NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Anton

Mengejar Cinta Dokter Anton

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Harem / Cinta Murni / Dokter / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: Indaria_ria

Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#

Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.

Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.

Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??

Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!

Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Awal Bertemu

Drap...Drap...Drap...

Suara langkah kecil milik Dinda sedang menyusuri koridor Rumah Sakit, dengan derai air mata nya yang terus berjatuhan tak membuat langkahnya bisa terhenti. Bagaimana tidak kabar yang ia dengar telah membuat hatinya benar-benar terasa sakit dan mungkin saja tidak bisa menerima kenyataan yang sedang ia alami.

"Sus dimana keberadaan pasien atas nama Andreas?" Ucap Dinda yang tak kuasa menahan kesedihannya.

"Maaf pasien atas nama Andreas sudah di bawa ke ruang jenazah mba." Ucap seorang suster disana.

"Apa!!" Tubuh Dinda langsung lemas seketika mendengar kata jenazah, kakinya juga tiba-tiba tidak mampu berdiri dia menjatuhkan dirinya di atas lantai Rumah Sakit, dia tidak peduli dengan orang-orang yang kini sedang memperhatikannya.

"Yang sabar ya Mba!!" Ucap Suster itu yang langsung segera berlalu dari hadapan Dinda.

"Dre.....Kamu sudah berjanji akan terus bersamaku, tapi kenapa kamu pergi!!! Kenapa!!! Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi....??? Andreas kembalilah untukkuuuuuu!!!" Dinda berteriak dan menangis histeris disana, bagaimana tidak satu Minggu lagi dia akan menikah dengan Andreas tapi kekasihnya malah mengalami kecelakaan yang sampai merenggut nyawanya.

Disana seorang wanita paruh baya langsung berlari saat mendapati putrinya yang sedang duduk terkulai di atas lantai.

"Dinda sadar Nak!!! Jangan kamu seperti ini sayang, kamu harus kuat...kasihan Andreas disana!" Ucap Ibunya sambil mengoyang-goyangkan badan putrinya, dia berharap putrinya akan segera terbangun. Tapi nyatanya Dinda tak mampu menopang kekuatan badannya yg begitu sangat lemah.

Dinda akhirnya dilarikan ke ruang pemeriksaan untuk mendapat penanganan, disana Ibunya meminta pertolongan agar segera ada Dokter yang membantunya.

"Sus tolong panggilkan Dokter, tolong putri saya!"

"Tunggu sebentar ya Bu, akan segera saya panggilkan!" Dengan cepat seorang suster disana segera menuju ke sebuah ruangan milik Dokter Anton.

"Dok, maaf ada pasien yang mengalami pingsan di ruangan pemeriksaan." Ucap suster di sana Anton pun langsung melihat kearah suster yang sedang berdiri di hadapannya.

"Baiklah saya akan segera kesana!'' Dengan cepat Anton segera mengambil Stetoskop di mejanya yang langsung ia kalungkan dilehernya. Dengan langkah seribu Anton berjalan menuju pasiennya, baginya pasien adalah nomor satu dari pekerjaannya sebagai Dokter.

Keluarga Dinda yang melihat kedatangan seorang Dokter pun langsung berlari menghampirinya.

"Dok, tolong putri saya!"

"Baik Bu, sabar ya, saya akan segera memeriksa putri anda!" Anton pun segera mendekat kearah Dinda yang sedang terbaring di bet tempat tidur Rumah Sakit itu dengan keadaan tak sadarkan diri.

Anton segera memasang Stetoskop ke telinganya dan tangan kanannya mulai memeriksa pasien.

"Kenapa pasien bisa pingsan? Ada yang bisa menjelaskan?"

"Putri saya baru saja mendapatkan kabar bahwa calon suaminya baru saja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia Dok!" Dengan suara parau Bu Sinta menjelaskannya.

"Sebentar lagi pasien akan siuman, tolong jangan biarkan pasien sendiri, dia butuh di dampingi agar dia tidak begitu syok nantinya!" Ucap Anton disana.

Benar saja lambat laun Dinda sudah mulai siuman, dia mulai mendengar orang-orang di sampingnya sedang berbicara, matanya sedikit demi sedikit mulai terbuka. Walau samar-samar kini Dinda sudah melihat dengan jelas siapa saja orang-orang di sekelilingnya.

Akhirnya dia pun mulai tersadar kembali dengan apa yang telah terjadi dia pun langsung terbagun dari tempat tidurnya.

