NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Kerja Sama

Selama perjalanan, Nan Wei sibuk mendengarkan Bibi Song bercerita, dia benar-benar mendapat banyak informasi, bahkan sampai informasi tentang mantan mertuanya yang tinggal di desa sebelah.

Bibi Song juga mengatakan, jika mantan suami Nan Wei akan pensiun menjadi seorang prajurit, setelah belasan tahun.

Zhao Gan dan istri barunya akan tinggal di Desa, dan akan membuat usaha di Kota dengan tabungan mereka.

Nan Wei langsung menebak, jika saat itulah istri baru mantan suaminya akan menemui anak-anak, lalu dengan wajah polosnya berpura-pura menjadi ibu sambung yang baik perhatian.

Ketiga anak itu yang sudah lama tidak merasakan kasih sayang langsung terpikat, apalagi mereka sering diberi makanan dan juga beberapa koin tembaga.

"Hmm,, anak-anak yang polos. Mereka tidak tahu jika sedang dimanfaatkan!"

***

Tiba di kota, Nan Wei mengajak Zhao Xu menuju pasar. Dan di sana sangat ramai penjual makanan untuk sarapan, seperti bubur dan roti.

Nan Wei tidak melihat pedagang yang menjual makanan ringan, hanya ada beberapa kue kering.

Nan Wei juga mampir ke beberapa toko sembako untuk menanyakan harga minyak, dan harganya memang mahal bagi mereka orang Desa.

"Ibu! tidak ada yang menjual serupa dengan jualan kita!" ucap Zhao Xu setelah sekian lama terdiam.

Nan Wei menatap Zhao Xu dengan puas, ternyata anak ini memperhatikan apa yang sedang dia lakukan.

"Ya. Jadi menurutmu dimana harus kita menjualnya?" tanya Nan Wei yang ingin tahu pendapat Zhao Xu.

Zhao Xu terdiam sejenak, dia ragu untuk mengatakannya. Tapi melihat Nan Wei yang menunggu jawabannya, akhirnya dia memberanikan untuk membuka mulut.

"Ibu! Jika kita menjual di pasar, kita harus mencari tempat untuk berjualan, dan itu memerlukan biaya sewa setiap hari!"

"Lalu dimana ada tempat yang tidak perlu disewa?"

"Kita bisa coba tawarkan kepada mereka yang menjual makanan, atau di restoran!" lanjutnya.

Nan Wei mengangguk, dia juga memikirkan hal yang sama. Dia tidak pernah berniat untuk menjualnya secara langsung, dia hanya ingin jadi penyuplai.

"Zhao Xu, kamu memang anak yang pintar. Jika kita sudah punya uang, Ibu akan mendaftarkanmu untuk sekolah!"

Zhao Xu sangat senang mendapat pujian dari ibunya, "Ibu aku tidak perlu sekolah!"

"Kita tidak perlu membahasnya sekarang!" kata Nan Wei. Karena mereka sudah tiba di salah satu restoran yang tidak jauh dari pasar.

Nan Wei akan menyekolahkan mereka semua, Zhao Xu menolak sekolah, karena dia sudah meresakan yang namanya mencari uang itu sangat susah, dan menurutnya, sekolah hanya menghabiskan uang.

***

"Nyonya mau pesan apa?" tanya seorang pelayan dengan ramah.

Nan Wei sangat puas dengan restoran tersebut, meski tidak terlalu besar tapi terlihat sangat mewah dan rapi.

"Oh, saya tidak ingin makan. Saya ingin bertemu dengan Manager kalian!" jelas Nan Wei dengan terus terang.

Pelayan itu terdiam sejenak, hal seperti ini sudah sering terjadi. Banyak orang yang datang mencari Manager mereka, dan sang Manager juga menyambut mereka.

Tapi kali ini, Manager sedang kedatangan pemilik Restoran. "Nyonya, saya akan sampaikan, tapi saya tidak bisa janji beliau akan turun."

Nan Wei tersenyum lalu berkata. "Tidak masalah!"

Pelayan itu menunduk lalu berbalik pergi, tidak ada tanda-tanda jika dia terpaksa melayani Nan Wei dengan Zhao Xu yang hanya menggunakan pakaian lusuh.

"Kamu kenapa?" tanya Nan Wei pada anaknya yang terus terdiam.

"Ibu, aku... Aku sedikit malu!" balasnya lalu menunduk. Dia sangat tidak percaya diri masuk ke restoran, apalagi setelah melihat para pelanggan lainnya menggunakan pakain bersih dan rapih.

Sedangkan dirinya, penuh tambalan, sandal saja masih terbuat dari jerami.

"Nak. Mulai sekarang, rasa malumu harus dihilangkan. Kamu jangan peduli dengan pandangan atau omongan orang lain, karena inilah kita yang sebenarnya.!"

NaNan Wei mengusap kepala anaknya lalu melanjutkan. "Karena orang tidak akan bisa sukses dan berhasil jika tidak berani memulainya!"

