"Yati, kamu tidak apa-apa?"
Sarah buru-buru menghampiri pelayan kepercayaannya yang masih terduduk lemas di lantai. Dengan wajah penuh kekhawatiran yang bercampur amarah, ia menarik lengan wanita paruh baya itu untuk berdiri.
"Kamu ini bagaimana, sih?!" gerutu Sarah kesal, menepuk-nepuk lengan baju Yati yang basah.
"Kenapa kamu cuma diam seperti orang bodoh saat Kirana memperlakukanmu semena-mena begitu? Biasanya kamu paling berani melawannya! Kemana mulut tajam mu itu?!"
Sarah benar-benar tidak habis pikir. Selama bertahun-tahun, Yati selalu menjadi pion yang paling bisa diandalkan untuk menekan Kirana di rumah ini. Apa pun yang diperintahkan Sarah, mulai dari menyindir hingga menyabotase pekerjaan Kirana, pelayan itu akan melakukannya tanpa ragu sedikit pun. Namun pagi ini, Yati justru terlihat seperti ayam yang kehilangan nyalinya.
"Saya tidak apa-apa, Nyonya Besar," jawab Yati lirih. Tangannya yang gemetar sibuk mengusap air mata dan sisa kuah sayur berbau asam di wajahnya.
"Tidak apa-apa bagaimana? Lihat wajahmu! Bajumu kotor semua!" Sarah masih mendidih, dadanya naik turun menahan emosi.
"Saya benar-benar kewalahan menghadapi Nyonya Kirana hari ini, Nyonya."
"Kewalahan? Menghadapi perempuan lemah seperti dia?!"
Yati menelan ludah dengan susah payah. "Entah kenapa... sejak beliau pulang dari rumah sakit, auranya berbeda sekali. Matanya... matanya menakutkan, Nyonya."
"Beda bagaimana maksudmu?!"
"Saya merinding kalau melihat tatapannya tadi. Rasanya seperti beliau bisa melakukan apa saja, termasuk membunuh saya jika saya melawan."
Ucapan Yati yang penuh ketakutan itu justru membuat Sarah mendengus dan memutar bola matanya.
"Halah! Percaya sekali kamu sama omong kosong begitu! Itu cuma akal-akalan Kirana supaya kamu takut!" Sarah melipat kedua tangannya di dada.
"Ingat, Yati. Kamu dibayar mahal di rumah ini untuk patuh padaku, bukan pada perempuan parasit itu!"
Siska, yang sejak tadi hanya diam menonton dari balik pilar, akhirnya melangkah maju.
"Kalau cuma mengh…
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar
Bab. 11 Roti Panggang Gosong
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments
niktut ugis
Ardy amnesia tugas Siska tuch cuma bugil & buka paha lebar² bukan bikin sarapan pagi
2026-09-09
1
Cicih Sophiana
ayo calon nyonya besar... masa bikin roti panggang aja gak besus...🤣🤣🤣
2026-07-29
0
Sri Rahayu
hahaha...tau rasa Ardi dikasih sarapan roti gosong sama Siska 🤪🤪🤪🤪🤪
2026-07-19
0