Di lapisan teratas Benua Cang Tian, badai kehancuran spasial mengamuk dengan buas.
Avatar Kerangka Asura setinggi lima puluh ribu tombak milik Zeng Niu mengangkat pedang Ketiadaannya. Di bawah bayang-bayang pedang pembawa kiamat itu, dua Kaisar Bumi Daoist Tian Ming dan Daoist Xuan Ji telah kehabisan seluruh kartu as mereka. Avatar emas mereka hancur, jubah kebesaran mereka berlumuran darah kosmik, dan mata mereka memancarkan teror kematian yang belum pernah mereka rasakan selama puluhan ribu tahun.
"Apakah ini akhirnya? Surga fana kita... dihancurkan oleh satu orang?" gumam Tian Ming, suaranya bergetar saat bayangan pedang raksasa itu turun untuk menghapus eksistensi mereka.
Namun, tepat pada jarak sehelai rambut sebelum pedang kelabu itu membelah jiwa kedua Kaisar Bumi...
TENG.
Sebuah suara dentingan yang sangat pelan, selembut tetesan air yang jatuh ke permukaan telaga yang tenang, bergema di seluruh alam semesta.
Seketika itu juga, ruang dan waktu di sekitar Benua Cang Tian berhenti.
Badai spasial membeku. Pecahan ruang yang berterbangan tertahan di udara. Bahkan pedang Ketiadaan milik Avatar Zeng Niu yang seharusnya mengabaikan segala hukum tertahan oleh sebuah lapisan cahaya bintang yang luar biasa tipis namun mustahil untuk ditembus!
Zeng Niu menyipitkan mata emasnya. Di dalam Dantiannya, Benih Dunia-nya bergetar hebat, mengirimkan sinyal peringatan bahaya tingkat tertinggi yang bisa meremukkan jiwanya dalam sekejap.
Dari balik tabir bintang-bintang di luar angkasa, sesosok pria paruh baya dengan jubah biru tua bermotif rasi bintang melangkah turun. Ia tidak memancarkan aura sebesar gunung atau tekanan yang menghancurkan langit. Sebaliknya, ia menyatu sempurna dengan alam semesta itu sendiri. Seolah-olah, setiap napasnya adalah putaran galaksi, dan setiap kedipan matanya adalah pergantian musim di triliunan planet.
Fluktuasi yang dipancarkannya melampaui Kaisar Bumi, melampaui Kaisar Raja... Ini adalah tekanan dari seorang Kaisar Langit (Heavenly Emperor)!
"C…
Dewa Abadi Season 2
BAB 99: Turunnya Dewa Penjaga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 171 Episodes
Comments
Rinaldi Sigar
lanjut
2026-09-03
0
saniscara_Patriawuha
mantafffffff
2026-09-03
0