Zhao Xu menatap Ibunya dengan tatapan penuh tekad. Apa yang ibunya katakan benar, dia harus memulai jika ingin berubah.

"Ibu, aku akan mencobanya!"

"Bagus! Ibu akan selalu ada untuk mendukungmu, begitupun dengan kedua adikmu!" ucap Nan Wei dengan serius.

"Hmm!" Zhao Xu mengangguk dengan semangat.

Selang beberapa menit, pelayan yang tadi datang dengan senyum diwajahnya. Dia benar-benar bekerja dengan profesional.

"Nyonya. Tuan sudah menunggu! Silahkan ikut saya!"

"Oh baik. Terima kasih sudah merepotkan!" Nan Wei beranjak, dia juga mengajak Zhao Xu untuk ikut.

Dia ingin memperlihatkan Zhao Xu bagaimana cara berbisnis yang sesungguhnya.

Mereka menuju lantai dua, dan setelah mengetuk pintu, pelayan mengantar Nan Wei masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan, Nan Wei melihat ada dua orang pria yang berbeda umur. Yang lebih mudah berumur sekitar 40 tahun dan yang satunya lagi sudah berumur sekitar 55 tahun.

"Kamu silahkan duduk! Katanya kamu ingin bertemu denganku? Ada apa?" tanyanya dengan penasaran melihat Nan Wei memakai baju yang sangat sederhana, tapi auranya sangat tidak sebanding.

Nan Wei duduk di depan pria itu lalu berkata. "Tuan terima kasih! Sebelum itu, perkenalkan nama saya Xia Nan Wei, Saya datang untuk mencoba peruntungan.!" ucap Nan Wei dengan lugas.

Manager mengangguk, dia makin mengagumi sikap Nan Wei yang begitu terus terang tanpa ragu sedikitpun.

"Oh maaf! Nyonya, Anda bisa memanggil saya Manager Guang. Dan beliau adalah Tuan Ma!" jelasnya.

Nan Wei tersenyum kecil, tapi nama itu seakan pernah dia dengar, "Salam kapada Tuan!"

"Jadi, Nyonya Xia, peruntungan yang seperti apa yang Anda maksud?" tanya Manager Guang.

Nan Wei membuka penutup keranjang kecilnya. Lalu mengeluarkan kentang goreng yang sudah dia bungkus menggunakan kertas minyak yang sudah dia bentuk seperti paper bag.

"Tuan, saya ingin Anda mencicipi makanan itu, lalu Anda bisa memutuskannya sendiri!" pinta Nan Wei "Jujur saja, saya datang untuk menjalin bisnis, tapi jika Tuan tidak bisa, saya masih bisa mencari di tempat lain."

Manager Guang dan Tuan Ma saling tatap, keduanya sangat suka dengan kepercayaan diri Nan Wei.

"Oh baiklah, biarkan saya mencobanya!" kata Manager Guang sambil mengambil makanan yang masih terbungkus.

"Berikan! Saya juga ingin mencobanya!" ucap Taun Ma. Dia penasaran, makanan apa yang Nan Wei bawa sampai dia tidak takut sama sekali mereka tolak untuk berbisnis.

Selama ini, sudah banyak orang yang datang untuk menjalin kerja sama. Orang-orang datang dengan wajah yang dibuat menyedihkan, agar mereka merasa kasihan dan menerima kerja sama.

Tapi mereka tentu tidak bisa melakukan hal itu, karena bisnis mereka berupa makanan, jadi tidak bisa menerima karena alasan kasihan.

"Silahkan dicicipi! Makanannya aman tidak beracun, jika perlu biarkan saya mencobanya terlebih dahulu!" kata Nan Wei.

Manager Guang setuju, sekarang mereka memiliki banyak pesaing di luar sana, banyak orang yang ingin melihat restoran bangkrut.

Nan Wei membuka dan mengambil kentang gorengnya dan memberikan pada Zhao Xu agar dia memakannya.

Setelah melihat Nan Wei dan Zhao Xu baik-baik saja, barulah Manager Guang dan Tuan Ma mencicipinya.

"Wahh enak sekali,!" Seru Manager Guang.

"Ini digoreng kan?" tebak Tuan Ma seraya bertanya. Dia begitu terkejut, karena tidak banyak orang yang mau menggunakan minyak dalam jumlah banyak.

"Lalu ini apa?" tanya Tuan Ma sambil memakannya, makanan itu sangat baru baginya.

"Itu terbuat dari kentang! Karena cara buatnya digoreng, saya menyebutnya sebagai kentang goreng!" jelas Nan Wei.

Manager Guang dan Tuan Ma sangat terkejut, mereka tak menyangka kentang jika digoreng bisa menjadi makanan yang sangat enak, kenapa mereka tidak terpikirkan?

"Nyonya Xia. Mari kita bahas kerja samanya!" Kata Tuan Ma dengan serius, dia tidak ingin melewatkan peluang ini, jika dia menolak, pasti ada restoran lain yang akan menerimanya.

Nan Wei tersenyum lega. "Baik!"

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!