Setelah memperoleh informasi mengenai Danau Seribu Bulan, Yan Kai tidak lagi memiliki alasan untuk tetap berada di Kota Perak. Ia kembali ke penginapan hanya untuk membereskan barang-barangnya, membeli sedikit persediaan makanan kering, lalu segera meninggalkan kota melalui gerbang timur.
Tujuannya kini hanya satu. Hutan Kabut Kematian.
Menurut informasi dari Paviliun Mata Elang, hutan itu berjarak sekitar dua hari perjalanan dari Kota Perak. Bagi orang biasa, perjalanan sejauh itu tentu sangat melelahkan.
Namun bagi seorang kultivator seperti Yan Kai, jarak tersebut bukanlah masalah. Dengan mengerahkan Qi ke kedua kakinya, ia mampu berlari jauh lebih cepat daripada kuda biasa.
Selama dua hari penuh, perjalanan berlangsung dengan lancar. Ia hanya berhenti sesekali untuk beristirahat dan berkultivasi pada malam hari.
Menjelang sore di hari kedua, kabut putih yang sangat tebal mulai terlihat di kejauhan. Kabut itu menyelimuti seluruh kawasan hutan hingga mustahil melihat apa yang berada jauh di dalamnya. Pepohonan yang menjulang tinggi tampak seperti bayangan-bayangan raksasa yang berdiri diam di balik lautan kabut.
Yan Kai akhirnya tiba di depan Hutan Kabut Kematian. Ia berhenti sejenak sambil mengamati keadaan sekitar. Benar saja, tidak jauh dari pintu masuk hutan, berdiri empat orang pria berjubah hitam dengan lambang tengkorak merah di dada mereka. Tatapan mereka tajam, sementara pedang di pinggang telah siap dicabut kapan saja.
Yan Kai mempersempit matanya. Ia perlahan merasakan aura yang dipancarkan keempat orang itu. "Ranah Pembangunan Fondasi Tahap Puncak..."
Bagi kultivator pemula, keempat orang itu mungkin merupakan penghalang yang sangat sulit dilewati. Namun Yan Kai kini telah berada di Ranah Pemurnian Qi Tahap Awal.
Perbedaan satu ranah penuh bukanlah sesuatu yang bisa ditutupi dengan jumlah. "Bahkan sepuluh orang seperti mereka, aku masih sanggup menghadapinya."
Yan Kai tidak berniat membuang waktu. Ia langsung melangkah menuju pintu masuk hutan. Keempat…
Yan Kai
Bab 23
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 269 Episodes
Comments
Ahmad S Boedack Cimahi
cerita nya seru, cuman sayang iklannya terlalu banyak. 👍
2026-09-07
2
Ardi Provision
barang2 nya di dalam cincin kenapa beres2 dikamar hotel?
2026-10-10
0
Arie Chaniago70
good ambil badak itu nanti dijual
2026-09-12
0