Bab 97 - Rumah Baru Ratna
Kontrak apartemen Ratna habis pada akhir tahun.
Arman tidak menyinggung soal pindah sampai Ratna sendiri membawa map sewa ke meja makan. Mereka sedang sarapan. Prameswari menginap karena acara yayasan sehari sebelumnya selesai terlalu malam. Bu Rini juga datang pagi itu membawa sayur asem, berdiri di dapur seperti bagian tetap rumah.
"Kontrak apartemen selesai bulan depan," kata Ratna.
Arman meletakkan sendok.
"Ibu ingin perpanjang?"
Prameswari langsung menatap anaknya.
"Jangan pakai wajah berharap."
Arman menutup wajahnya dengan telapak tangan. "Saya belum bicara apa-apa."
"Wajahmu sudah bicara."
Bu Rini tertawa di dapur.
Ratna membiarkan mereka selesai, lalu berkata, "Saya tidak akan perpanjang."
Arman menatapnya.
"Tapi saya tidak ingin semua barang saya masuk ke kamar Bapak seperti saya menumpang."
"Tentu."
"Saya ingin ruang kerja sendiri. Lemari dokumen sendiri. Dan kamar tamu tetap memakai aturan grup."
"Setuju."
"Foto saya muda tetap dipajang."
"Wajib."
Prameswari menyesap teh. "Akhirnya rumah ini punya keputusan."
Bu Rini menyahut dari dapur, "Saya boleh tetap datang Selasa?"
"Boleh," jawab Ratna. "Tapi tetap izin satpam."
"Aduh, Bu, saya sudah terkenal."
"Justru karena itu."
Pindahan dilakukan perlahan. Tidak ada truk besar. Barang Ratna tidak banyak, tetapi setiap barang punya sejarah. Stetoskop lama, buku resep, foto anak-anak, foto dirinya muda, beberapa kebaya, map Cempaka, buku catatan. Arman menyiapkan ruang kerja di lantai bawah dengan jendela ke taman. Ratna menolak meja antik mahal yang dipilih desainer.
"Saya butuh meja yang bisa dipakai menulis, bukan meja yang takut kena kopi."
Desainer menatap Arman.
Arman berkata, "Ikuti Bu Ratna."
Meja sederhana akhirnya dipilih. Kursinya nyaman. Rak dokumen dikunci. Di dinding, Ratna menggantung foto klinik kecil dan satu foto resepsi. Dua hidup berdampingan tanpa saling menghapus.
Hari pindahan terakhir, anak-anak datang membantu.
Dimas membawa kotak buku. Raka memasang rak tambahan…
Dikhianati di Usia Senja, Dipinang Miliarder
Episode 97
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments
Zahraputri Putri
lohh..burini meninggal🤧🥲
2026-09-03
0
Ucu Nian
betul sekali, setiap sudut rumah harus terasa hidup👍
2026-08-13
1
Endang Sulistia
Bu Rini meninggal😭😭😭😭
2026-07-18
2