NovelToon NovelToon
Mengejar Mantan Istri

Mengejar Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Contest / Fanfic / Tamat
Popularitas:852.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ragazza Belle

Mila Hamid adalah seorang wanita cantik, lembut dan memiliki senyuman yang hangat. Ia juga seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Irsyad Mauza. Mila Hamid dan Irsyad Mauza menikah karena permintaan ibu dari Irsyad yang menderita kanker hati. Irsyad yang sebenarnya telah memiliki kekasih pun dengan patuh menuruti keinginan ibunya. Irsyad menceraikan Mila tepat setelah seminggu kematian ibunya. Pernikahan mereka hanya bertahan selama 6 bulan, dan selama itu Irsyad selalu memperlakukan Mila dengan sangat baik, namun Irsyad tidak pernah menyentuh istrinya itu.

Tepat di hari perceraiannya, Mila mengalami kecelakaan hingga membuat kaki kirinya lumpuh total. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya.

Akankah mereka bersatu kembali atau justru mereka kembali berpisah untuk kedua kalinya?

Buat yang penasaran seperti apa ceritanya, yuk ikuti kisah mereka disini 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlambat Menyesal

" Bagaimana kabarmu? " Tanya Irsyad sambil menggenggam kedua tangannya. Itu adalah kalimat pertama yang dimulainya. Irsyad bisa melihat dahi Mila sedikit berkerut, lalu setelah itu kembali rata. Tapi wajahnya tidak berubah sedikit pun, dingin dan tak terbaca.

" Alhamdulillah aku baik-baik saja " Jawab Mila dengan nada dingin yang membuat hati Irsyad semakin gundah gulana.

" Syukurlah, aku senang mendengarnya " Irsyad tersenyum kecut sambil sesekali terlihat menarik nafas.

Ini kedua kalinya bagi Irsyad, ia merasa tegang luar biasa saat berbicara. Dulu saat berbicara di depan para pemegang saham ia juga merasa tegang sekali. Tapi tidak seperti sekarang ini, rasa tegangnya membuat ia rasanya hampir mengalami serangan jantung. Irsyad terdiam sejenak, ia harus menyusun ucapannya dengan baik sebelum kembali berbicara. Ia takut jika Mila akan tersinggung atau marah padanya.

" Apa hanya itu saja yang ingin kamu bicarakan padaku? " Suara Mila yang bertanya membuat Irsyad kembali menatap Mila dengan fokus.

" Tidak Mila, masih ada lagi " Jawab Irsyad cepat.

" Lalu kenapa kamu terdiam? " Tanya Mila dengan sebelah alisnya yang terangkat.

" Aku hanya sedang memikirkan sesuatu " Irsyad tersenyum kecil. Sedangkan Mila, ia kembali harus menahan diri untuk tidak pergi dari hadapan Irsyad.

" Cepatlah, aku tidak punya cukup waktu untuk mendengarmu bicara, karena aku harus segera membuka tokoku " Mila kembali menghembuskan nafas lelah. Ia lelah sedari tadi harus menahan perasaannya selama bersama Irsyad. Irsyad mengangguk perlahan.

" Kalau boleh kutahu, kenapa setelah hari itu kamu tidak pernah kembali kerumah ? Kamu juga meninggalkan seluruh barang-barangmu disana. " Irsyad menelan ludahnya, membasahi tenggorokannya yang sedari tadi terasa kering.

" Karena tempat itu bukan rumahku lagi. Dan semua barang-barangku yang ada disana itu adalah pemberianmu. Aku mengembalikan semuanya padamu " Jelas Mila dengan suara yang sedikit bergetar. Irsyad terdiam, hatinya merasa sedikit sakit mendengar jawaban Mila.

" Apa kamu membenciku karena aku menceraikanmu? " Irsyad semakin banyak bertanya, ia lupa jika dirinya harus mengontrol setiap ucapannya. Irsyad ingin tahu semuanya. Semua yang pernah terjadi dalam hidup Mila selama 5 tahun terakhir.

Benci? Mungkinkah begitu. Tapi aku rasa aku tidak membencimu. Aku hanya merasa kecewa.

Mila membatin, ia sedikit melamun. Tak lama manik indahnya beralih memandangi Irsyad. Matanya berkaca-kaca.

" Aku tidak membencimu. Aku menerima perceraian itu...."

Suara Mila tercekat di tenggorokan, ucapannya terhenti sejenak. Mila tahu hatinya tidak sedang baik-baik saja saat ini. Rasa sedih 5 tahun yang lalu kembali menghampirinya. Mila hampir menumpahkan air matanya di depan Irsyad, tapi dengan cepat ia kembali menyadarkan dirinya agar tetap tenang dan tidak menangis di depan mantan suami yang sudah pernah menolak cintanya itu.

" Aku menerima perceraian itu, karena aku tahu bahwa kamu memang harus melakukannya. Aku juga sadar bahwa sebenarnya yang merasa sakit hati itu bukan cuma aku tapi Lisa. Aku tidak membencimu, aku menghindar darimu bukan karena benci tapi karena aku memang ingin melakukannya " Lanjut Mila sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar. Syukurlah ia berhasil mengucapkan hal ini tanpa menangis.

" Kau menginginkannya? Tapi bukankah kamu mencintaiku Mila. " Irsyad menarik kursinya menjadi sedikit lebih maju.

" Aku memang mencintaimu, tapi itu dulu. Lagipula kamu juga tidak pernah mencintaiku kan. Lalu untuk apa aku harus terus-terusan berada di dekatmu " Mila menggigit bibir bawahnya dengan cukup kuat. Wajahnya sudah setengah memerah, kedua matanya juga sudah mulai memerah. Mila mulai merasa kesal dengan pembicaraan ini. Ia tidak suka jika Irsyad mengungkit kembali kenangan buruk yang sudah susah payah ia lupakan.

" Tapi aku tetap tidak bisa menerima, jika kamu pergi dariku begitu saja " Irsyad mengusap kasar wajahnya. Dadanya bergerak naik turun, nafasnya menderu mendesak keluar dari rongga dadanya.

" Ada apa denganmu? Kamu tidak menerimaku karena aku pergi darimu. Seharusnya kamu tidak perlu melakukannya. Aku pergi atas kehendakku sendiri. Aku melepaskan semua cintaku padamu agar aku bisa memulai kehidupanku sendiri " Mila berkata dengan penuh kekesaalan. Rasanya begitu luar biasa bisa berbicara sebanyak ini di hadapan Irsyad.

Kedua pundak Irsyad bergerak turun, hatinya merasa tidak terima dengan ucapan Mila. Wanita itu telah melepaskan cintanya. Irsyad merasa dirinya semakin tidak tenang. Mungkinkah dirinya sudah tidak berada di dalam hati Mila. Tapi Irsyad tidak ingin diam, ia harus bertanya pada Mila

" Mila..." Panggil Irsyad dengan suara yang terdengar sedikit bergetar. Mila yang tadinya memalingkan wajahnya memutar kepalanya kembali memandangi Irsyad.

" Apa kamu masih mencintaiku ? " Irsyad menahan nafas, ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berdetak dengan kuat. Irsyad menunggu jawaban dari Mila, jawaban dari wanita yang pernah begitu mencintainya. Irsyad harap Mila masih memiliki rasa cinta itu.

Mila terdiam, matanya terlihat menegang, lalu tak lama kembali menatap dingin pada Irsyad.

" Tidak ! " Ucap Mila dengan singkat, padat dan jelas.

Aku telah berdosa. Aku berbohong. Tapi aku harus melakukannya karena aku ingin dia menjauh dariku.

Irsyad menekan kedua tangannya dengan kuat. Rasanya ia ingin menghancurkan segala hal yang ada di dekatnya. Irsyad menatap Mila dengan tatapan tidak percaya, sedangkan Mila kembali memalingkan wajahnya.

" Kamu bohong Mila " Tegas Irsyad dengan kedua tangannya yang mengepal erat.

" Terimalah semua itu. Tidak ada rasa cinta lagi di hatiku. Bahkan bekasnya pun sudah tidak ada lagi disana. Aku menghapus semuanya dari hatiku " Mila berujar tanpa menoleh ke arah Irsyad.

" Pak, maaf harus mengganggu pembicaraan ini. Tapi ini sudah waktunya bapak untuk berangkat ke kantor " Pak Wir menghampiri Irsyad yang masih terlihat ingin melanjutkan pembicaraan tersebut.

" Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk sampai ke kantor ? " Ujar Irsyad tanpa menoleh pada Pak Wir. Ia masih setia memandangi wajah Mila yang selalu menoleh ke samping.

" Lima belas menit pak dari sekarang " Ujar Pak Wir sambil melihat jam tangannya. Irsyad menarik nafas lalu berdiri dengan cepat.

" Telpon sekretaris ku sekarang, dan beritahukan padanya bahwa saya akan datang terlambat hari ini " Ujar Irsyad sambil menoleh pada Pak Wir yang sudah terlihat mengambil ponsel dari saku kemejanya.

Irsyad kembali duduk di kursi. Ia tidak ingin pergi sebelum menyelesaikan pembicaraan ini. Pak Wir terlihat menekan layar ponselnya menggulir satu persatu nama yang ada di kontaknya.

Mila memejamkan kedua matanya sebelum kembali membuka mata dan memandangi ke arah Pak Wir.

" Tidak perlu menelpon pak, karena pembicaraan ini sudah selesai. Kalian boleh pergi " Ujar Mila dengan cepat membuat Pak Wir langsung menoleh.

" Maaf ? " Pak Wir menatap Mila dengan dahi berkerut dalam

" Tidak perlu menelpon sekretarisnya" Mila menatap Pak Wir dengan serius. Pak Wir dengan cepat menoleh ke arah Irsyad yang hanya terdiam.

" Telpon dia! Aku ingin melanjutkan pembicaraan ini " Balas Irsyad membuat dahi pak Wir semakin berkerut

" Tidak perlu pak ! " Pak Wir menoleh ke arah Mila. " karena saya tidak ingin berbicara lagi dengannya" Ujar Mila dengan nada yang sedikit naik. Pak Wir kembali bingung dibuat keduanya.

" Mila..! "

" Aku katakan pembicaraan ini sudah selesai Irsyad. Sekarang aku mohon kalian keluarlah dari tokoku. Karena aku sangat sibuk " Usir Mila dengan wajah yang kurang bersahabat. Sebelum bangkit dari kursinya, Mila mengambil tongkat kruk disampingnya lalu melangkah pergi meninggalkan Irsyad yang masih terduduk, diam sambil merasakan perasaan menyesal di hatinya.

Bersambung....

Happy reading, love you guys😘

1
sutiasih kasih
jdi ceritanya mila jdi serep buatmu ya irsyad....
kok enK bgt hidupmu.... km cmpakn mila demi mnikahi kekasih sundalmu itu...
setelah perempuan idamanmu berhianat... km pungut lgi si mila.. buat mngobati luka hatimu...
sutiasih kasih
km pikir mila itu patung tk punya hati & perasaan....
km cmpakan... setelah km hncurkn hati & harapannya.... dgn entengnya km ingin mila kmbali....
sutiasih kasih
msa iya setelah km ceraikn mila.... dn km mnikahi kekasih trcintamu... km msih kpikiran mila....
laki" kucing garong km irsyad😅😅
sutiasih kasih
km aneh irsyad..... tk mncitai mila... tp smpe saat ini mikirin mila...
bukankah kh km mncintai ibu dri ankmu.... 🤔🤔
Nur Aini
masa Alloh, cantik sekali,lisa
Nur Aini: masa Alloh Milan cantik sekali 😘🙏
total 1 replies
Endang Sulistia
bagus banget
Endang Sulistia
harusnya tahan dulu Mila...g usah ketemu Ama si irsad...si irsadnya jadi kepedean
Endang Sulistia
gpp Mila, biar tau si mantan sakit dan hancurnya Mila dulu...Ampe kehilangan sahabatnya
Endang Sulistia
semangat
Endang Sulistia
bagus Mila...
Nurliana Uteh
Kecewa
Nurliana Uteh
Buruk
Bunga Ros
km tu pergi aja muka kk km emang beber beber benci sama irsyad untuk temenmu itu
Bunga Ros
cewek kok g punya pendirian kuat gampang sekali memaafkan usah tau di sakiti.....
Ana Ana
Mila mengapa jadi wanita lemah.yang tegar mila.jangan hanya menangis.
Oh Dewi
Dicari: Naskah yang layak terbit untuk dijadikan buku.
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.

Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.

Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.

AE Publishing Cab. Gresik

*paling lambat 15 Agustus 2023
masukan kedua orang itu dalam penjara...cocok sekali tapi kenapa Irsyad menceraikan juga kekasih kesayangan nya wpun curang, sedangkan kedua²nya penjahat
sumber kejahatan semua dari Lisa tapi Irsyad menyokong semua perbuatan kekasih tercintanya yang akhirnya curang...hebat sekali
bodoh juga c mila ni, mudah sekali memaafkan..
Ran Aulia
👍👍👍👍👍

terimakasih author, ceritanya bagus , beda alur dgn yg lain 👍👍👍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!