Bab 15
Sungkeman yang Dingin
"Kalau mereka memintaku menceraikanmu, jangan jawab dulu."
Adrian mengucapkannya saat mobil memasuki halaman rumah lama Gunawan di Menteng.
Kayla menoleh. "Kenapa? Kamu takut jawabanku lebih kejam?"
"Aku takut kamu merebut pekerjaanku."
"Pekerjaanmu menerbangkan pesawat."
"Hari ini pekerjaanku melindungi istriku."
Pintu mobil dibuka sebelum Kayla sempat menjawab. Rumah besar bergaya kolonial berdiri di balik pohon-pohon tua. Di teras, Pak Ridwan telah menunggu dengan dua pelayan.
"Selamat datang, Tuan Muda Adrian. Nyonya Kayla."
Adrian turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangan. Kayla menerimanya.
Semalam tangan itu memeluknya. Sore ini tangan yang sama membawanya masuk ke ruangan penuh orang yang mungkin menginginkan pernikahan mereka berakhir.
Di ruang tamu, meja altar leluhur berdiri di sisi dinding. Aroma dupa bercampur dengan teh melati. Engkong Herman duduk di kursi utama, wajahnya sulit dibaca. Di sampingnya, Ema Lanny menatap Kayla dari ujung rambut sampai sepatu.
Herwan, ayah Adrian, memegang gelas berisi wiski. Melinda duduk di dekatnya dengan senyum tipis.
Keluarga lain tampak lebih ramah.
Om Hendra berdiri dan menepuk bahu Adrian. Tante Winnie menyambut Kayla dengan hangat, sedangkan Kevin langsung menarikkan kursi untuknya.
"Akhirnya Ko Adrian membawa pulang seseorang," kata Kevin. "Saya kira dia akan menikah dengan kokpit."
"Kevin," tegur Tante Winnie, meski ia ikut tersenyum.
Ci Michelle mendekat dan menggenggam tangan Kayla. "Jangan tegang. Kalau ada yang bicara terlalu tajam, anggap saja suara televisi."
"Michelle," kata Ema Lanny dingin.
"Saya hanya menyambut anggota keluarga baru, Ema."
Di sofa lain, Om Hansen dan Tante Cindy hanya mengangguk. Mereka mengamati tanpa berniat mencampuri.
Kayla memperhatikan susunan tempat duduk. Herwan dan Melinda berada paling dekat dengan dua tetua. Om Hendra sekeluarga memilih sisi yang berhadapan dengan mereka, sedangkan Ci Michelle duduk sendiri di ujung sofa.
Tak seorang pun menyiap…
Terjebak Nikah Kilat dengan Kapten Dingin yang Diam-diam Memujaku
Episode 15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments