posisimu bukan karena percaya,” ucap Nathan dingin. “Tapi karena kau ingin aku menjadi tameng untuk anakmu. Musuhmu mengincarku karena aku yang terlihat sebagai ketua. Setelah aku menyingkirkan mereka… kau akan merebut kembali posisi itu dan menyerahkannya pada anakmu.”

Ia melangkah mendekat.

“Kau pikir aku tidak bisa membaca pikiranmu?”

“Pengkhianat!” geram James. “Aku salah karena percaya padamu sepenuhnya! Kau memang sudah menunjukkan sifat aslimu! Tapi kenapa?!”

Nathan terdiam sejenak.

Tatapannya berubah… lebih gelap. “Karena kau telah menyentuh orang yang tidak seharusnya,” jawabnya pelan.

James mengernyit.

“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.”

Rahang Nathan mengeras.

“Calista…” ucapnya pelan, namun penuh tekanan. “Kau tahu dia adalah tunanganku.”

Ia menatap tajam ke arah James.

“Tapi kau tetap melakukan kekerasan terhadapnya. Bukan hanya itu kau juga merenggut kehormatannya."

Suasana mendadak membeku.

“Apa kau pikir… aku tidak tahu?”

“Nathan Han, kejadian yang menimpanya… aku turut simpati. Tapi kau tidak bisa menuduhku,” jawab James, mencoba tetap tenang.

Nathan tidak berkata apa-apa. Ia melemparkan beberapa lembar kertas ke arah James. Kertas itu jatuh di lantai, tepat di depan kakinya.

“Ahli forensik telah menemukan jejak air manimu di pakaian Calista. Hasilnya cocok dengan DNA-mu,” ucap Nathan dingin. “Apa lagi yang ingin kau katakan?”

James terdiam sesaat. Lalu perlahan ia mengangkat wajahnya, menatap Nathan.

“Nathan… bukankah kau sendiri tidak menyukai gadis itu?” katanya dengan senyum sinis. “Lima tahun kau menggantungnya tanpa status yang jelas. Kau mengabaikannya. Apa dia penting bagimu?”

Tatapannya penuh ejekan.

“Kau sama sepertiku. Licik. Mengutamakan ambisi. Kau hanya peduli pada posisi ketua.”

Nathan menatapnya tanpa ekspresi.

Lalu—

“Dor!”

Suara tembakan menggema.

Peluru menembus perut James.

“Ugh!” tubuh James terhuyung, lalu jatuh berlutut dengan satu kaki, wajahnya menahan rasa sakit.

“Kau…” ucapnya terbata.

Nathan melangkah mendekat, pistol masih di tangannya.

“Aku bukan tidak peduli,” ucapnya pelan, namun penuh tekanan. “Aku berpura-pura tidak peduli… karena aku tahu kau akan menjadikan Calista sebagai kelemahanku.”

Ia menunduk, menatap James dengan dingin.

“Aku tidak ingin dikendalikan olehmu. Jadi aku harus membuatmu percaya… bahwa aku tidak mencintainya.”

Suasana terasa semakin berat.

“Selama ini aku bahkan tidak pernah menyentuhnya,” lanjut Nathan. “Karena aku menghormatinya. Menjaga kehormatannya.”

Tangannya mencengkeram pistol lebih erat.

“Tapi kau…” suaranya menurun, dipenuhi amarah yang selama ini tertahan. “Kau malah menghancurkannya.”

Nathan mengangkat pistolnya, lalu menghantamkannya ke kepala James.

“Brak!”

“Kau mempermalukannya… sampai dia memilih mengakhiri hidupnya!”

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!