"Andreassssssss!!!!! Jangan tinggalkan aku, aku tidak sanggup hidup tanpamu!!! Dengan teriakan kerasnya Dinda melepaskan semua kepedihannya. Tatapannya sangat kosong, air matanya tak luput mengiringi kesedihannya, suara Dinda sungguh menyayat hati, disana Dinda langsung menoleh ke arah Ibunya.

"Ibu, Andreas akan bangun lagi kan Bu? Dia akan bangun untukku? Dia sangat mencintaiku Bu, dia tidak mungkin pergi begitu saja tanpa berpamitan denganku!!! Bu tolong, bawa aku menemui Andreas!!"

Semua orang disana sungguh tak tega melihat keadaan Dinda yang mulai sudah kehilangan kendali tak terkecuali Ibunya, disana Anton masih berdiri menatap ke arah pasien yang bernama Dinda, dia tahu perasaan Dinda bagaimana saat ini. Dia sering melihat pemandangan di depannya bahkan hampir disetiap harinya.

"Sus, tolong berikan suntikan penenang untuk pasien!"

"Baik Dok!" Segera suster itu mengambil suntikan untuk memberikan obat penenang untuk pasien.

Benar saja, setelah di beri obat penenang Dinda langsung merasakan ngantuk dan mulai tertidur, disana dia terlihat seolah lepas dari kesedihannya.

Semua orang disana mulai bisa bernafas lega untuk sesaat, dan harus memikirkan bagaimana nanti yang akan terjadi pada Dinda setelah siuman.

Anton pun segera meninggalkan pasien, dia harus menangani pasien yang lainnya. Dalam langkahnya menuju ke ruang prakteknya dia mulai teringat pada wanita yang tadi sangat histeris memanggil nama kekasihnya yang sudah tiada.

"Bagaimana dengan aku, melepas cinta Tania saja sungguh sangat berat bagaimana dengan wanita itu yang setiap hari harus meratapi kepergian orang yang dia sayang dan bahkan dia tidak akan bisa bertemu denganya lagi?

"Dok, sudah banyak pasien yang menunggu anda!" Ucap seorang suster yang mengagetkan lamunan Anton.

"Baiklah, kita mulai prakteknya lagi, ada berapa pasien hari ini?"

"Sekitar 20 pasien dok!"

Akhirnya Anton di sibukan lagi dalam tugas rutinnya setiap hari, tanpa lelah dia terus menyelesaikan tugasnya.

Akhirnya praktek hari ini sudah selesai, Anton segera melirik ke arah jam tangan yang ia kenakan, disana sudah menunjukan pukul 4 sore.

"Sus, sudah tidak ada pasien kah?"

"Sudah tidak ada Dok, semua sudah selesai dan jam praktek Dokter juga sudah habis."

Saat ini Anton masih menyandang sebagai Dokter umum, tapi dia sedang melanjutkan studi spesialisnya, dia mengambil jurusan kedokteran jiwa atau yang kerap disebut psikiatri yang ia cita-citakan sejak dulu.

Akhirnya Anton membereskan peralatan kerjanya, dia ingin segera pulang ke rumahnya, dari semenjak kejadian waktu itu, dia sekarang pindah dari tempat kerjanya yang dulu ketempat yang baru, dia ingin melupakan Tania dan semua yang mengingatkan tentang masa lalunya.

Kurang sedikit lagi studinya juga akan segera selesai, nantinya dia akan resmi bergelar sebagai Dokter Spesialis jiwa.

**

Sementara itu Dinda yang sudah mulai bisa tenang sedang mengikuti proses pemakaman kekasihnya, dengan derai air mata yang tak henti Dinda belum bisa merelakan cintanya pergi, separuh nafasnya bahkan belahan jiwanya kini sudah pergi membawa separuh hatinya untuk selamanya.

Tatapannya sungguh kosong menatap kekasihnya yang sudah mulai di semayamkan, tapi dia tiba-tiba tersenyum dalam tangisnya.

"Andreas kamu datang....Kamu tidak meninggalkanku...jadi kamu tidak benar-benar meninggalkanku??" Dinda segera berlari mengikuti halusinasinya yang melihat Andreas ada di sana dan sedang melambaikan tangan pada dirinya.

"Andreas tunggu aku!" Dinda tidak memperdulikan orang-orang yang memanggilnya dia tetap berlari menuju ke Andreas.

"Dinda tunggu!!" suara Ibu Sinta berteriak memanggil Dinda yang berlari tanpa tujuan, dengan susah payah akhirnya Ibunya bisa mengejar putrinya, dengan cepat Bu Sinta segera memegang bahu Dinda untuk segera menyadarkan halusinasi putrinya.

"Dinda sadar Nak....Sadar!! Andreas sudah pergi, relakan dia!"

"Tidak Bu, Andreas masih hidup dia tadi memanggil namaku!! Tadi dia lari kesana, aku akan ikut dengannya!!"

"Sadar Nak....!! Dengan erat Ibu Sinta segera memeluk putrinya, dia tidak tega melihat putrinya seperti itu.

1
Tiek
kamu menjengkelkan lek
Tiek
Alex ga punya aklak
Tiek
pasti laki" gila itu Damian
Emy Angga
pasti it damian.tpi bukan kah Dy bunuh diri kemarin di penjara thor
Indaria_ria: Lanjut baca kak Emy...Damian selamat dan jadi gila kak/Smile/
total 1 replies
Emy Angga
astaga baru sjh di bab pertama SDH senewen ini🤧🤧
Indaria_ria: Othor terharu sampai lanjut karya berikutnya terimakasih kak Emy/Scowl/
total 1 replies
Chris Antono
nanggung sekali
Chris Antono: cobalah bikin season ke 2 nya kak
total 2 replies
Chris Antono
Luar biasa
Indaria_ria: Trimakasih ulasan bintang 5nya kak Cris Antono/Pray/
total 1 replies
Chris Antono
Lumayan
Indaria_ria: Trimakasih ulasanya kak Chris Antono/Smile//Pray/
total 1 replies
reza indrayana
Lanjutan kisah Evan & Alena nich .. to apa eoesode berikutnya ada kisah Evan -Alana sekeluarga yg bikin penasaran ...
Indaria_ria: lanjutannya hanya di Tania dan Dokter Anton kak....soalnya dulu ada yang minta di lanjut...kalau Evan dan Elena belum ada kelanjutannya/Grin/maafkanlah
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Ayo dr Anton sembuhkan Dinda dgn kemampuan mu.....kasian klo ga disembuhkan bisa depresi akut dan bunuh diri lagi ....masa depan nya mdh panjang kasian ortu nya.... sakit iahhh terpisah Krn takdir 😔😔🙈🙈
Indaria_ria: Semoga saja ya kak.../Grin/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Astaghfirullah Dinda depresi dan bunuh diri smoga msh bisa dislmtkan....gelooo thorrr awal cerita udh tegang maen bunuh diri 😅😅😅🙈🙈🙈
Indaria_ria: /Grin//Grin//Pray//Pray/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Baru baca tiba tiba ada tokoh baru Dinda 😅😅😅thorrr aku hadir iahh 💃💃😍😍
Indaria_ria: Wah...silahkan kak Nunik Wahyuni/Heart/ semoga suka dengan ceritanya....
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya pribadi sangat terkesan. kayaknya penulis seorang yang sangat mendalami masalah kejiwaan
Indaria_ria: Terimakasih kak saya sangat terharu/Cry/
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya sangat suka gaya penulisannya yg tdk bertele tele, semangat semoga selalu sukses
Indaria_ria: Aamiiin....terimakasih kak Sri Wardoyo semoga kakak sehat selalu/Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Indaria_ria: Terimakasih kak Asyatun 1 sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir, terimaksih sudah meninggalkan jejak like nya juga. Sehat selalu ya /Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Nita Puspita
kok gak sampek menikah
Indaria_ria: Maafkan Author ya kak Nita puspita ceritanya cukup sampai disini karena sesuatu hal harus saya tamat kan semoga kakak tidak kecewa ya/Facepalm/ boleh baca cerita karya Author yang lain...kalau kakak suka ya😊 Terimakasih sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir sehat selalu buat kakak
total 1 replies
Nita Puspita
lanjut
Indaria_ria: Terimakasih sudah sejauh ini mengikuti ceritanya ini kak/Smile/
total 1 replies
Nita Puspita
jangan sampai tania diapa"in
Indaria_ria: hehe....semoga saja ya
total 1 replies
Nita Puspita
selamatkan tania
Putra senja
Rajin Up dong thor...biar tdk lama nunggunya
Indaria_ria: Asyiap di usahakan🙏Terimakasih support nya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!