Bab 12 - Hitung-Hitungan
Keputusan Ratna menggugat cerai membuat rumah itu tidak lagi tidur.
Malam berganti pagi, tetapi setiap orang seperti membawa sisa kalimat di kepala masing-masing. Bambang tidak keluar dari kamar belakang sampai matahari tinggi. Melati pulang dengan mata bengkak. Dimas menginap di sofa ruang tengah, katanya untuk berjaga-jaga kalau Bambang membuat keributan. Raka tidur di lantai depan kamar ibunya, hanya beralas tikar.
Ratna bangun sebelum subuh seperti biasa.
Ia membuat air panas, menanak nasi, lalu berhenti di depan kompor.
Untuk siapa ia memasak?
Pertanyaan itu sederhana, tetapi membuat tangannya diam cukup lama.
Selama puluhan tahun, jawabannya selalu jelas. Untuk Bambang. Untuk anak-anak. Untuk cucu yang datang. Untuk siapa pun yang mampir. Ratna memasak karena rumah harus hidup, dan rumah hidup karena ia bergerak.
Pagi itu, ia hanya membuat bubur untuk dirinya sendiri.
Raka masuk ke dapur, rambutnya acak-acakan.
"Bu, aku bisa beli sarapan."
"Tidak perlu. Bubur cukup."
"Bapak?"
Ratna mengaduk bubur. "Kalau lapar, dia tahu warung."
Raka terdiam, lalu tersenyum kecil.
"Aku suka Ibu versi ini."
Ratna meliriknya. "Jangan terlalu suka. Ibu juga masih belajar."
Raka mendekat dan mencium punggung tangan ibunya. "Belajarnya telat tidak apa-apa."
Ratna hampir menangis, tetapi menahan.
Setelah sarapan, Dimas membuka pembicaraan serius. Ia membawa map baru, buku catatan, dan daftar dokumen yang menurutnya perlu disiapkan.
"Bu, kalau mau menggugat cerai, kita perlu akta nikah asli, KTP, KK, bukti-bukti perselingkuhan, bukti transfer, dokumen rumah, sertifikat tanah, rekening, dan kalau mau sekalian gugat harta bersama, harus lebih rapi."
Ratna duduk di ruang tengah, mendengarkan.
Raka menyandarkan punggung ke kursi. "Gugat semua."
Dimas menggeleng. "Tidak sesederhana itu. Kalau semua dimasukkan, proses bisa lebih panjang. Kadang lebih baik cerai dulu, harta bersama kemudian."
"Bapak nanti keburu pindahkan aset."
"Makanya kita amankan dokumen."
Ratna…
Dikhianati di Usia Senja, Dipinang Miliarder
Episode 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments
Mabuok Hape
semoga Bambang hancur, sakit dan sari kabur he he he, Bambang menyesal , jadi gelandangan dan mampus .. setujukan Thor .. buat alur ending seperti ini
2026-09-07
0
Simah Sitepu
semangat bu Ratna buang aja suami macam itu nanti juga pelakornya ketiban sial.👍
2026-07-24
1
Eonk Oi
bahasa nya apik.congrats thor👍
2026-07-23
1