Keesokan harinya, Eve menemukan satu masalah yang bahkan dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa.
Dia bosan.
Elyndor memiliki urusan penting yang tidak bisa ditunda sehingga pelajaran membaca terpaksa ditiadakan hari itu. Setelah sarapan, Eve kembali ke kamar bersama Cecil tanpa jadwal kegiatan lain yang bisa mengalihkan perhatiannya. Awalnya dia mencoba duduk di dekat jendela sambil melihat taman, tetapi setelah lima menit, pemandangan yang sama mulai terasa membosankan. Dia kemudian berbaring di ranjang, berguling ke kanan, lalu ke kiri. Setelah merasa posisi tersebut juga tidak membantu, Eve turun dari ranjang dan berjalan mondar-mandir tanpa tujuan.
Cecil yang sedang merapikan beberapa pakaian akhirnya memperhatikan tingkah Eve. Dia menahan senyum ketika melihat gadis kecil tersebut berhenti di tengah kamar dengan wajah kusut.
"Nona terlihat bosan sekali," ujar Cecil sambil meletakkan pakaian yang sudah dilipat ke dalam lemari.
"Bagaimana kalau kita bermain gambar-gambar?"
'Gambar-gambar?' Eve yang sedang menopang pipi langsung menoleh.
'Gue sudah hidup lebih dari tiga puluh tahun.' Tatapannya perlahan berubah datar, ia menatap Cecil seolah perempuan muda tersebut baru saja mengusulkan sesuatu yang sangat tidak masuk akal.
'Dan sekarang gue disuruh main kayak anak kecil?.'
Cecil rupanya tidak menyadari pergulatan batin tersebut. Dia malah terlihat semakin bersemangat ketika mengambil beberapa lembar kertas dari laci meja.
"Nona bisa menggambar apa saja. Rumah, bunga, hewan, atau keluarga Nona," jelas Cecil sambil membawa perlengkapan menggambar ke meja kecil.
"Saya juga bisa menemani."
Eve memandang kertas kosong yang diletakkan di hadapannya. Sebenarnya dia bisa saja menolak. Namun setelah menghabiskan hampir seluruh pagi dengan menatap dinding dan menghitung berapa kali tirai bergerak tertiup angin, bermain gambar mungkin masih lebih baik daripada mati kebosanan.
Eve akhirnya menarik kursi kecil dan duduk.
"Ya udah," jawabnya pendek.
Wajah Cecil langsung cera…
Transmigrasi Dokter Forensik Jadi Anak Villain
Papa! Aku Punya Hadiah!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments