Jauh dari gedung kaca megah Nozer Holdings, di sebuah gudang tua di pinggiran kota yang catnya sudah mengelupas di banyak sisi, suasana jauh berbeda dari kemewahan yang biasa mengelilingi Alex.
Bau debu dan besi berkarat memenuhi udara, hanya diterangi beberapa lampu neon yang berkedip-kedip di langit-langit tinggi.
Alex berdiri di tengah ruangan, mengenakan kemeja hitam dengan lengan digulung, tangannya masih bersih meski suasana di sekelilingnya jauh dari kata bersih. Beberapa pengawal bertubuh besar berjaga di setiap sudut ruangan, senjata terselip rapi di balik jaket mereka, siap bergerak kapan saja atas perintah satu kata dari atasan mereka.
Di tengah ruangan, seorang pria terikat di kursi besi, tubuhnya penuh lebam dan luka, kepalanya tertunduk lemas setelah tiga hari disekap tanpa henti. Napasnya tersengal, wajahnya bengkak di beberapa bagian hingga sulit dikenali.
"Bicara," kata Alex, suaranya dingin, tanpa sedikit pun emosi, melangkah mendekati pria itu dengan langkah tenang yang justru terasa lebih mengancam dibanding bentakan sekalipun.
Pria itu mengerang, mencoba mengangkat kepalanya. "Aku sudah bilang semuanya. Aku tidak tahu lagi apa yang harus kukatakan."
"Sudah bilang semuanya," ulang Alex pelan, seolah mengunyah kata-kata itu satu per satu, lalu tertawa singkat, tanpa humor sedikit pun. "Kau tahu berapa kali aku dengar kalimat itu dari mulut orang-orang yang duduk persis di kursi itu? Dan tahu berapa dari mereka yang masih bisa jalan keluar dari sini dengan kedua kakinya sendiri?"
Pria itu bergetar, tidak berani menjawab.
"Tidak ada," lanjut Alex, jongkok pelan agar sejajar dengan wajah pria itu, matanya yang biru menusuk tajam. "Jadi kusarankan, mulai berhitung ulang apa yang menurutmu sudah kau katakan semuanya."
"Aku bersumpah, aku bertindak sendiri," rintih pria itu, suaranya nyaris tidak terdengar. "Aku hanya butuh uang, keluargaku butuh uang untuk hidup lebih baik."
"Semua orang butuh uang," kata Alex datar, nyaris bosan. "Aku juga butuh uang…
Untuk Wanita Yang Pernah Menyelamatkanku
Bab 13. Gudang tua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments