NovelToon NovelToon
One Night Tragedy

One Night Tragedy

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Dipusingkan oleh pekerjaan, membuat Dakota Cynthia Higgins melampiaskan rasa lelah dengan bersenang-senang di club malam bersama teman. Dia yang sedang mabuk pun ditantang untuk menggoda seorang pria yang tak lain adalah Brennus Finlay Dominique.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, mabuk berat hingga kehilangan akal sehat, Dakota sungguh merayu Brennus hingga terjadi satu malam penuh tragedi. Padahal sebelumnya tak pernah melakukan hal segila itu dengan pria manapun.

Ketika sadar, Dakota benar-benar menyesal. Bukan akibat kehilangan mahkota yang selama ini dijaga, tapi karena pria itu adalah Brennus, salah satu keturunan Dominique. Di matanya, keluarga itu memiliki sifat menyebalkan.

Brennus berusaha untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang terjadi malam itu, tapi ternyata Dakota tidak menginginkan hal serupa. Wanita itu sudah anti dengan keluarga Dominique.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

“Sudah dibaca sejak sejam yang lalu, tapi tak kunjung dibalas juga. Memang sesibuk apa, sih ... dia?” Brennus menghembuskan napas. Layar berukuran enam koma tujuh inch itu tak lepas dari pandangan.

Hanya karena Dakota mengabaikan pesannya, Brennus jadi kelimpungan sendiri. Resah, gelisah, untung saja tidak seperti semut merah.

“Aku salah apa sampai diabaikan begini? Padahal jelas-jelas dia sudah baca.”

Bagaikan remaja yang didiamkan oleh gebetannya. Brennus menghempas kasar tubuh hingga terjatuh di atas ranjang.

Coba kirim pesan lagi, siapa tahu kali ini dibalas. Tapi, sayangnya lagi-lagi hanya dibaca saja.

“Dasar ponsel tidak berguna.” Brennus meletakkan begitu saja karena frustasi.

Yang ada di Helsinki frustasi karena merasa diteror terus, sementara si pria yang kini masih di Belanda juga sama frustasi akibat tidak dibalas pesannya. Sama-sama kesal, hanya saja dalam konteks berbeda.

“Atau mungkin pesanku tidak menarik? Jadi, Dakota malas menjawab?” Masih saja Brennus memikirkan itu. Dia galau, kacau, rasanya ingin diajak ketemu langsung saja supaya beres dan tahu apa penyebab diabaikan begini.

Biasanya Brennus selalu bisa tidur walau sedang bertengkar dengan kekasihnya. Tapi, kali ini lain. Bahkan ngantuk pun tidak. Mau memejamkan mata juga enggan.

“Oh Dakota ... kau benar-benar sudah membuatku gila.” Telapaknya mengusap wajah secara kasar.

Sedangkan wanita yang membuat Brennus kelimpungan, ternyata sedang terlelap di dalam kamar. Dakota membuat ponsel dalam mode silent, jadi tidak mungkin mendengar jika ada notifikasi masuk. Dia merasa hidup sangat damai kalau tak ada yang mengganggu. Begitulah yang ia mau.

Sudah cukup dipusingkan dan rumit oleh urusan pekerjaan ditambah bosnya yang gila tidak mau tinggal di kota. Jangan diimbuhi urusan pribadi yang sebenarnya dia sendiri tidak mempermasalahkan.

...........

Seharusnya pagi hari adalah waktunya orang terlihat segar dan bugar karena sudah istirahat saat malam. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Brennus. Dia justru memiliki kantung mata karena semalaman kurang tidur. Pikirannya kacau, dipenuhi oleh Dakota yang tak kunjung balas juga sampai sekarang.

Sekretarisnya sudah mengingatkan kalau hari ini jadwal pulang ke Helsinki. Jadi, Brennus sangat semangat untuk bersiap. Dia mandi, menggunakan pakaian rapi. Tidak lupa menyemprotkan parfum yang katanya Dakota sukai.

Ada suara ketukan pintu lagi, Brennus segera membawa ransel ke punggung. Sudah pasti sekretarisnya untuk mengingatkan yang kedua kali.

“Iya, aku sudah siap. Kita berangkat ke bandara sekarang,” ucap Brennus saat keluar dari pintu.

“Perlu ku bawakan barangnya?” tawar Boy.

“Tidak.” Brennus berjalan di depan.

Keduanya pun menuju taksi untuk ke bandara.

“Waktu penerbangan jam berapa?” tanya Brennus seketika ia menginginkan sesuatu.

“Sepuluh.”

“Berarti masih ada waktu kalau aku mau belanja sebentar?”

“Ada, memangnya mau membeli apa?”

Brennus tidak menjawab. Tapi meminta taksi untuk menepi sejenak. “Berhenti di depan store Louis Vuitton.”

Kendaraan sungguh berhenti sesuai permintaan. Brennus lekas turun dan meminta sekretarisnya tetap di dalam saja. Cukup menunggu sebentar. Dia hanya ingin membeli sesuatu untuk Dakota. Akhirnya membeli tas keluaran terbaru karena hanya itu yang terlintas didalam kepala.

Brennus kembali masuk ke taksi dan perjalanan menuju bandara pun dilanjutkan lagi.

“Bingkisan untuk kekasihmu, Bos?” tanya Boy.

Brennus melirik ke arah papperbag besar di sampingnya. “Bukan.”

“Tumben, biasanya untuk kekasihmu.”

“Kalau ini untuk calon istriku dan ibu dari anak-anakku.” Percaya diri sekali dia. Padahal belum tentu Dakota mau juga.

“Oh, kau sudah mau menikahi kekasihmu?”

“Menikah, sih ... mau. Tapi, bukan dengan Laura.”

“Lalu?”

Brennus berdecak dan menendang jok depan yang diduduki oleh sekretarisnya. “Banyak tanya sekali. Nanti juga tahu sendiri orangnya.”

1
mamaqe
asik
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udah tamat aja thor...🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya sah juga, babby nya sudah ngerjain ortunya tuh pengen tau kali masih lanjut apa batal nikahnya kalau dia tes.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wooyy halalin dulu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wkwkwkk baru sebentar di cuekin saja sudah hampir nyerah apa kabar dengan Brennus yg lebih lama berjuang buat kamu Dakota
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sekarang berbalik arah jadi kamu yg harus ngebujuk Brennis, Dakota jadi tau kan rasanya di cuekin dan ngebujuk itu kayak gimana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah terbukti kan kalau Brennus prioritain kamu jadi nunggu apa lagi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
oowhh punya trauma dari keluarganya toh makanya susah percaya pada orang lain trs gimana tuh ortuny Dakota apa ga nyoba cari anaknya ya, kenapa sih mesti ada perbedaan gender hanya untuk mendapatkan kasih sayang dari ortu sendiri padahal yg melahirkan sosok laki² juga kan seorang perempuan kenapa mesti pilih² anak perempuan di abaikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kegedean gengsi kamu Dakota tar giliran Brennusnya ngilang kamu yg nyesel juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm Brunnes ga bisa tegas sama Laura jadinya nambah masalah lg
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
coba tuh cara om mu Brennus siapa tau manjur.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hebat perjuangan Brennus pantang menyerah, kayaknya babby'nya ga mau jauh tuh dari daddy nya makanya muntah² trs kalau berjauhan dan giliran nempel sama daddy nya nyaman kan makanya jangan ngeyelan Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bener kan hamil, udahlah Dakota terima takdirmu harus masuk ke keluarga Dominiqeu lagian ngatain mereka keluarga pongah tapi kamu sendiri sama lebih pongahnya berasa serba bisa sendiri padahal hidup itu juga butuh orang lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
manut bae lah Dakota ga usah banyak nolak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dakota keras kepala ga mau denger omongan orang lain berasa paling bener sendiri saja...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Dakota nurut saja sama Brennus ke rs buat diperiksa biar tau kondisimu benar ga nya hamil baru putusin lagi gimnanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmmm tanda² Brennus junior hadir nih jadi kesempatan Brennus menikahi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhhh jadi curiga apa Dakota hamil ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
gkgkgkk moduuss kamu Brennus, pangku² jadi berakhir lebih dari sekedar duduk doang.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
siap² gumoh kamu di ganggu sama Brennus Dakota.🤣🤣
gass lah Brennus maju yrs jangan mundur takut nabrak.🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!