Angin malam menderu semakin liar, membawa hawa dingin yang menusuk tulang, bercampur dengan bau terbakar samar yang perlahan menyebar ke seluruh penjuru halaman rumah. Arya berdiri mematung sejenak, seluruh indra gaibnya menangkap setiap getaran energi yang menghantam benteng pelindung rumah itu berulang-ulang dengan kekuatan yang tak wajar. Bukan getaran keingintahuan, bukan pula amarah sesaat—melainkan kelaparan yang tak berujung, haus yang tak pernah terpuaskan, dan kehancuran yang direncanakan dengan sengaja dan terukur.
Ia merasakan aliran energi itu menyusup perlahan, menyentuh setiap garis sihir kuno yang ia bangun di sekitar perbatasan desa suka makmur, lalu mencoba melahapnya sedikit demi sedikit seolah api yang memakan kayu kering. Dan seketika itu juga, darahnya yang sudah dingin seolah mendidih kembali menahan amarah yang meledak.
"...Mustahil."
Suara itu keluar begitu pelan namun penuh ketidakpercayaan yang mendalam. Tubuhnya menegang kaku, matanya menatap tajam ke arah utara, jauh melampaui pepohonan rindang dan bukit-bukit yang menghalangi pandangan mata biasa.
Aura itu... ia hafal betul aura itu. Bau busuk energi yang merusak, kelaparan yang melahap segalanya tanpa sisa, dan kegelapan yang memakan segala cahaya. Itu bukan manusia, bukan pula roh penasaran biasa. Itu adalah Rakshaka, makhluk purba pemakan energi gaib yang pernah ia kurung jauh di dalam perut bumi bertahun-tahun silam. Makhluk yang hampir melenyapkan Desa Suka makmur dari permukaan bumi sebelum akhirnya ia turun tangan dengan mengorbankan separuh kekuatan hidupnya demi menjaga kedamaian.
Siapa yang berani membuka segel itu? Siapa yang begitu nekat membangunkan maut yang sudah lama tertidur pulas? Dan untuk tujuan apa mereka melakukannya?
Tanpa menoleh sedikit pun ke arah pintu rumah, Arya berbicara dengan suara tegas yang tak bisa dibantah, meski hanya terdengar oleh dirinya sendiri. "Masuklah ke dalam. Kunci pintu dan jendela rapat-rapat. Jangan keluar walau mendengar suara apa pun, w…
Rahasia Rumah Warisan Kakek
bab 17.Musuh masa lalu datang.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments