Setelah ibunya pergi Yun Tian duduk dan menutup matanya untuk berkultivasi sambil menunggu wanita koma itu bangun.
Yun Tian terus berada di kamar selama lima hari penuh. Dia terus berkultivasi sambil mengawasi wanita tersebut. Setiap pagi dan malam ibunya juga selalu membawa makanan kepada Yun Tian.
Sekarang kultivasinya telah maju ke ranah Body Tempering tingkat tujuh.
Dengan bakat ungu Yun Tian, mungkin hanya perlu waktu satu bulan untuk masuk ke tahap Origin Realm.
Kadang - kadang juga dia sering masuk ke warisan dewa perangnya, dan berlatih pedang diajarkan oleh Xia Jingyu. Pemahaman pedang Xia Jingyu sangat tinggi, bahkan dibandingkan dengan dewa dan dewi lainnya dia tergolong hebat.
Dengan dilatih oleh Xia Jingyu, Yun Tian berkembang dengan cepat. Dia telah terbiasa menggunakan 'Heaven Spliting Sword'nya.
Yun Tian juga kadang - kadang berlatih untuk membiasakannya dalam penggunaan elemen. Terutama elemen es yang nanti akan selalu dia gunakan saat melawan musuhnya.
Pada saat itu suara erangan tiba - tiba terdengar. Gadis itu akhirnya bangun lagi. Dalam beberapa hari, gadis itu terbangun beberapa kali. Dia masih tidak bisa bergerak dan berbicara. Dia hanya bisa meram sambil memutar bola matanya.
Kali ini jauh lebih baik. Dia bisa membuat suara erangan. Itu adalah kemajuan.
"Halo... Apakah kamu sudah bangun?"
Gadis itu membuka matanya, yang pertama kali dia lihat adalah wajah yang sangat tampan tak tertandingi dengan rambut perak cerah dan mata yang dingin.
Dia sangat takjub dengan laki - laki yang berada di depannya. Namun, dia secara naluriah waspada terhadap orang asing. Dia sedikit gemetar takut. Bibirnya tiba - tiba bergerak. Setelah perjuangan panjang, akhirnya dia berbicara,
"Si-siapa kamu...?
"Namaku Yun Tian. Kamu bisa memanggilku Tuan Yun."
Yun Tian tersenyum dan berkata,
"Siapa kamu nona? siapa nama kamu? dan dimana kamu tinggal?"
Gadis itu masih bingung. Dia menatapnya dan berbicara susah payah, "Dimana tempat ini? Dan siapa aku?"
Yun Tian kaget dan berpikir.
'Apa? Apa yang dia katakan? Dimana tempat ini? Mana kutahu! bukannya kau yang tiba - tiba berada disini?'
'Dan juga kau mengatakan siapa kamu? Kamu tidak tahu siapa kamu? bahkan aku tidak tahu namamu sendiri, bagaimana aku tahu siapa kamu?" pikirnya dalam hati.
Yun Tian akhirnya berbicara "Siapa nama kamu? Apakah kamu masih mengingatnya?"
Gadis itu menatapnya dengan bingung, matanya berkilau cerah tampak seperti mata anak - anak.
"A-aku... hanya ingat bahwa namaku... Xuan Ling." jawabnya nampak masih gugup.
Matanya begitu murni sehingga tidak tampak berusia sekitar delapan belas tahun.
Matanya tampak murni dan penuh kenaifan. Itu normal untuk beberapa anak kecil, tapi seorang gadis yang tampak seperti delapan belas tahun? Apakah itu normal?
Yun Tian khawatir. Dia berbicara dengan nada serius, "Xuan Ling... Nama yang bagus."
Gadis itu menunjukkan kebahagian untuk pertama kalinya dimatanya. Dia senang seseorang yang memuji namanya.
"Berapa umurmu Xuan Ling?" Tanya Yun Tian
"Aku... aku... enam." jawab Xuan Ling
Yun Tian tertegun.
'Apa? Apakah dia tau yang dia bicarakan? Enam katanya?'
Melihat gadis didepannya, yang tampak berusia sekitar delapan belas tahun begitu cantik, yang membuat banyak laki - laki ingin melindunginya. Yun Tian tidak harus tahu tertawa apa menangis.
Jadi akhirnya dia menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya. Gadis itu telah melupakan segalanya tentang dirinya, kecuali bahwa dia berusia enam tahun.
Menurut kata - katanya sendiri. Dia yatim piatu tidak mempunyai orang tua. Dia hidup sendiri, mengemis untuk mendapatkan uang dan makanan. Tidak ada yang peduli tentangnya sejak masih kecil.
Dia dipukuli oleh banyak penjahat. Penjahat mencuri seluruh uang dan makanannya. Setelah selesai menceritakan itu, dia mulai menangis sedih.
Sepertinya dia telah kehilangan ingatannya setelah tahun ke enam.
Yun Tian diam dan memutar matanya. Dia bingung dengan situasinya sekarang.
Itu adalah kehilangan ingatan. Dan itu adalah kehilangan memori secara bertahap.
Rupanya gadis itu telah kehilangan sebagian besar ingatannya setelah pertarungan melawan Xue Lanru di alam ilahi. Dan dia secara kebetulan terteleportasi di sini.
Yun Tian terus berpikir sambil memutar otaknya. Dia benar - benar tidak berpengalaman soal ini.
'Apa yang harus kulakukan? Terhadap gadis cantik menawan yang ternyata memiliki pikiran anak berusia enam tahun?' pikirnya.
Dia tidak tahu harus melakukan apa, jadi dia memanggil ibunya. Yun Mu Rong lebih baik dalam hal ini, dia merasa bahwa kejadian ini sangat mirip dengan kejadiannya dengan suaminya yaitu Tian Ru Feng.
Yun Mu Rong berhenti memberitahu Yun Tian untuk menikahi gadis itu. Dia tidak akan berbeda dengan monster jika meminta Yun Tian untuk menikahi wanita yang memiliki pikiran gadis berumur enam tahun.
Yun Tian menghela napas. Ada banyak orang di keluarga Yun, namun dia tidak mempercayai siapapun untuk merawatnya. Jika gadis cantik ini dirawat oleh orang lain, pasti dia akan dijadikan mainan oleh para laki - laki keluarga Yun.
Akhirnya Yun Tian memutuskan, dia akan merawat gadis itu sendiri. Dan menjadikan gadis itu sebagai pelayannya.
Ketika dia kembali ke kamarnya. Gadis itu menatapnya dengan mata besar yang berbinar. Dia benar - benar merasa bahagia ketika melihat Yun Tian masuk. Matanya penuh ketergantungan.
"Tuan... Anda kembali..."
Yun Tian tersenyum, " Hmm... Kamu terluka parah. Jaga dirimu dulu. Setelah kamu sembuh dan lebih baik. Aku akan mengajakmu jalan - jalan untuk bermain. Aku akan membawamu untuk melihat ikan emas."
Gadis itu senang, " Ikan emas? apa itu...? Apakah itu indah? berkilau seperti emas?"
Yun Tian mengangguk, "Ya. Kami mempunyai ikan mas di halaman kami. Kamu dapat melihatnya saat kamu melangkah keluar dari pintu. Jadilah yang baik... minumlah obatnya lebih dulu anak yang baik..."
Dia memegang sendok dan memberi makan gadis itu, Xuan Ling, menyuapinya seperti memberi makan gadis kecil.
Xuan Ling telah memakan makanannya dia meneteskan air matanya dan berkata,
"Tuan, kamu sangat baik padaku... di kehidupanku, tidak ada yang pernah memperlakukan ku sebaik ini. Mereka hanya memukuliku."
Yun Tian yang mendengar itu merasa kasihan padanya. Dia berbicara dengan lembut.
"Jangan khawatir. Selama ada aku, tidak ada yang bisa menyakitimu dan mengertakmu disini."
"Enm." Gadis itu mengangguk dengan wajah yang bahagia. Dia menatap Yun Tian yang sangat tampan dengan mata penuh kebahagiaan dan ketergantungan. Dia merasa, dia takut kehilangannya.
"Apakah aku bermimpi? Tempat tidur yang sangat bagus... dan orang yang sangat tampan dan baik. Aku tidak ingin bangun dari mimpi indah..."
Yun Tian tersenyum tapi merasa sedih karenanya, lalu dia mencubit pipinya.
"Bangun gadis kecil... Ini bukan mimpi, ini tentu kenyataan."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍
2023-04-24
0
Eros Hariyadi
Wuiihh... uenaakk tuuhh... ngajarin cewek ABG cuantiikk, namun dengan pikiran anak² usia 6 tahun....😝😄🤣💪👍👍
2023-02-18
0
Mamat Stone
skut
2022-08-21
0