Bab 95
Tes DNA
Tiga hari setelah Kevin memanggil Liana Mama untuk pertama kalinya, mereka duduk berdampingan di ruang tunggu laboratorium RS Pondok Indah.
Di meja kecil depan mereka ada formulir persetujuan, kartu identitas, dan map bukti yang dibawa Dennis Yoe. Edwin hadir dengan kursi roda, wajah masih pucat tetapi matanya waspada. Ia tidak membiarkan satu pun prosedur dilakukan tanpa saksi dan catatan.
"Untuk hubungan Liana dan Kevin, sampel darah dan usap pipi cukup," jelas petugas lab. "Untuk Pak Albert yang berada di luar negeri, kami menerima sampel dari laboratorium partner dengan video witness dan segel rantai bukti. Pak Dennis sudah koordinasi."
Dennis mengangguk. "Saya ingin semua barcode dicocokkan ulang sebelum disegel."
Kevin menatap jarum kecil di meja, lalu menatap Liana.
"Mama takut?"
Liana hampir menangis hanya karena kata itu.
"Tidak," jawabnya. "Kamu?"
Kevin tersenyum lemah. "Saya sudah tahu di sini." Ia menyentuh dadanya. "Tapi untuk menghancurkan orang-orang yang akan menyangkal, kita butuh kertas."
Liana menggenggam tangannya.
Pengambilan sampel berlangsung cepat. Kevin menggulung lengan kiri tanpa sadar, dan Liana kembali melihat bekas luka itu. Kali ini, ia tidak jatuh. Ia menyentuh punggung tangan Kevin sebelum petugas mengambil darah.
"Dulu kamu menangis lebih keras dari ini," bisiknya.
Kevin menunduk, senyumnya basah. "Sekarang malu kalau nangis di depan petugas."
"Boleh nangis. Mama izinkan."
Petugas lab pura-pura tidak mendengar, tetapi matanya ikut lembut.
Albert muncul lewat video call satu jam kemudian dari sebuah klinik partner di Singapura, sebelum penerbangan lanjutannya ke Eropa. Wajahnya tampak lebih tua daripada terakhir kali Liana melihatnya. Di belakangnya ada dinding putih dan petugas klinik yang menunjukkan segel sampel ke kamera.
"Saya setuju sampel digunakan untuk verifikasi hubungan biologis dengan Kevin Loh," kata Albert, suaranya datar.
Kevin melihat layar tanpa ekspresi.
Liana tidak mengatakan apa-apa.
Setelah formuli…
Perceraian di Usia 50: Awal dari Segalanya
Episode 95
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 130 Episodes
Comments
Widya Febrina
Kim Hwa...ternyata berhati iblis...kejam
2026-08-15
1
Siti fatimah
👍👍👍👍
2026-08-02
1
Paryantikebondalem
cerita nya bagus
2026-08-02
0