Kirana yang beberapa menit lalu diseret dan dipaksa masuk ke dalam mobil Ardy, kini melangkah cepat kembali memasuki kafe. Ia sosok yang tadi terpaksa ditinggalkannya.
Tristan.
Pria berpakaian serba hitam itu masih terduduk di lantai dekat meja mereka yang berantakan. Ia sedang menyeka darah segar yang terus mengalir dari sudut bibirnya menggunakan punggung tangan, sementara beberapa pelayan kafe tampak panik membantunya berdiri.
Melihat Kirana kembali dengan napas memburu, raut wajah tenang Tristan seketika berubah terkejut.
“Nona Kirana, kenapa anda kembali ke sini? Tuan Ardy bisa—”
Kirana mengembuskan napas panjang, memotong ucapan asistennya. “Tentu saja aku kembali, Tristan.” Ia berjalan mendekat, menyingkirkan pecahan kaca dengan ujung sepatunya. “Mana tega aku membiarkanmu terluka dan babak belur begini gara-gara pria gila itu.”
Tanpa menunggu jawaban atau persetujuan Tristan, Kirana langsung menoleh ke arah salah satu pelayan yang berdiri canggung di dekat mereka.
“Permisi, Mas. Boleh saya pinjam kotak P3K?”
“Oh, tentu, Nona. Sebentar,” jawab pelayan itu gugup, lalu berlari kecil menuju meja kasir.
Tak lama kemudian, sebuah kotak obat berbahan plastik diletakkan di atas meja yang utuh. Kirana menarik kursi, menyuruh Tristan duduk, lalu mengambil kapas. Ia menuangkan cairan antiseptik secukupnya dan mulai membersihkan luka robek di pelipis serta sudut bibir Tristan dengan sangat hati-hati.
“Awh... perih, Nona.” Tristan meringis pelan.
“Diam,” omel Kirana. “Kamu memang menyebalkan. Kenapa diam saja dipukuli seperti samsak hidup?”
Tristan hanya tersenyum tipis, menatap lurus ke arah majikannya. “Sepertinya tuan Ardy sudah mengikuti anda keluar dari rumah.”
“Memang. Semalam saat kamu meneleponku, mas Ardy yang mengangkat teleponnya. Setelah itu, dia sengaja menghapus riwayat panggilanmu dari ponselku supaya aku tidak curiga.”
Tristan menghela napas panjang, wajahnya menyiratkan penyesalan. “Maafkan saya, Nona. Saya terlalu ceroboh saat menghubungi anda.”
“Sudah…
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar
Bab. 32 Buat Dia Bangkrut!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Ah emak tidak sabar melihat kemiskinan Ardy dan runtuhnya kesombongannya ibunya dan Siska.Emak juga ingin tahu reaksi Ardy jika terbongkar anak yang dikandung Siska bukan anaknya.
2026-07-27
2
Farida Dalle
Duhhhh... 1 bulan itu msh lsma, pdhl sdh tdk sabar ingin melihat wajah2 songong dan sombong itu tertunduk malu dan mengeluarkan air mata, tp kali ini bukan air mata buaya lg🤔
2026-09-13
0
Cicih Sophiana
ayo Kirana bikin bangkrut mereka orang orang sombong... yg gak merasa pernah di bantu kakek nya Kirana... mungkin klo dulu gak di bantu udah jd gembel mereka..
2026-07-30
0