NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Hitam

Warisan Mutiara Hitam

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kokop Gann

Takdirnya telah dicuri. Chen Kai, dulu jenius nomor satu di klannya, kini hidup sebagai "sampah" yang terlupakan setelah Akar Spiritualnya lumpuh secara misterius. Tiga tahun penuh penghinaan telah dijalaninya, didorong hanya oleh keinginan menyelamatkan adiknya yang sakit parah. Dalam keputusasaan, dia mempertaruhkan nyawanya, namun berakhir dilempar ke jurang oleh sepupunya sendiri.

Di ambang kematian, takdir mempermainkannya. Chen Kai menemukan sebuah mutiara hitam misterius yang menyatu dengannya, membangkitkan jiwa kuno Kaisar Yao, seorang ahli alkimia legendaris. Dari Kaisar Yao, Chen Kai mengetahui kebenaran yang kejam: bakatnya tidak lumpuh, melainkan dicuri oleh seorang tetua kuat yang berkonspirasi.

Dengan bimbingan sang Kaisar, Chen Kai memulai jalan kultivasi yang menantang surga. Tujuannya: mengambil kembali apa yang menjadi miliknya, melindungi satu-satunya keluarga yang tersisa, dan membuat mereka yang telah mengkhianatinya merasakan keputusasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertaruhan Terakhir

Raja Serigala yang dibutakan di satu mata itu menerjang maju. Amarahnya telah menutupi rasa sakitnya. Dengan hanya satu mata yang tersisa, ia mengunci pandangannya pada Chen Kai, pemuda yang telah melukainya. Kecepatannya tidak berkurang, bahkan mungkin bertambah karena adrenalin.

"Bocah bodoh! Lari! Kau tidak punya senjata!" raung Kaisar Yao di benak Chen Kai. "Kau sudah mendapatkan inti iblisnya! Lari!"

Tapi Chen Kai tahu dia tidak bisa lari. Bahunya terluka parah. Pil Peremaja Darah telah memberinya ledakan stamina, tapi itu hampir habis. Dengan binatang iblis tingkat lima di belakangnya, dia tidak akan bisa lari lebih dari sepuluh langkah sebelum cakarnya merobek punggungnya.

Dia mengertakkan gigi, rasa sakit dari bahunya yang robek hampir membuatnya pingsan. Dia tidak punya pilihan lain.

"Aku akan menghadapinya," balasnya pada Kaisar Yao.

"Menghadapinya? Dengan apa? Tangan kosongmu?!"

Chen Kai tidak menjawab. Dia memusatkan seluruh sisa kesadarannya. Dia mengabaikan rasa sakit, mengabaikan rasa takut. Dia mengaktifkan 'Sutra Hati Kaisar Naga Abadi' hingga batasnya. Dunia di sekitarnya melambat.

Dia bisa melihat setiap otot yang menegang di tubuh serigala yang menerjang. Dia bisa melihat air liur yang menetes dari taringnya. Dia bisa melihat kebencian di satu-satunya matanya yang tersisa.

Lima meter.

Empat meter.

Chen Kai tidak bergerak. Dia berjongkok rendah, seperti pegas yang ditekan.

Tiga meter.

Raja Serigala membuka rahangnya untuk menerkam.

Dua meter.

"SEKARANG!"

Pada sepersekian detik terakhir, Chen Kai tidak melompat ke samping. Binatang itu akan bisa berbelok. Sebaliknya, dia melompat ke depan, berguling di bawah tubuh serigala yang sedang melompat itu.

Itu adalah pertaruhan gila.

SWUUUSH!

Cakar-cakar tajam Raja Serigala melintas beberapa inci di atas punggung Chen Kai saat dia berguling di antara kaki-kaki depan dan belakang binatang itu. Bau amis darah dan bulu basah menyengat hidungnya.

BRAAAK!

Raja Serigala, yang telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menerkam, tidak bisa berhenti. Ia menabrak pohon besar tempat Chen Kai berdiri sebelumnya dengan kekuatan penuh.

Gagang 'Pedang Awan Mengalir', yang menonjol dari mata kirinya, menghantam kulit kayu terlebih dahulu.

KRAK!

Gagang pedang itu patah, tetapi benturan itu mendorong bilah pedang lebih jauh ke dalam tengkorak Raja Serigala.

GRRRAAAAAAAAAA!!!

Raja Serigala melolong lagi, suara yang terdengar lebih menyakitkan dari sebelumnya. Ia jatuh ke samping, menggeliat di tanah, kepalanya membentur-bentur tanah. Pedang itu kini tertanam sepenuhnya di otaknya.

Chen Kai berguling dan bangkit dengan susah payah, terengah-engah. Dia bersandar di pohon lain, dadanya naik turun.

Di seberang tempat terbuka, Chen Long menatap dengan ngeri dan tak percaya.

Dia baru saja menyaksikan sampah tingkat keempat, yang terluka parah dan tidak bersenjata, mengalahkan Raja Serigala tingkat lima puncak... dengan akal dan keberanian murni.

"Dia... dia..." Chen Long tidak bisa berkata-kata.

Raja Serigala belum mati.

Ia berjuang untuk berdiri. Kakinya gemetar. Darah dan cairan otak mengalir dari mata kirinya. Mata kanannya berputar liar, mencari musuhnya. Ia kini buta total.

"Sudah berakhir," bisik Chen Kai, merasakan kegelapan merayapi pandangannya. Dia telah kehilangan terlalu banyak darah.

"Belum!" teriak Kaisar Yao. "Binatang yang terluka adalah yang paling berbahaya! Dia masih bisa mencium baumu! Habisi dia selagi dia buta!"

Chen Kai melihat sekeliling dengan putus asa. Senjatanya ada di dalam kepala serigala.

Matanya tertuju pada dahan pohon patah yang tajam di tanah, patah akibat amukan serigala sebelumnya. Ukurannya pas, seperti tombak pendek.

Dia terhuyung ke arah dahan itu dan mengambilnya dengan tangan kanannya.

Raja Serigala mengendus udara. Sniff... sniff... Ia berbalik perlahan, hidungnya mengarah tepat ke Chen Kai. Ia mencium bau darahnya.

Dengan geraman rendah, ia mulai berjalan perlahan ke arah Chen Kai. Ia tidak bisa melihat, tapi ia tahu persis di mana mangsanya berada.

Chen Kai mengangkat dahan runcing itu. Ini adalah kesempatan terakhirnya.

Tapi saat serigala itu mendekat, Chen Kai mengambil batu kecil dengan tangan kirinya yang hampir lumpuh dan melemparkannya ke samping, ke arah Chen Long.

TUK.

Batu itu mendarat di dekat kaki Chen Long.

Raja Serigala langsung bereaksi. Mengira itu adalah gerakan musuh, ia berbalik dan menerjang ke arah suara itu.

"Sialan kau, Chen Kai!" teriak Chen Long panik, saat binatang buta itu menerjang ke arahnya.

Itu adalah celah yang dibutuhkan Chen Kai.

Saat Raja Serigala memaparkan sisi tubuhnya, Chen Kai menggunakan sisa-sisa 'Teknik Pemurnian Tubuh Sembilan Naga'. Otot-ototnya menjerit, tapi dia berhasil melesat maju.

Dia tidak membidik tubuhnya. Dia membidik satu-satunya titik lemah yang tersisa.

Dia melompat ke sisi kepala serigala, mengangkat dahan runcing itu tinggi-tinggi, dan menusukkannya dengan sekuat tenaga...

...ke mata kanan serigala yang masih utuh.

PUK!

Dahan itu menancap dalam.

Raja Serigala membeku.

Seluruh tubuhnya menegang.

Kemudian, ia meledak dalam amukan terakhir. Ia mengayunkan kepalanya dengan liar. Salah satu cakarnya menghantam dada Chen Kai.

SRAKK!

Chen Kai terlempar seperti boneka kain, menabrak batu besar. Tulang rusuknya terasa patah. Visi gelap memenuhi matanya.

Tapi dia telah berhasil.

Raja Serigala, yang kini buta total dan otaknya tertusuk dari kedua sisi, terhuyung-huyung. Ia mengambil beberapa langkah sempoyongan, mengaum tanpa suara, lalu ambruk ke tanah dengan suara dentuman keras.

Kaki belakangnya menendang beberapa kali, lalu diam.

Keheningan total kembali menyelimuti hutan.

Chen Kai terbatuk, memuntahkan darah. Dia bersandar di batu, hampir tidak bisa bernapas.

Dia berhasil. Dia masih hidup.

Dia melihat ke seberang. Chen Hu terbaring diam, kemungkinan besar sudah mati karena kehabisan darah.

Dan Chen Long... Chen Long duduk di tanah, tidak bergerak, pedangnya yang patah ada di sampingnya. Dia menatap Chen Kai.

Ekspresinya bukanlah kemarahan. Bukan kebencian.

Itu adalah campuran rumit antara keterkejutan, ketidakpercayaan... dan mungkin, untuk pertama kalinya... rasa takut.

1
Eza Bae
tes
Visitor8071
Ga ada ceritanya serigala menyerang sambil melolong 🤣. Melolong itu butuh pancingan yg bukan membahayakan kelompoknya. Kalo menyerang tuh sambil mendengus kasar son 🤣
Paman Sam
ceritanya bagus ,tapi poin extra gratis rendah - boleh di + bro ?
Paman Sam
cerita nya bagus , cuman poin extra gratis rendah , boleh di + bro kokop ?
Paman Sam
pedang Jian Chen tidak d beri pada adiknya ? 🤭
Paman Sam
masih ada kenangan dihati ya , Lin qingxue 🤭😇
Visitor8071
tak taulah. entah authornya malas bikin kerangka karangan arau malas baca ulang tulisannya yg usah lewat. Senangnya pakai HARI. Mudah banget Chen Kai menghabiskan 3 hari, 7 hari. Author lupa kalo adeknya sekarat. Jangankan ingat adeknya, ingat makan minum aja enggak, tapi masih hidup 🤣🤣🤣
Paman Sam
Chen kai ambil cincin harta miliknya , kebiasaan mutlak harus di jalankan ( kokop) 🤣🤭
Paman Sam
habislah Jian Chen - pasti cacatlah si jenius no 1 🤭
Paman Sam
Ooo muntah kuning keluar 😇
Paman Sam
akhirnya si langit jatuh juga ke bumi 🤭
Eza Bae
test
Visitor8071
Kalo adiknya, Ling'er, ga mati kaku ditinggal berhari-hari, itu ajaib sih 😄😄
Visitor8071
Aneh aja kalo Chen Kai & adeknya masih boleh nempatin rumah yg dikasih pinjamnTetua Liu. Sejak ikut perburuan Klan, Chen Kai udah lama ga bikin Pil untuk toko obat Tetua Liu, malah bikin Pil untuk Manajer Yu. Harusnya ulah Chen Kai udah nyampe ke telinga Tetua Liu.
Paman Sam
mantap - menang atau jangann kembali 💪
Paman Sam
gila harta = gila tingkatan ilmu 😄👅
Blantik Sapi
pesanan kai kok lupa,, kan sudah di kasih uang muka penjualan pil
Paman Sam
harusnya Jian Chen menurun kan kultivasi ke tingkat 8(sama dengan Chen kai), itu adil ya kan bro ?😇😇
Paman Sam
ini bukan lagi mencari peringkat apa tetua sekte / peraturan, tidak membatasi pertandingan perorangan 😇
Paman Sam
jadi jenius teratas ini kah Chen ling ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!