NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11: Pelarian di Balik Kabut Pagi

​Sesuai perintah Arkanza semalam, Araya sudah berada di dapur sejak pukul lima pagi. Aroma kopi hitam yang kuat dan roti panggang mulai memenuhi ruangan. Bi Inah dan para pelayan lainnya hanya memperhatikan dari jauh dengan tatapan sinis, namun Araya tidak peduli. Tangannya sibuk mengoles selai, tapi pikirannya sudah berada di sebuah alamat tua di pinggiran kota yang ia temukan semalam: Jalan Melati Nomor 13, Sektor Tua.

​Langkah kaki yang mantap terdengar menuruni tangga. Arkanza muncul dengan setelan jas berwarna biru gelap yang membuatnya terlihat semakin berwibawa sekaligus angkuh. Ia duduk di meja makan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, matanya langsung tertuju pada tablet yang menampilkan bursa saham pagi ini.

​"I-ini sarapan Anda, Tuan," ucap Araya pelan sambil meletakkan sepiring sarapan dan secangkir kopi di hadapan Arkanza.

​Arkanza menyesap kopinya sedikit, matanya melirik ke arah Araya yang tampak pucat dengan lingkaran hitam tipis di bawah matanya—tentu saja, itu adalah efek make-up tipis untuk mendukung aktingnya yang kurang tidur.

​"Kau ingat instruksiku kemarin? Jangan keluar dari rumah ini tanpa izinku," ucap Arkanza tanpa menatapnya. "Leon sudah memasang sensor gerak tambahan di setiap pintu keluar. Jika kau mencoba melangkah keluar pagar, alarm di ponselku akan berbunyi."

​Araya menunduk, meremas celemeknya. "A-aku mengerti, Tuan. Aku hanya akan di rumah, mengurus tanaman dan membersihkan kamar."

​Arkanza mendengus pelan, lalu bangkit berdiri setelah hanya memakan sedikit rotinya. "Bagus. Aku akan pulang terlambat malam ini. Jangan mencoba hal-hal bodoh dengan ponsel tuamu itu."

​Begitu deru mobil Arkanza menghilang dari halaman mansion, ekspresi tunduk Araya langsung sirna. Ia melepaskan celemeknya dan kembali ke kamar dengan langkah cepat. Ia tidak punya banyak waktu. Arkanza mungkin bos besar di dunia bisnis, tapi di dunia digital, Araya-lah penguasanya.

​Araya mengeluarkan ponsel hitamnya. Jarinya menari lincah meretas sistem keamanan smart home Aditama yang baru saja dipasang Leon.

​[Mengakses Server Keamanan Aditama... Menonaktifkan Sensor Gerak Zona 1-4... Membuat Loop Rekaman CCTV... Berhasil.]

​"Sensor gerak? Mainan anak kecil," gumam Araya dengan seringai miring.

​Di layar monitor keamanan rumah, sosok Araya akan terlihat sedang membaca buku di taman belakang selama tiga jam ke depan. Padahal, sosok aslinya kini sedang mengenakan jaket hoodie hitam dan celana kargo senada, menyelinap keluar melalui pintu dapur yang terhubung langsung dengan area servis pelayan yang jarang diawasi.

​Satu jam kemudian, Araya sudah sampai di Sektor Tua. Tempat ini sangat kontras dengan kemewahan pusat kota. Bangunan-bangunan di sini tampak kusam, dengan tembok yang terkelupas dan kabel-kabel listrik yang malang melintang tidak beraturan.

​Araya berhenti di depan sebuah rumah kecil dengan pagar besi yang sudah berkarat. Jalan Melati Nomor 13. Rumah ini tampak tidak berpenghuni selama bertahun-tahun. Rumput liar tumbuh tinggi di halamannya, dan jendela-jendelanya tertutup debu tebal.

​Ia melompati pagar dengan gerakan atletis yang mustahil dilakukan oleh "gadis lemah" keluarga Lin. Dengan menggunakan alat pembongkar kunci kecil, Araya masuk ke dalam rumah yang berbau apek itu.

​Di dalam, perabotannya ditutupi kain putih yang kini sudah berubah warna menjadi abu-abu karena debu. Araya menyalakan senter ponselnya, menyisir setiap sudut ruangan hingga ia menemukan sebuah ruang bawah tanah kecil di balik lemari dapur.

​Di sana, ia menemukan sebuah kotak besi tua. Saat ia membukanya, jantungnya seakan berhenti berdetak. Di dalam kotak itu terdapat sebuah kartu identitas kerja Aditama Group milik ayahnya, namun dengan logo yang berbeda—logo divisi rahasia yang tidak pernah tercatat di publik. Dan di bawahnya, ada sebuah foto lama yang memperlihatkan ayahnya sedang berjabat tangan dengan seorang pria yang sangat ia kenal.

​Kakek Arkanza. Namun, di belakang mereka, berdiri seorang pria lain yang wajahnya sengaja dicoret dengan tinta merah.

​"Siapa pria ini?" bisik Araya.

​Tiba-tiba, telinga tajam Araya menangkap suara decit pintu di lantai atas. Seseorang telah masuk ke rumah ini.

​"Aku tahu kau di sini, Tikus Kecil," sebuah suara dingin bergema dari lantai atas.

​Araya mematikan senternya seketika. Itu bukan suara Arkanza. Suara ini lebih serak, lebih tua, dan jauh lebih berbahaya. Araya mencabut belati kecil yang selalu ia sembunyikan di balik sepatunya.

​'Sial, aku dijebak!' batin Araya.

​Ia baru menyadari bahwa dokumen yang ia ambil di ruang arsip kemarin mungkin adalah sebuah umpan yang sengaja diletakkan seseorang untuk memancing "Z" keluar dari persembunyiannya. Dan sekarang, ia terperangkap di ruang bawah tanah yang sempit tanpa jalan keluar selain pintu yang sedang dijaga oleh orang asing bersenjata tersebut.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!