Baling-baling helikopter berputar pelan hingga akhirnya berhenti sepenuhnya. Pintu helikopter terbuka. Anton melangkah keluar, lalu Clara menyusul di belakangnya. Angin laut Samudra Pasifik malam itu bertiup kencang dan dingin.
Di depan mereka, geladak kapal pesiar Leviathan dijaga dengan ketat. Anton melihat enam orang penjaga berdiri di sekitar area pendaratan. Mereka memakai seragam taktis serba hitam tanpa logo perusahaan, rompi antipeluru, dan memegang senapan serbu HK416.
Clara merapatkan kerah mantelnya. Tangannya terlihat sedikit gemetar saat dia berjalan di samping Anton menuju pintu masuk kapal.
"Tunjukkan undangan kalian," kata salah satu penjaga yang bertubuh paling besar. Dia melangkah maju dan menghalangi jalan masuk.
Clara membuka tasnya. Dia mengeluarkan sebuah kartu logam berwarna hitam polos dan menyerahkannya kepada penjaga itu. Penjaga tersebut memasukkan kartu ke sebuah alat pemindai genggam kecil. Alat itu berbunyi bip hijau pendek.
"Tuan Anton dari Star Technology," penjaga itu membaca teks di layar pemindainya. Dia kemudian menatap Anton. "Anda tidak boleh membawa senjata api, bahan peledak, atau alat komunikasi pemancar sinyal satelit pribadi ke dalam area kapal. Silakan lewati gawang detektor logam ini."
Anton berjalan melewati gawang pemindai keamanan. Tidak ada bunyi peringatan yang keluar. Clara mengikutinya di belakang dan juga lolos dari pemindaian.
Penjaga itu mengangguk dan menggeser tubuhnya ke samping. Pintu baja besar di belakang helipad terbuka secara otomatis.
Anton dan Clara masuk ke dalam. Di dalam, suasananya sangat berbeda dari luar. Lorong kapal ini dilapisi karpet merah tebal dan dindingnya memiliki ornamen lampu-lampu terang. Mereka berdua berjalan menuju area lobi utama kapal.
Lobi itu sangat luas. Ada puluhan orang di sana. Beberapa orang duduk di sofa sambil minum, beberapa lainnya berbicara dalam kelompok kecil dengan suara pelan.
Anton mengaktifkan Penglihatan Tembus Pandang Tingkat 2 miliknya. Matanya memi…
Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder
Bab 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments