Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Suasana pagi itu di kediaman utama keluarga besar Baskara dipenuhi dengan gelak tawa dan aura kemenangan.
Mama Baskara duduk di sofa ruang tamu sambil menyesap teh hangatnya.
Di hadapannya, Yanuar, Arum, dan Billy berkumpul dengan senyum sinis yang tak bisa disembunyikan dari wajah mereka.
Jarum jam terus berputar, namun hingga siang menjelang, tidak ada satu pun kabar, undangan, ataupun berita mengenai kelanjutan resepsi pernikahan Baskara dan Alena.
"Sepertinya rencana kita benar-benar berhasil," ujar Arum dengan nada mengejek, melipat kedua tangannya di dada.
"Wanita tua itu pasti sudah menangis histeris setelah melihat foto ciuman Areta kemarin, lalu memilih kabur meninggalkan Baskara."
Billy terkekeh puas, menyandarkan punggungnya di sofa.
"Sudah kuduga. Pernikahan itu tidak akan pernah terjadi. Baskara paling-pengahnya malu dan memilih membatalkan semuanya demi menyelamatkan muka keluarga."
Mama Baskara tertawa lepas, merasa di atas
angin.
"Bagus! Tidak ada resepsi, tidak ada wanita sialan itu di silsilah keluarga kita. Sebentar lagi, Baskara pasti akan kembali bertekuk lutut pada mamanya ini."
Mereka semua tertawa bersama, menikmati kebodohan yang mereka sangka telah menghancurkan hidup Baskara dan Alena.
Sementara itu, di tempat yang sangat berbeda—sebuah ballroom hotel bintang lima termegah di pusat kota yang telah disulap menjadi tempat resepsi tertutup yang sangat mewah—suasana justru berbanding terbalik.
Di ruang rias khusus yang terhubung langsung dengan panggung utama, Baskara berdiri mengenakan jas pengantin tuxedo hitam berpotongan rapi, memandang wanita yang berdiri di hadapannya dengan tatapan penuhujaan.
"Sudah siap, Sayang?" tanya Baskara lembut, menatap pantulan cermin di mana Alena tampak sangat memukau.
Alena membalas tatapan suaminya melalui cermin.
Ia mengenakan gaun kebaya putih modern berhiaskan bordir kristal mewah dan selendang sutra panjang, memancarkan pesona anggun yang elegan, jauh melampa…
Baskara Lelaki Yang Memilihku
Bab 15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments