Huuuh.
Asap putih tebal mengepul ke udara dari mulut Anton.
Dia duduk dengan sangat nyaman di atas sofa kulit mahal milik Victorio.
"Tuan Anton, saya sudah selesai mengamankan semua dokumen rahasia dari brankas ini."
Clara berdiri tegak sambil memeluk sebuah tablet hitam di dadanya.
"Kerja bagus Clara."
"Lalu apa yang harus kita lakukan pada mantan pewaris kartel ini Tuan?"
Clara menatap jijik ke arah Victorio yang masih meringkuk di sudut ruangan.
Hiks, hiks.
Suara isakan tangis Victorio terdengar sangat menyedihkan untuk ukuran seorang bos mafia.
"Biarkan saja dia menangisi kebodohannya di sana."
"Ayahku pasti akan membunuhku jika dia tahu semua uangnya hilang."
Victorio meratap sambil memukuli kepalanya sendiri.
"Ayahmu tidak akan punya uang untuk menyewa pembunuh bayaran lagi Victorio."
Anton tersenyum tipis merespons ratapan pria malang itu.
"Sekarang, bagaimana status keamanan di luar sana Clara?"
"Sistem kecerdasan buatan Anda sudah mengambil alih semua kamera pengawas kapal ini Tuan."
"Bagus."
"Apakah ada pergerakan dari penjaga keamanan kapal?"
"Mereka sempat mencoba mendobrak pintu akses utama di lantai bawah lima menit yang lalu."
"Lalu apa yang terjadi?"
"Pintu baja itu terkunci mati dan mereka tidak bisa meretasnya sama sekali."
"Mereka pasti sedang kebingungan sekarang."
Anton tertawa pelan membayangkan kepanikan para penjaga Leviathan tersebut.
Ting, tong.
Suara bel pintu kamar VVIP itu tiba-tiba berbunyi dengan nyaring.
"Ada tamu sepertinya."
"Biar saya yang periksa Tuan Anton."
Clara berjalan cepat menuju monitor layar kecil di dekat pintu masuk.
"Itu kapten kapal ini Tuan."
"Dia datang bersama dua orang komandan keamanannya."
"Buka pintunya Clara."
"Apakah itu aman Tuan? Mereka mungkin membawa senjata."
"Buka saja pintunya."
"Senjata mereka hanya akan menjadi mainan rongsokan di depanku."
"Baik Tuan Anton."
Klik.
Pintu kamar VVIP itu terbuka lebar secara otomatis.
Tiga orang pria paruh baya berjalan masuk dengan langkah ragu-ragu dan wajah tegang.
…
Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder
Bab 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments