~ HAPPY READING ~
|
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan di pintu bilik toilet terdengar teratur. Dari dalam, Leila memeluk lututnya di atas lantai dingin, membisu rapat. Ia tak berani bahkan sekadar menghela napas panjang.
Tok... Tok...
"Leila...?" Suara Arumi terdengar dari balik pintu, terdengar tenang namun sarat ketegasan. "Lei, kamu di dalam, kan? Are you okay?"
Leila buru-buru menyapu peluh dingin di dahinya. Ia menegakkan tubuh, berusaha menetralkan getaran di suaranya. "I-iya, Mbak... Sebentar. Cuma agak pusing sedikit tadi. Aku... aku lupa makan siang."
"Kalau gak sehat, istirahat aja, Lei. Tadi staf lain bilang wajahmu mendadak pucat pasif pas bawa nampan," ujar Arumi dari luar.
"Aman, Mbak Arumi. Beneran, cuma pusing dikit aja kok," sahut Leila meyakinkan.
Satu detik... dua detik... Hening. Tidak ada sahutan lagi dari luar.
Merasa Arumi sudah pergi kembali ke ballroom, Leila mendesah lega. Ia bergegas berdiri, menghampiri wastafel, lalu membasuh wajahnya berulang kali dengan air dingin agar tampak lebih segar dan tidak memancing kecurigaan.
Namun, begitu pintu bilik ia dorong ke luar...
Cklek.
Leila membeku seketika. Arumi ternyata masih berdiri tegap di sana, bersedekap dada seraya menatapnya dengan pandangan menyipit tajam.
"M-Mbak Arumi...?" sapa Leila canggung, reflex mundur setengah langkah.
"Ayo," potong Arumi pendek tanpa basa-basi. Ia langsung meraih pergelangan tangan Leila dan menariknya melangkah menuju dapur belakang.
"Mbak... Mbak Arumi mau ke mana?"
"Duduk," perintah Arumi tegas begitu mereka sampai di sudut dapur staff.
Tanpa menunggu balasan, Arumi mengambil piring, menyendokkan porsi nasi hangat yang cukup banyak, lalu menumpuknya dengan beberapa lauk pauk. Piring itu dihentakkan pelan di depan Leila.
"Makan," ujar Arumi datar.
"Mbak, aku—"
"Makan, Leila. Lain kali utamakan kesehatan badanmu! Badan itu aset utama buat orang-orang seperti kita. Kalau kamu sakit dan ambruk, dari mana kamu bisa menghasilkan uang buat bertahan hidup?" omel Ar…
Plot Twist : I'M The Villainess
Bab 9 : Retakan di Panggung Utama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments
Myz Pena
jelas sakit banget.. di paksa menikah dengan orang yang kita tidak cintai.. bagaimana pun bisa hidup bahagia.. papa dan mamanya asla2 memutuskan 🤧
2026-08-21
1
Rain Aricia
Iya jangan dipaksa2 terus lah anaknya. Ini orang tua kolot kali pemikirannya, dikira anak harus selalu ngikutin apa kata mereka gitu?
2026-08-25
0
Putry Chan
aku setuju! mkanya Arton nekat batalin. lebih baik malu sebentar di depan umum dari pada menderita seumur hidup
2026-09-09
0