Bab 048
Laki-laki yang Kiana Pilih
Ruang makan Vila Lim sudah disiapkan seperti panggung.
Meja panjang penuh hidangan. Sup kepiting, ikan kukus, sapi lada hitam, ayam rebus jahe, sayur tumis, dan beberapa piring lauk kecil tersusun rapi di bawah lampu kristal. Kursi utama kosong karena Hendro sudah dibawa ke rumah sakit, tetapi udara di ruangan itu masih menyimpan sisa amarahnya.
Hans berhenti di ambang pintu, melihat semua itu tanpa ekspresi.
Weikiang duduk lebih dulu, sengaja menarik kursi dengan suara keras. "Silakan, pemadam. Makanlah. Jangan bilang keluarga Lim tidak memberi makan tamu."
Hans tidak menjawab.
Ia mengambil dua piring kecil dari sisi meja, memilih ayam rebus jahe tanpa banyak saus dan sayur tumis yang paling ringan, lalu menuangkan sedikit sup bening ke mangkuk. Di bawah tatapan bingung para kerabat, ia membawa semuanya kembali ke ruang tamu.
Kiana masih memegang tisu dingin untuk telapak tangannya yang merah. Lily duduk di sampingnya, wajahnya tegang tetapi sudah tidak pucat.
Hans meletakkan piring di meja kecil.
"Kia, Mama, makan sedikit dulu."
Lily menatapnya.
"Kau sendiri?"
"Saya makan di dalam."
Kiana langsung berdiri. "Aku ikut."
Hans menahan bahunya dengan satu tangan. "Temani Mama."
"Hans."
"Aku hanya makan."
Kiana tidak percaya kalimat itu satu persen pun. Tetapi Lily menggenggam tangannya.
"Kia," bisik Mama, "biarkan dia."
Hans kembali ke ruang makan.
Kiana duduk, tetapi telinganya mengikuti setiap suara dari dalam.
Awalnya hanya suara kursi. Lalu tawa kecil. Lalu suara Weikiang yang terlalu keras.
"Untuk tamu seperti ini, tidak perlu lauk mahal. Nasi kuah sup saja cukup, kan? Di pos pemadam pasti biasa makan sederhana."
Ada suara mangkuk didorong.
Wenny menambahkan, "Jangan-jangan dia tidak tahu cara makan ikan kukus mahal. Nanti durinya saja dianggap lauk."
Beberapa sepupu tertawa.
Kiana meletakkan sumpitnya.
Lily menutup mata, napasnya mulai berat.
Lalu terdengar suara piring pecah.
Bukan satu.
Dua.
Setelah itu, teriakan.
"Kiana! Suam…
Ditinggal Tunangan, Dinikahi Petugas Damkar
Episode 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments