Napas Raisa tersengal-sengal, menyakitkan di setiap tarikan, seakan paru-parunya terbakar oleh udara malam yang dingin dan tajam. Kakinya terasa berat, lutut kanannya terasa perih menyengat—kulitnya terkelupas, darah kering menempel di sana bercampur debu tanah dan kerikil. Pakaiannya yang sempat rapi kini compang-camping, sobekan-sobekan kecil akibat duri tanaman dan ranting tajam di hutan belantara itu terbentang di mana-mana, memperlihatkan kulit yang penuh goresan merah dan memar. Wajahnya kotor, berlumuran debu, noda tanah, dan jejak air mata yang sudah lama mengering, membuatnya tampak jauh lebih buruk dari yang sebenarnya.
Ia berjalan tertatih-tatih di tepi aspal yang gelap, langkahnya pelan namun tak berhenti. Setiap beberapa langkah, ia berhenti sejenak, menopang tubuhnya dengan tangan di lutut, menarik napas dalam-dalam untuk mengatur detak jantungnya yang masih berpacu gila karena lari ketakutan. Matanya berkali-kali melirik ke belakang, ke arah kegelapan hutan yang masih menganga lebar di belakangnya, seakan setiap bayangan yang bergerak di sana adalah pengejar yang datang menyeretnya kembali ke neraka itu.
Tenang, Raisa. Kau sudah keluar. Kau sudah aman. Setidaknya untuk saat ini.
Namun rasa aman itu masih terasa tipis, rapuh seperti kaca yang siap pecah kapan saja. Ia tidak tahu di mana tepatnya ia berada, hanya tahu bahwa ia harus terus berjalan ke arah jalan raya, menjauh dari gua itu, menjauh dari Radit dan anak buahnya. Dan sekarang, setelah berjalan entah berapa lama, ia akhirnya sampai di sebuah jalan aspal yang cukup lebar, tempat di mana lampu-lampu kendaraan sesekali melintas di kejauhan.
Raisa berdiri tepat di pinggir jalan, menatap ke depan dengan pandangan yang masih kabur karena kelelahan dan ketakutan. Ia merapikan pakaiannya sebisanya, menutupi sobekan yang paling mencolok, lalu mengangkat tangan kanannya perlahan. Ia harus kembali ke Desa Suka makmur. Ke rumah. Ke tempat di mana... di mana ada Arya.
Pikirannya melayang sejenak pada soso…
Rahasia Rumah Warisan Kakek
bab 56.Akhirnya.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments