NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Satu

Langit terlihat gulita pada malam hari, dari arah luar rumah suara jangkrik mulai terdengar ke telinga, para makhluk hidup berdiam diri di tempat tinggalnya masing-masing.

Di dekat rumah tersebut terdapat pohon yang begitu besar dengan berbuah mangga manis, tepat di dahannya ada burung hantu sedang menatap lurus dan tatapannya kosong, bagaikan seperti seorang manusia yang telah dirasuki hantu. Suara khas burung hantu menakutkan, apalagi burung itu saat ini tengah memutarkan kepalanya hingga 270 derajat putarannya.

“Aaaa, astaga! Sumpah aku tidak melihatnya!” jeritan histeris terdengar dari dalam kamar bernuansa biru laut.

Akan tetapi ia mengintip dari sela-sela telapak tangannya, dan sesekali tersenyum saat satu pasangan melakukan adegan romantis berupa bercanda bersama yang diselingi oleh suapan mesra terhadap kekasihnya sendiri.

“Romantis banget sih!” celetuknya wanita itu, telapak tangannya sudah disingkirkan dari wajahnya kini posisinya menjadi tengkurap dengan fokus menonton drama Cina di laptop miliknya.

“Huh! Kapan, ya, aku memiliki pasangan seperti itu?” pikirnya wanita itu, ia berharap bisa mendapatkan sesosok pria tampan.

“Kriteria pria idamanku itu, ia tinggi, berkulit putih bagaikan salju, manja, penurut, dan sebagainya."

***

Langit kian menampakkan jati dirinya, cahaya matahari menembus kaca jendela kamar, gorden sudah tersikap terbuka, dan terdengar kicauan burung terus berceloteh gembira sangat dekat.

“Mm, berisik.” seorang wanita menggerutu kesal, di saat sedang tidur nyenyaknya mengapa burung peliharaannya bersuara. Apakah ia lupa menutup pintu sarangnya sehingga burung beo kecil itu keluar kala dirinya tertidur, pikirnya wanita itu.

Tadinya posisi terbaring berubah menjadi tengkurap, mengambil satu bantal di dekatnya sampai kepalanya tertutupi dan wajah cantiknya terbenam ke kasur.

Ia mengira dengan bantal mencegah pendengarannya agar tidak mendengar lagi kicauan beo kecil, peliharaannya tersebut sengaja mengencangkan suara berkicaunya itu.

“Ciu..ciu..” begitulah kicauannya itu.

“Mengapa kicauan beo kecil semakin bertambah volume, tidak terlalu kencang sekali, perkiraan hanya 56% akan tetapi membuatku tak bisa tidur!” rasanya ingin menggenggam tubuh burung beo dalam satu genggaman tangannya.

Kedua kaki jenjangnya menendang-nendang selimut yang tidak terpakai olehnya, tanpa dirinya sadari selimut itu perlahan terjatuh ke lantai. Namun secara mendadak kicauan beo kecil berhenti, ia tersenyum tipis di balik bantal, dan hatinya senang.

“Syukurlah, nah sekarang sudah tak berkicau lagi.” merasa lega dan suasana menjadi hening, namun keheningan itu tidak bertahan lama.

Dugaannya ternyata salah, burung beo kecil peliharaannya kini kembali mengeluarkan kicauan, ia berharap majikannya segera bangun dari tidur pulasnya.

Bantal yang menutupi kepalanya telah ia singkirkan, wanita itu bangkit dari posisi tengkurapnya, dengan wajah masamnya terpatri sedari kicauan burung terdengar kian berubah menjadi menatap tajam peliharaannya.

“Hei...kau! Kicauan burung khas dirimu sungguh mengganggu aktivitas tidurku! Kau tahu, mengganggu sekali! Tidak lelah, hm? Engkau berkicau selama 15 menit, jika aku berkicau seperti burung macam kau pasti akan kelelahan dan membutuhkan banyak air, dan lihatlah majikan cantikmu ini. Aku sudah bangun dari tidur pulasnya, lalu apakah kau puas, hm?” mendekatkan wajahnya ke arah burung beo peliharaannya.

Seakan mengerti akan perkataan sang majikan, burung beo kecil berkicau lagi.

“Astaga! Tampangnya yang tampan dalam versi burung ditambah kicauan yang kembali terdengar oleh telingaku, ia senang sekali, ya?” memerhatikan dengan lekat, dan dahinya tampak mengernyit.

"Ada gunanya juga, ya, memelihara seekor burung beo kecil." jari-jemari lentiknya mengelus halusnya bulu beo kecil peliharaan kesayangannya.

"Xien, si kecil nan imut burung beo ku." melihat sang majikan tersenyum padanya seketika kicauannya berhenti seketika, ia terdiam dan menatap wajah majikannya.

"Eh? Diam pula?" batinnya berkata.

"Oh iya, sekarang sudah pukul berapa, ya?" tanyanya pada dirinya sendiri, pandangannya teralihkan ke arah lain yaitu melihat jam dinding, ia terdiam membisu lalu mengerjapkan kedua mata.

"Pukul 9? Eh, yang benar saja! AAAA, DIRIKU BELUM MANDI!" jeritan di akhir setelah ia berkata.

"Pukul sudah betul! Ini yang tidak benar itu orangnya!" dengan tergesa-gesa ia beranjak dari tempat tidur, berlari mengarah ke kamar mandi, dan menutup pintu dengan kasar sehingga menimbulkan suara nyaring.

Brak

"Telat! Telat, telat!" gerutu wanita cantik itu sambil melepaskan satu persatu pakaiannya yang melekat di tubuhnya.

"Pasti para pelanggan toko bunga setiaku sudah menunggu!" pakaian kotor dimasukkan ke dalam ember, lalu berjalan dan menyalakan shower.

Sekitar 15 menit selama berada di kamar mandi, bathrobe langsung ia ambil kemudian memakai pada tubuhnya, dan keluar dari kamar mandi. Ia berjalan seraya mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.

"Hari ini aku akan memakai baju apa, ya?" wanita itu tengah berpikir sambil membuka lemari pakaian.

Mulai dipilihnya berbagai pakaian yang terdapat di dalam lemari tersebut, matanya fokus melihat, dan tangannya sibuk kesana-kemari sembari memilih pakaian mana akan dikenakannya itu.

"Yang ini saja deh." setelah mendapatkan pakaian itu, dipakainya dress putih lengan panjang dengan bagian bawahnya panjangnya sampai mata kaki, bermotif corak bunga sakura.

"Selesai." celetuknya wanita itu setelah memakai dress.

Berlanjut ke kegiatan lainnya, dirinya mengambil tempat make up dan kaca besar telah siap di depannya.

"Saatnya aku untuk merias diri." ia memoleskannya pada wajahnya sambil bercermin ke kaca itu, terlihat tipis tak terlalu menor, dan natural.

"Selesai sudah." tempat make up disimpan ke tempat semula.

"Cantik sekali diriku ini." memuji dirinya sendiri sembari bergaya.

Lalu ia beranjak dari meja rias, melangkahkan kedua kakinya menuju ke nakas tepat di samping tempat tidurnya, mengambil tas selempang kecil untuk dipakainya, selain itu diambilnya dompet, ponsel Iphone 17 Pro Max, tisu kering, serta tisu basah. Barang kali kedua tisu berbeda itu nanti sangat diperlukan. Semua telah diambilnya sudah dimasukkan ke dalam tas kecil, cukup dan tidak terlalu penuh.

Sebelum ia pergi ke toko bunga miliknya, terlebih dahulu menyempatkan diri untuk memberi makan kesayangannya, yaitu si burung beo kecil peliharaannya.

"Ciu...ciu..." wanita itu dengan asal menirukan suara Xien, si burung beo kecil.

"Ciu...ciu..." dibalas kicauan oleh burung peliharaannya.

Mendengar balasan kicauan dari sang majikannya, wanita itu senang sekali dan tersenyum tipis.

"Xien...Xien...kau berkicau sungguh merdu, kicauan mu terdengar kecil tapi tidak terlalu kecil, jika orang yang tidak menyukai beo seperti dirimu, ia akan risih dibuatnya."

"Burung beo kecilku ini semakin pintar saja, ya?"

"Selain kau pintar, dirimu itu menggemaskan tahu?" jari telunjuknya mengelus lembut pipi si Xien, burung kesayangannya.

Merasakan elusan di pipinya, kini kicauan tersebut terhenti dan justru Xien terdiam dan membiarkan majikannya mengelus pipinya yang tampak chubby.

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!