BAB 54

Naya berlari kecil menyusuri koridor perusahaan Horizon, napasnya agak terengah dan rambutnya sedikit berantakan karena terburu-buru. Tas kerjanya bergoyang di bahu, sepatu haknya berbunyi cepat di atas lantai. Hari ini ia benar-benar bangun kesiangan. Alarm yang biasanya ia setel dua kali gagal total, jarum jam sudah menunjukkan angka yang membuatnya panik. Tanpa sempat sarapan, ia hanya sempat cuci muka, ganti baju, lalu langsung memanggil taksi.

Begitu masuk ke dalam ruangannya, langkahnya langsung terhenti.

Erlan sudah duduk di kursi tamu dekat meja kerjanya, kaki tersilang, kedua tangan bertaut di atas lutut. Wajahnya datar, ekspresi profesional yang biasa ia pakai saat sedang serius. Tidak ada senyum. Hanya tatapan yang menunggu.

Naya menelan ludah susah payah. Ia tahu Erlan tetap profesional selama di kantor. Kesalahan sekecil apa pun, terutama keterlambatan, tidak akan dibiarkan begitu saja.

“Kenapa terlambat, hmm?” tanya Erlan, suaranya datar dan tenang, tapi cukup membuat Naya tegang.

“Maaf, Pak, saya kesiangan,” jawab Naya lirih, memegang tali tasnya erat-erat. Ia tidak berani menatap langsung ke mata Erlan.

Erlan berdiri perlahan. Ia melangkahkan kaki mendekati Naya, lalu mengitarinya pelan sekali, seolah menilai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tatapannya intens, membuat Naya semakin gugup hingga bahu sedikit menegang.

“Memangnya semalam ngapain saja, bisa sampai kesiangan?” tanyanya lagi, nada interogasi yang jelas terdengar.

Naya menggigit bibir bawahnya, lalu mengangkat wajah dan menyengir kecil, mencoba meredakan suasana. “Nonton film…”

Erlan yang tadinya siap memberikan teguran serius, tiba-tiba terhenti. Melihat senyum cengengesan Naya dan jawaban polos itu, rasa gemas langsung mengalahkan amarahnya. Ia menghela napas panjang, lalu mengulurkan tangan dan mengusak rambut Naya dengan gerakan kasar tapi penuh keakraban.

“Dasar,” ucapnya pelan, nada suaranya sudah jauh lebih lembut. “Nonton film sampai lupa waktu, terus bangun kesiangan. Kamu ini…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Ilfa Yarni

Ilfa Yarni

aku penasaean apakah pengacara naya sadar akan sesuatu yg kotor dilakukan Aslan buat memenangkan sidang harta gono gini ya dan erlan ikut bantu mengantisipasinya

2026-09-20

0

sunaryati jarum

sunaryati jarum

Semoga Erland sudah menempatkan orangnya untuk mengawasi gerak-gerik Aslan,dan tahu trik kotor' yg digunakan Aslan untuk mempertahankan harta yang menjadi hak Naya.

2026-09-20

0

Ariany Sudjana

Ariany Sudjana

ciye, yang sudah mulai dapat perhatian dari bos besar 😂😂

2026-09-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!