"Dari mana wanita ini datang? kenapa ada di kamarku?" gumam Yun Tian terkejut melihat wanita tersebut.
Yun Tian perlahan maju dan mengecek wanita berpakaian hijau di tempat tidurnya.
Sekarang Yun Tian memiliki pengetahuan dewa tabib, tidak peduli seberapa terluka seseorang. Jika Yun Tian punya bahan untuk menyembuhkannya, pasti dia bisa menyembuhkan orang tersebut.
Yun Tian berjalan dan mengecek kondisi wanita berpakain hijau itu.
"Hmmm...? dantiannya hancur, aku bisa menyembuhkan kultivasinya ke semula tetapi itu butuh bahan yang langka. Untuk sekarang aku hanya bisa menyembuhkan dantiannya dan dia harus memulai kultivasi dari awal lagi."
Yun Tian mengecek kondisi tubuhnya yang lain. Meskipun dia tenang dan mantap, dia sebenarnya cukup terkejut.
Walaupun penampilan luarnya tidak terlalu terluka. Namun saat di cek, wanita ini jelas terluka sangat serius.
Organ - organnya sebagian besar rusak. Dia berdarah luar biasa di bagian dalam tubuhnya. Banyak tulang - tulang yang patah di tubuhnya. Kepalanya tampak terpukul sangat parah.
"Huh..."
Yun Tian menghela napas.
Ada beberapa tempat di pakainnya yang rusak. Kulitnya terungkap. Lengan kanannya benar - benar terlihat. Tampaknya lengan kanannya telah di robek seseorang dengan paksa. Seluruh lengan kanan putihnya ada di hadapan Yun Tian.
"Dia pasti berusia di bawah delapan belas...
Seorang gadis kecil..."
Yun Tian sedang memeriksanya. Dia memegang rahang wanita itu.
"Betapa wanita muda yang cantik... Pertama kalinya aku melihat wanita cantik seperti ini selain Dewi Jingyu. Sayangnya dia koma."
Yun Tian tidak tau bahwa wanita berpakain hijau didepannya adalah seorang kultivator dari alam ilahi yang telah berumur lima ribu tahun.
Dia bertanya pada dirinya sendiri. Bagaimana dan siapa yang rela melukai wanita cantik ini sedemikian rupa?
"Dia di pukul sangat parah."
"Bukankah itu terlalu kejam?"
"Dan kenapa dia bisa tiba - tiba berada di tempat tidurku?"
Bahkan jika Yun Tian adalah lelaki yang dingin, dia tidak bisa melihat wanita cantik mati di depannya begitu saja. Jadi dia memutuskan untuk menyembuhkannya.
Xia Jingyu yang melihatnya melalui penglihatan Yun Tian, dia sedikit terkejut. Bagaimana ada seorang kultivator dari alam ilahi disini?
Namun dia tidak memberitahu apa - apa kepada Yun Tian. Dia menyerahkannya kepada takdir saja.
Yun Tian meraih tangan wanita itu dan dengan hati - hati memasukan Qi murni ke tubuh gadis itu. Dia ingin pertama - tama membuatnya hidup.
Masalah paling penting sekarang bahwa gadis itu sekarat. Jika di diamkan, hanya dalam beberapa hari mungkin wanita ini akan mati.
Yun Tian langsung mencari jarum di kamarnya. Setelah menemukan jarum, dia menusuk dan mengarahkannya ke bagian dada tepatnya di dantiannya. Dia sangat berhati - hati.
Setelah bagian dantiannya selesai, dia ingin menyembuhkan bagian organ dan tulangnya.
Namun Yun Tian ragu sedikit. Dia harus membuat wanita ini telanjang untuk memperlihatkan seluruh lukanya.
Akhirnya dia langsung memutuskan dan membuka pakaian wanita itu. Dia mengambil semua pakaian gadis itu.
Tubuh putih dan indahnya segera muncul di hadapannya. Itu sangat indah dan elegen.
Yun Tian tetap tenang karena kulitnya yang sekarang tetap lebih indah dan mulus dari pada wanita itu.
Namun dalam hatinya dia merasa malu, karena ini pertama kalinya dia melihat tubuh wanita selain ibunya saat masih bayi.
"Uhuk... Tidak heran setiap pria menginginkan seorang istri."
Akhirnya, dia mulai melakukan pekerjaannya dari kepala hingga sampai kaki. Butuh waktu yang lama untuk menyembuhkannya, Yun Tian sibuk sampai pagi berikutnya.
RETAK!
Setalah suara tulang rusuk terakhir telah di sambungkan. Yun Tian melepaskan tangannya dari tubuh gadis itu.
Dua dadanya bergetar ringan... Putih dan indah. Mereka mengejutkan Yun Tian. Dia benar - benar meraihnya dengan tangannya untuk menyentuhnya. Dia tidak bisa menahan diri. Dia merasakan kelembutan di tangannya saat dia memegangnya dengan lembut.
Jantung Yun Tian mulai bertegak kencang, darah mengalir ke otaknya dan wajahnya berubah merah tiba - tiba.
"Ah... Apa yang ku lakukan? Aku seperti orang mesum..." gumam Yun Tian memukul dirinya sendiri.
Gadis itu masih koma. Wajahnya mulai membaik sekarang. Tadinya pucat seperti kertas namun sekarang ada rona merah di wajahnya.
Dia hanya berbaring di sana dengan rambut menutupi bantal. Ada beberapa rambut menutupi dahinya. Meskipun dia terluka parah dia masih terlihat sangat cantik.
Dia seperti dewi tidur. Itu sangat damai dan menyenangkan saat menatapnya. Bibir pucatnya sedikit bergerak dari waktu ke waktu, itu membuat terlihat lebih lembut dan menyentuh.
Yun Tian mengawasinya seperti menonton harta yang sangat berharga.
"Tok tok tok."
Tiba - tiba suara ketukan terdengar dari pintu kamarnya.
Yun Tian buru - buru menutupi tubuh wanita itu dari kaki sampai leher dengan selimut, yang terlihat sekarang hanya wajahnya.
Setelah itu Yun Tian membuka pintu dan melihat ibunya yang sedang membawa sarapan seperti biasa.
Saat ibunya melihat Yun Tian dia tertegun dan sangat terkejut. Rambut perak yang bersinar. Wajahnya masih sama namun kulitnya semakin putih dan halus. Matanya birunya sedikit lebih terang. Namun membawa hawa yang sangat dingin.
"Ti- Tianer... A-apa yang terjadi dengan rambut dan wajahmu? kenapa kamu terlihat lebih tampan?"
Yun Mu Rong terkejut melihat perubahan putranya.
Tampilan Yun Tian yang sebelumnya memang sangat tampan, namun yang sekarang terlihat jauh lebih tampan atau terlalu tampan.
"Oh? Ini efek dari teknik kultivasiku, Itu membuatku terlihat jauh lebih sempurna dari sebelumnya."
Yun Tian tidak menyebut soal Warisan Dewa Perang. Dia hanya menyebutkan teknik kultivasi yang dia dapatkan dari kalung giok yang diberikan oleh ayahnya.
Yun Mu Rong mengangguk dan mempercayai putranya. Karena teknik kultivasi Yun Tian itu berhubungan dengan suaminya yang seorang dewa. Juga dia sangat mempercayai putranya lebih dari siapapun karena putranya belum pernah membohonginya.
Yun Tian berpikir dalam hati "Maafkan aku ibu, aku harus berbohong. Aku tidak ingin ibu terkena musibah akibat mengetahui rahasiaku."
Yun Mu Rong akhirnya masuk dan melihat seorang wanita yang tidak sadarkan diri di tempat tidur Yun Tian. Dia mengerutkan kening.
"Tianer... Siapa ini? Kenapa dia berada di kamarmu?"
Yun Tian mulai menceritakan semuanya yang terjadi. Dia tidak menyembunyikan apa pun soal ini. Termasuk dia mendapatkan pengetahuan soal tabib.
Yun Mu Rong mengangguk.
"Dia gadis yang cantik. Tidak masalah kau merawatnya. Justru untuk wanita cantik sepertinya tidak akan aman jika kau membawanya pergi. Bagaimana jika jadikan dia sebagai istrimu?" Ucap Yun Mu Rong sambil memberi senyum penuh makna.
Yun Tian tersenyum malu "Menikah... Mari kita bicarakan itu nanti. Aku tidak begitu yakin apakah dia akan setuju untuk tinggal di sini."
Yun Mu Rong berkata "Siapa yang memberinya hak untuk membuat keputusan? Kita yang menyelamatkannya. Itu berarti dia sudah menjadi milik kita. Dia harus setuju keputusan yang dibuat."
Yun Tian berpikir 'Sepertinya ibu lebih antusias daripadaku.'
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
I Dw Ny Manasamadhi
kapan dapat ilmu dewa tabib,,Autornya ngarang Bebas
2024-09-06
0
Eros Hariyadi
Lanjuuuutt Thor 😄💪👍👍👍
2023-04-23
1
Eros Hariyadi
udah terima ajaahh... dikasih durian untuk dibelah... pake malu² meong segala....😝😄🤣💪👍👍👍
2023-02-18
0