Investor yang Datang Langsung

Keesokan paginya, suasana di lantai tertinggi Chen Corp kembali dipenuhi kesibukan.

Tiffany duduk di balik meja kerjanya sambil memeriksa beberapa laporan yang baru saja dikirimkan oleh bagian keuangan. Proposal kerja sama dari investor Indonesia yang ia baca semalam masih tergeletak di sisi meja, lengkap dengan beberapa catatan kecil yang ia tulis sendiri.

Sejak pagi, pikirannya sudah kembali tertuju pada tawaran tersebut.

Nilainya memang cukup besar.

Namun bagi Tiffany, angka besar bukan alasan untuk langsung menerima sebuah kerja sama. Ia tetap harus mengetahui siapa pihak yang mengajukannya dan apa tujuan mereka.

Jari Tiffany perlahan membalik halaman laporan di tabletnya. Tatapannya bergerak cepat dari satu angka ke angka lainnya, sesekali berhenti pada bagian tertentu yang menurutnya perlu diperhatikan lebih lanjut.

Tiffany baru saja mengambil pulpen ketika terdengar ketukan di pintu.

Tok. Tok.

"Masuk."

Pintu terbuka.

Asistennya masuk dengan sebuah tablet di tangan. Kali ini langkahnya terlihat sedikit lebih cepat dibandingkan kemarin. Wajahnya tetap profesional, tetapi ada sedikit ketegangan pada gerakannya seolah membawa kabar yang cukup penting.

"Nona Chen."

Tiffany mengangkat wajah.

"Ada kabar mengenai investor itu?"

Asistennya mengangguk.

"Ya."

Ia berjalan mendekati meja Tiffany dan meletakkan tablet di hadapannya.

"Mereka sudah tiba di Taiwan."

Gerakan tangan Tiffany yang hendak membuka tutup pulpennya langsung berhenti.

"Sudah tiba?"

"Benar."

Tiffany mengernyit.

"Secepat itu?"

"Mereka mengatakan bahwa pihak mereka memang sudah memiliki jadwal perjalanan ke Taiwan. Setelah menerima tanggapan dari Chen Corp kemarin, mereka memutuskan untuk langsung datang dan meminta pertemuan dengan Nona."

Tiffany mengambil tablet tersebut.

Matanya membaca informasi yang tertera di layar dengan cepat.

Ada nama perusahaan, nama perwakilan, jadwal kedatangan, serta beberapa informasi tambahan yang sudah dikumpulkan oleh timnya.

Ujung jari Tiffany beberapa kali menggeser la…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 Mantan Sultan dan CEO Berwajah Dingin
2 Layar Retak dan Mimpi Nasi Wagyu
3 Makan Malam yang Hambar
4 Pertemuan Pertama (Kopi Hitam dan Noda Blazer)
5 Di Bawah Hujan Taipei
6 Surat Pemecatan dan Siasat Sang CEO
7 Titik Terendah dan Keputusan Nekat
8 Tawar-Menawar dengan Tante Kaya
9 kontrak Maut Sang Tante
10 pernikahan Dengan Tante ceo
11 Operasi Brondong Sultan
12 Wajah Baru Gavin Wijaya
13 topeng karismatik Sang Menantu
14 Ujian Makan Malam
15 Kedatangan Pelayan Kepercayaan Keluarga Chen
16 Kode dan Sandiwara Siang Hari
17 Ujian Malam Pertama
18 Kehangatan Larut Malam
19 Polusi Camilan dan Anggaran Sultan
20 Ritme yang Terbentuk
21 Kemunculan Suami Sang CEO
22 Secangkir Kopi di Meja Kerja
23 Misteri Sang Menantu
24 Hadiah Kecil dari Sang Suami Kontrak
25 Detektif dan Rahasia Tante
26 Perintah Dadakan dan Perdebatan Kecil
27 Jamuan Makan Malam Chen Corp
28 Runtuhnya Topeng Sang CEO
29 Hadiah Liburan dari Nyonya Chen
30 Persiapan Liburan
31 Kembali ke Tempat Kenangan
32 Sehari Tanpa Kesibukan
33 Kenangan di Bawah Langit Malam
34 Jangan Panggil Aku Tante
35 Tante yang Mulai Berdandan
36 Tawaran dari Negeri Seberang
37 Investor yang Datang Langsung
38 Pertemuan dengan Investor
39 Jamuan Makan Bersama Investor
40 Nama yang Membawa Masa Lalu
41 Jejak yang Tertinggal
42 Kebenaran yang Mulai Terungkap
43 Rahasia yang Harus Disimpan
44 Kepergian Gavin Wijaya
45 Perpisahan di Bawah Langit Malam
46 Pagi Tanpa Gavin
47 Kesunyian yang Tertinggal
48 CEO yang Terlalu Memaksakan Diri
49 Saat Tubuh Mulai Menyerah
50 Kebebasan yang Terasa Hampa
51 Kembali
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Mantan Sultan dan CEO Berwajah Dingin
2
Layar Retak dan Mimpi Nasi Wagyu
3
Makan Malam yang Hambar
4
Pertemuan Pertama (Kopi Hitam dan Noda Blazer)
5
Di Bawah Hujan Taipei
6
Surat Pemecatan dan Siasat Sang CEO
7
Titik Terendah dan Keputusan Nekat
8
Tawar-Menawar dengan Tante Kaya
9
kontrak Maut Sang Tante
10
pernikahan Dengan Tante ceo
11
Operasi Brondong Sultan
12
Wajah Baru Gavin Wijaya
13
topeng karismatik Sang Menantu
14
Ujian Makan Malam
15
Kedatangan Pelayan Kepercayaan Keluarga Chen
16
Kode dan Sandiwara Siang Hari
17
Ujian Malam Pertama
18
Kehangatan Larut Malam
19
Polusi Camilan dan Anggaran Sultan
20
Ritme yang Terbentuk
21
Kemunculan Suami Sang CEO
22
Secangkir Kopi di Meja Kerja
23
Misteri Sang Menantu
24
Hadiah Kecil dari Sang Suami Kontrak
25
Detektif dan Rahasia Tante
26
Perintah Dadakan dan Perdebatan Kecil
27
Jamuan Makan Malam Chen Corp
28
Runtuhnya Topeng Sang CEO
29
Hadiah Liburan dari Nyonya Chen
30
Persiapan Liburan
31
Kembali ke Tempat Kenangan
32
Sehari Tanpa Kesibukan
33
Kenangan di Bawah Langit Malam
34
Jangan Panggil Aku Tante
35
Tante yang Mulai Berdandan
36
Tawaran dari Negeri Seberang
37
Investor yang Datang Langsung
38
Pertemuan dengan Investor
39
Jamuan Makan Bersama Investor
40
Nama yang Membawa Masa Lalu
41
Jejak yang Tertinggal
42
Kebenaran yang Mulai Terungkap
43
Rahasia yang Harus Disimpan
44
Kepergian Gavin Wijaya
45
Perpisahan di Bawah Langit Malam
46
Pagi Tanpa Gavin
47
Kesunyian yang Tertinggal
48
CEO yang Terlalu Memaksakan Diri
49
Saat Tubuh Mulai Menyerah
50
Kebebasan yang Terasa Hampa
51
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!