Hanan Arkan masih berdiri tegak di sana, laksana tugu peringatan yang tak tergoyahkan.
Jam sudah menunjukkan hampir setengah lima sore. Mata dosen muda yang biasanya selalu tenang itu sesekali melirik jam tangan peraknya.
Di antara lalu-lalang mahasiswa yang makin sedikit, sosok Kanza Arumi tak kunjung muncul juga, seolah ditelan bumi kampus.
Ia mencoba menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang mulai dibumbui rasa khawatir.
Dalam hati, Hanan bergumam, “Saya nggak boleh emosi. Tenang… saya harus sabar. Ini Kanza. Istri saya ini memang spesialisasi dalam hal-hal tak terduga dan sedikit aneh.”
Ia mengetik pesan terakhir dengan ketegasan seorang pendidik:
Kanza, Mas cari kamu ke seluruh penjuru kampus ya kalau nggak muncul dalam 5 menit lagi."
Baru saja pesan itu terkirim, tiba-tiba salah satu mahasiswa bimbingannya lewat sambil menyeletuk jahil.
“Pak Hanan, kok masih betah di sini? Nungguin siapa, Pak? Calon mahasiswi baru ya?”
Hanan hanya memberikan senyum tipis yang penuh wibawa.
“Nunggu… orang yang paling penting dalam hidup saya.”
Mahasiswa itu ketawa renyah sambil berlalu. Hanan kembali menatap gerbang dengan saksama, lalu akhirnya melangkah pelan meninggalkan posisinya, firasatnya mengatakan istrinya sedang mencoba melakukan manuver pelarian lewat jalur belakang.
Di Jalur Keluar Parkiran.
Kanza baru saja hendak menyalakan motor bersama Tasya yang sudah siap di jok belakang.
Baru saja ia mau menarik gas, suara bariton yang sangat familiar dan mematikan langkah tiba-tiba terdengar tepat di samping telinganya.
“Kanza Arumi!”
Kanza langsung mematung, tangannya membeku di stang motor. Perlahan ia menoleh dengan gerakan patah-patah, dan... benar saja.
Hanan berdiri di samping motor dengan tatapan kalem namun sangat menohok, tipikal dosen yang siap memberikan sidang skripsi mendadak.
“Mas tanya baik-baik, kamu benar-benar berniat mau pulang sendiri tanpa pamit?” suaranya datar, namun getarannya sanggup membuat bulu kuduk Kanza…
Jodohku Gadis BAR-BAR
Bab 60
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments