Salju abadi di Puncak Asura Benua Barat biasanya seputih tulang yang telah dijemur matahari, melambangkan kedinginan mutlak dari sekte terkuat di wilayah tersebut. Namun hari ini, salju suci itu mencair, diwarnai oleh lautan merah darah dari dua ribu murid sekte luar yang telah gugur.
Langit di atas pegunungan tidak lagi memancarkan warna biru, melainkan tertutup oleh awan keemasan yang membawa tekanan memuakkan. Tiga kapal perang raksasa milik Pasukan Penjaga Bintang melayang layaknya predator kosmik yang sedang mengepung mangsanya.
Di pelataran es depan Gua Nirvana, pertahanan terakhir Sekte Asura Langit sedang berada di ambang kehancuran.
BLAAARRR!
Shen Luo memuntahkan seteguk darah yang bercampur dengan serpihan organ dalamnya. Tubuh kekarnya yang penuh luka bakar terlempar ke belakang, menghantam pilar es hingga hancur. Tombak Naga Karat kebanggaannya kini telah patah menjadi dua.
Di sampingnya, Xiao Li berlutut dengan wajah sepucat kertas. Formasi ilusi yang ia pertahankan selama tiga hari tiga malam berturut-turut baru saja pecah berkeping-keping. Gadis kecil yang biasanya selalu ceria dengan manisan di tangannya itu kini menangis, bukan karena takut mati, melainkan karena ia merasa gagal melindungi rumah gurunya.
"Kakak Shen... Qi-ku sudah habis..." isak Xiao Li, darah menetes dari sudut bibirnya.
Di udara, melayang tiga sosok berjubah emas gelap. Mereka adalah Komandan Bintang dari Aliansi Langit, masing-masing memancarkan fluktuasi Puncak Kaisar Bumi (Peak Earth Emperor). Tatapan mereka sedingin algojo yang menatap semut.
"Ketahanan yang sia-sia," ucap Komandan Utama dengan nada datar yang menjemukan. Matanya melirik ke arah pintu gua es yang tertutup segel bunga teratai raksasa tempat Zhao Ying sedang menjalani proses Nirvana. "Anomali Ketiadaan itu telah melarikan diri, namun karmanya sangat kental di tempat ini. Hancurkan gua itu. Bakar wanita di dalamnya menjadi abu, dan gunakan jiwanya sebagai lentera pelacak untuk memburu Iblis Ketiadaan."
Ketiga Kom…
Dewa Abadi Season 2
BAB 127: Puncak Salju
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 171 Episodes
Comments
Rinaldi Sigar
lanjut
2026-09-16
0
saniscara_Patriawuha
serapppppppp....
2026-09-16
0